Saturday, January 21, 2017

Mengapa Kita Merasa Sesal? (Menjawab Mengapa Penyesalan selalu datang diakhir)

Kami senang memberikan pandangan tentang suatu hal, apalagi sudut pandang kami dapat memberikan sudut pandang baru untuk kamu. Kali ini Fenomena Harimu mencoba memaparkan "Mengapa kita merasa sesal" atau bagi sebagian orang yang dikeluhkan  "Mengapa penyesesalan selalu datang di akhir?"

Beberapa orang menjawab "penyesalan selalu datang di akhir, kalo di depan namanya pendaftaran." (It's ok but let us to giving our opinion :))

Fenomena Harimu, Mengapa Kita Merasa Sesal?

Regret
Image: Regret [pixabay]

Menyesal tidak sama dengan kecewa


Pernahkah kamu menyadari bahwa kedua hal tersebut tidak sama?

Sesal adalah bagian emosi dari kategori sadness (kesedihan) sedangkan kecewa adalah kategori emosi disgust (Jijik.) Bagaimana kami menuju pada kesimpulan tersebut? Cobalah simak kisah dibawah ini :)

Tito dipercayakan oleh temannya—Gia dan Farod, untuk mengerjakan sebuah desain kaos yang menjadi bisnis pertama mereka. Mereka begitu optimis dengan desain dan bahan yang dipakai. Mereka dan juga orang-orang terdekatnya menilai kaos yang diproduksinya tidak kalah dengan produsen yang memulai bisnis ini jauh-jauh hari.

Dua minggu mereka produksi, akhirnya 3 lusin baju siap jual. Senang rasanya target mereka terpenuhi, Gia dan Farod pergi untuk mencari spot mereka berjualan sedangkan Tito tetap berada diruangan dengan membangun toko online. Titoditemani secangkir kopi dan rokok begitu semangatnya mengerjakan tersebut.

Dering handphone berbunyi, "Ya.. Halo??" Tito diminta oleh temannya Gia dan Farod untuk segera menemui mereka. Mereka ingin Tito menjelaskan desainnya untuk seseorang yang ditemui Gia dan Farod. Orang tersebut sepertinya cukup tertarik menurut Tito, karena mendengar suara Gia di Handphone.

Ya, anggapan Tito benar. Orang tersebut tertarik dengan desain [secara keseluruhan produk] yang diproduksi mereka. Akhirnya orang tersebut memberikan spot jualan untuk mereka dengan biaya sewa yang murah.

Sembari perjalanan pulang dimalam hari, mereka berbicara mengenai bisnis mereka kedepannya dengan angan-angan sukses yang begitu hebat. Semangat dan optimisme menyelimuti mereka namun tidak sampai depan rumah mereka.

Terlihat nyala api dari dalam rumah, bergegas mereka panik menuju rumah untuk menyelamatkan produk dan barang-barang berharga mereka. Namun api sudah cukup membesar diruangan tersebut, Teriaklah mereka meminta pertolongan warga sekitar dengan membawa sejumlah ember yang berisikan air.

Wajah panik, cemas, mereka. Panik, cemas, penasaran para warga. Akhirnya api dapat dijinakkan. Syukurlah (bagi sebagian warga) karena tidak sampai menghabiskan rumah. Tapi tidak dengan Tito, Gia, dan Farod.

Gia dan Farod mempertanyakan ini kepada Tito, "Apa yang loe lakuin sebelum ninggalin ni rumah??", "Gue juga ga tau, gue lagi ngebuat toko online terus ditelpon lu dan gue langsung berangkat.." Sebenarnya Tito beranggapan bahwa hal ini disebabkan oleh rokoknya, namun Tito lebih memilih diam.

Gia dan Farod begtitu diselimuti dengan rasa penasaran dengan sedikit rasa kecewa, dan Tito penuh dengan rasa sesal. Kini mereka harus bangkit untuk kegagalan pertama mereka.


Apakah kamu menyadari perbedaannya?

Menyesal lebih diarahkan sebab akibatnya kepada diri sendiri atas aktifitas yang telah dijalani, sedangkan kecewa diarahkan sebab akibatnya kepada orang lain.

"Saya menyesal telah memilih kamu.."
"Saya kecewa telah memilih kamu.."

Manakah yang lebih cocok? Bandingkan kembali ini:

"Saya menyesal kamu melakukan hal tersebut.."
"Saya kecewa kamu melakukan hal tersebut,,"

Ya, kecewa lebih diarahkan kepada orang lain sedangkan menyesal lebih diarahkan kepada diri sendiri.

Konsep merasa sesal (hal yang menjelaskan penyesalan datang diakhir)


Jika kamu memahami kisah diatas maka kamu akan menemukan bahwa emosi tersebut (sesal dan kecewa) selalu dihasilkan setelah mereka melakukan aktifitas. Perhatikan gambar dibawah ini:

Penyesalan selalu datang diakhir
Inilah mengapa penyesalan selalu diakhir.

Kita bekerja kemudian dihadapkan kepada suatu pilihan, saat kita mengetahui akibat dari hal yang telah kita pilih ternyata berdampak kurang menyenangkan bagi kita maka disitulah kita dihadapkan oleh dua pilihan umum—"tetap ditempat" atau bergerak. Dan biasanya kita merasa sesal ketika kita tidak dapat dihadapkan oleh pilihan untuk bergerak (nothing inspiration and motivation for moving.)

Apakah bisa penyesalan itu datang diawal? Tentulah tidak bisa, hal ini sama saja kamu ingin meminum kopi tanpa kopi itu sendiri melalui proses peleburan biji kopi. "Saya bisa meminum kopi tanpa harus meleburkan biji kopi, saya bisa membeli kopi instant langsung?!" Ya, kamu juga bisa mengambil pelajaran dari penyesalan orang lain tanpa kamu merasakan sesal itu sendiri.

Pesan utama kami berkaitan rasa sesal


Selalu ada aktifitas yang dilakukan sebelum penyesalan tersebut itu hadir. Penyesalan selalu datang terlambat atau diakhir jika diawal itu namanya sadar. Dan setiap kesadaran selalu didapatkan dari pembelajaran pengalaman orang lain yang dituang dalam buku atau lisan secara langsung.

Tetaplah belajar untuk lebih sadar akan lingkungan sekitarmu, akan apa yang terjadi dengan kamu. Karena sesungguhnya pengetahuan itu hanya membawa dari hal yang bersifat bawah sadar menjadi sadar. You've gotten success ;)

More inspiring for you :)
  Enjoy :)

Thursday, January 19, 2017

Memahami Belajar Efektif 2: Mudah Mempraktekkan Pomodoro Technique

Pada post sebelumnya telah di paparkan mengenai efektifitas belajar berkaitan dengan kemampuan daya serap informasi seseorang menggunakan berbagai metode. Setiap metode, memiliki persentase kemampuan daya serap informasi yang berbeda (seperti mereka yang belajar dengan cara membaca dibandingkan mereka yang belajar dengan mendengar.)

Berapa persenkah pemahaman materi melalui membaca? berapa persenkah pemahaman materi melalui mendengar? Hal itu telah digambarkan pada "Memaham Belajar Efektif 1: Learning Pyramid."

Kemudian belajar efektif 2 dibahas mengenai bagaimana seseorang sebaiknya tidak belajar dengan "keras," melainkan belajar dengan disiplin (work + break). Tentu jika membahas kedisiplinan, hal ini berkaitan dengan waktu–manajemen waktu yang secara teknis kita sebut dengan istilah Pomodoro Technique.

Fenomena Harimu, memahami belajar efektif 2: Pomodoro Technique
 
Image: Pomodoro [Pixabay]

Menentukan Prioritas


Perlu kita ketahui bahwa setiap aktivitas pasti semuanya penting akan tetapi dari data aktivitas pekerjaan tersebut pasti ada yang paling penting, atau mendesak, maka buatlah daftar kegiatan atau belajar dari urutan yang paling mendesak dan penting sampai pada urutan terakhir yang tidak mendesak [yang tentunya ini berkaitan dengan manajemen waktu.]

Secara umum manajemen waktu adalah suatu perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan (controlling) produktivitas waktu. Menurut Atkinson manajemen waktu didefinisikan sebagai suatu jenis ketrampilan yang berkaitan dengan segala bentuk upaya dan tindakan seorang individu yang dilakukan secara terencana agar individu tersebut dapat memanfaatkan waktunya dengan sebaik – baiknya.

Dalam teori manajemen waktu satu teori yang cukup terkenal yaitu pomodoro technique.

Pomodoro adalah sebuah teknik belajar/berlatih berdasarkan time management yang diciptakan oleh Francesco Cirillo. Dahulu, ketika dia awal-awal kuliah pada akhir tahun 1980, Francesco susah fokus belajar, sampai akhirnya dia menyadari bahwa dia harus belajar dengan interval waktu tertentu dan diselingi oleh waktu istirahat agar kondisi fisik maupun psikisnya bisa di refresh.

Pomodoro sendiri berasal dari bahasa Italia yang artinya tomat, Francesco sebagai tokoh yang menemukan teori ini dalam demontrasinya menggunakan media tomat merah yang ada di dapurnya. Manajemen waktu (pomodoro technique) bukan hanya dapat digunakan sebagai teori belajar yang efektif, melainkan dapat dijadikan sebagai landasan di setiap kegiatan yang kita alamai untuk mendapatkan hasi se-optimal mungkin.

Mengapa perlu Pomodoro Technique?


Kembali pada pembahasan pomodoro technique, dalam mempraktekkan teori ini sebenarnya tidaklah terlalu sulit karena teknik ini secara sederhananya di tuntut untuk membuat agenda kerja dan konsisten, seperti saat kita mengerjakan tugas psikotes masuk kerja.

Bagi mereka yang pernah ngalami, atau saat ujian sekolah, kita di tuntut untuk selesai dengan waktu yang sudah di tetapkan, demikian pula dengan pomodoro technique, simulasinya bisa dengan waktu selama 25 menit atau lebih, sesuai keinginan dan perkiraan waktu yang akan digunakan.

Setelah 25 menit, sudah termasuk dengan waktu istirahat. Waktu istirahat sangat penting, menurut penelitian Staffen Noteberg, seorang lulusan Royal Institute of Technology di Stockholm yang mengajarkan teknik pomodoro, dirinya menjelaskan fungsi istirahat adalah menghindari rasa bosan dalam menyelesaikan recana kegiatan, dan istirahat yang sedikit adalah untuk menghindari kita melakukan aktifitas lain di luar yang sudah diagendakan

Mempraktekkan Pomodoro Technique


Setidaknya beberapa langkah berikut ini dapat kamu lakukan khususnya dalam belajar dan menyelesaikan tugas, agar lebih efektif dan efisian;

  1. Siapkan daftar tugas atau kegiatan yang akan di kerjakan,  dari yang paling mendesak dan penting (prioritas,) tentukan alarm waktu di HP atau alat lainnya berdasarkan perkiraan waktu yang  ditetapkan. Tentu para pembaca saat ini sudah menggunakan smartphone, dan smartphone sepertinya media yang paling pas untuk dijadikan bel atau pengaturan waktunya.

    Bagi kamu pengguna smartphone dapat mengunduh applikasi pomodoro technique [yang begitu variatif] di google play.

  2. Kerjakan tugas dengan fokus dan kometmen sampai timer berbunyi.
  3. Berhentilah bekerja, meskipun tugas yang kamu kerjakan itu belum selesai, jangan merasa kamu masih merasa semangat dan ingin melanjutkan untuk mengerjakannya. Istirahat dengan baik, gunakan waktu istirahat sesuai keinginan anda kecuali, tidak melakukan kegiatan yang sudah di agendakan.
  4. langkah diatas harus dijalankan, jika salah satu terlewatkan maka anda gagal menggunakan pomodoro technique, karena esensi dari teknik ini adalah melatih diri untuk bersikap konsisten.
Manajemen waktu pomodoro
Manajemen waktu pomodoro


Setelah mengetahui technique ini diharapkan kamu dapat memanfaatkan waktu belajar dengan sebaik mungkin, disamping beberapa teori belajar efektif yang sudah pernah dibahas sebelumnya, teknik ini juga sangat membantu jika kita benar-benar komitmen menjalankan technique ini dalam belajar, menyelesaikan tugas, dan kegiatan-kegiatan lainnya di kehidupan sehari-hari.

Tujuan dan manfaat utama pomodoro tecnique ini adalah membiasakan otak untuk tetap fokus dalam mengerjakan satu hal, dan diharapkan dalam jangka panjangnya kita terbiasa melakukan suatu kegiatan dengan tepat dan efisien tanpa harus menggunakan timer lagi. “Salah satu cara untuk mencapai keberhasilan seseorang adalah mereka yang mampu mengatur dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya”.

Referensi:
Ismarani, Dian. 2016. Teknik Pomodoro, Teknik Belajar yang Efektig, Efisien, dan Bikin Kamu Jauh Lebih Fokus. Youthmanual. Diakses 8 Januari 2017
N., Sora. 2015. Pengertian Manajemen Waktu dan menurut Para Ahli terlengkap. Pengertianku. Diakses: 8 Januari 2017

Tuesday, January 10, 2017

Memahami Belajar Efektif 1: Learning Pyramid

Pendidikan sangat menentukan diri anak dalam perkembangannya menuju ke arah yang lebih baik, apalagi di era globalisasi yang segala sesuatu dapat berubah dengan serba cepat. Berkat pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), sehingga banyak orang dapat menciptakan bermacam-macam alat yang canggih.

Irawati Istadi (2005:54) mengungkapkan pendidikan merupakan hal yang penting dalam pertumbuhan individu. Pendidikan adalah semacam investmen untuk menumbuhkan sumber-sumber manusia yang tidak kurang nilainya dari investmen pada pertumbuhan sumber-sumber material.

Fenomena Harimu kali ini memaparkan hal yang berkaitan dengan belajar efektif, bagi kamu yang akan menghadap ujian atau senang akan "belajar" itu sendiri itu sendiriKeep read this and be inspired :)

Esensi Belajar


Sebelum kita mengatahui bagaimana belajar yang efektif, perlu pembaca ingat teori belajar anak TK, SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi, itu berbeda, akan tetapi esensi dari belajar adalah memberikan perubahan dalam diri seseorang pada arah yang lebih baik.

“Belajar adalah suatu perubahan dalam kepribadian sebagaimana dimanifestasikan dalam perubahan penguasaan pola-pola respon, tingkah laku yang baru, yang nyata dalam perubahan keterampilan, kesanggupan, sikap dan kebiasaan.”
 Witherington (1991:2)

Maka dengan demikian belajar sebagai suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai suatu pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan.

Tiga tahap yang biasa ditempuh dalam belajar


Sampai saat ini teori belajar efektif tidaklah mutlak baku dalam satu teori, karena setiap individu terkadang mempunyai cara masing-masing bagaimana belajar efektif, akan tetapi secara umum berikut adalah cara belajar efektif yang digunakan para pakar pendidikan dan psikologi belajar. Menurut Jerone S. Bruner dalam prosses belajar siswa menempuh tiga tahap, yaitu:

  1. Tahap informasi (tahap penerimaan materi)

    Dalam tahap ini, seorang siswa yang sedang belajar memperoleh sejumlah keterangan mengenai materi yang sedang dipelajari. Namun tidak selalu "siswa," mereka yang tidak menempuh pendidikan formal pun dapat menerima informasi dari orang lain.

    Kemanapun kamu pergi akan selalu ada informasi mengenai tempat yang kamu tuju. Bertemu dengan siapakah kamu disana, maka informasi yang kamu peroleh seputar pengetahuan yang dimiliki orang tersebut.

    Surround yourself with people who have dreams, desire anda ambition; They'll help you push for, and realize your own.
     - Kushandwizdom -
    See: Pengaruh orang lain terhadap perkembangan anak
  2. Tahap transformasi (tahap pengubahan materi)

    Dalam tahap ini, informasi yang telah diperoleh itu dianalisis, diubah atau ditransformasikan menjadi bentuk yang abstrak atau konseptual. Dibutuhkan ingatan itu sendiri untuk menghubungkan informasi yang satu dengan yang lain sehingga akan saling berkaitan.

    7x3= 21, Kamu tidak akan bisa memperoleh jawaban seperti itu jika kamu tidak mengerti tentang penjumlahan. Karena 7x3 merupakan 7+7+7.
     
  3. Tahap evaluasi
    Dalam tahap evaluasi, seorang siswa menilai sendiri sampai sejauh mana informasi  yang telah ditransformasikan tadi dapat dimanfaatkan untuk memahami gejala atau masalah yang dihadapi

Faktor yang memengaruhi belajar


Secara umum, menurut Muhibbin Syah (2001: 132) faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dapat kita bedakan menjadi tiga macam, yaitu:

Faktor internal (faktor dari dalam diri), yakni keadaan jasmani dan rohani. Yaitu: aspek fisiologis (jasmani, mata dan telinga) dan aspek psikologis (intelegensi siswa, sikap, bakat, minat dan motivasi).

Faktor eksternal (faktor dari luar siswa), yakni kondisi lingkungan di sekitar. Yaitu: lingkungan sosial (keluarga, guru, masyarakat, teman) dan lingkungan non-sosial (rumah, sekolah, peralatan, alam).

Faktor pendekatan belajar (bagi pengajar,) yakni jenis upaya yang meliputi strategi dan metode yang digunakan untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran, yang terdiri dari pendekatan tinggi, pendekatan sedang dan pendekatan rendah.

Konsep belajar 5M


Pemerintah selalu mengeluarkan kebijakan-kebijakan serta program pendidikan guna dapat mewujudkan siswa yang pandai dan berkompetensi, salah satunya yaitu perancangan kurikulum sekolah. Ada beberapa kurikulum yang pernah digunakan, diantaranya yang masih di pakai saat ini  adalah kurikulum K13 dan KTSP, semua itu bertujuan guna mendapatkan metode belajar yang efektif.

Dalam dunia pendidikan formal, para tenaga pendidik tentu tidak asing dengan konsep belajar 5M. Bagi kamu yang belum mengetahui konsep ini, berikut penjelasannya.
 
Learning
Image: Learning [pixabay]

  1. Mengamati (Observing)

    Metode mengamati mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran (meaningfull learning), karena metode mengamati sangat bermanfaat bagi pemenuhan rasa ingin tahu peserta didik, dengan metode observasi peserta didik menemukan fakta bahwa ada hubungan antara obyek yang dianalisis dengan materi pembelajaran yang digunakan oleh guru.
     
  2. Menanya (Questioning)

    Dengan pertanyaan maka siswa akan lebih aktif dan dapat berusaha lebih giat lagi untuk menjawab pertanyaan seorang guru tersebut dengan benar,maka dengan menanya seorang siswa akan berusaha lagi. Kemampuan bertanya yang baik merupakan indikasi bahwa kemampuan verbal seseorang telah berkembang dengan baik.
     
  3. Menalar (Associating)

    Pengalaman-pengalaman yang tersimpan dalam memori otak itu berelasi atau berinteraksi dengan pengalaman sebelumnya yang sudah tersedia atau dengan kata lain proses asosiasi. Penalaran ini dimaksudkan untuk proses berfikir yang logis dan sistematis atas fakta-kata empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan berupa pengetahuan.
     
  4. Mencoba (Experimenting)

    Hasil belajar akan terekam dalam memori peserta didik apabila diberi kesempatan untuk melakukan, mencoba atau mengalami tentu lebih memberikan nilai lebih dari hanya sekedar mendengarkan, karena aplikasi metode eksperimen atau mencoba dimaksudkan untuk mengembangkan berbagai ranah tujuan belajar yaitu sikap, keterampilan, dan pengetahuan.
     
  5. Mengkomunikasikan (Communicating)

    Dalam bentuk sederhana menkomunikasikan berarti mempersentasikan atau menunjukkan hasil pekerjaan kepada publik, secara lisan maupun tulisan atau dengan karya lainnya karena dengan menyajikan kita akan dapat mengetahui hasil dari semua pembelajaran

Konsep belajar 5M terhadap learning pyramid


5M merupakan sebuah konsep belajar efektif yang dapat digunakan oleh siapapun, karena konsep tersebut merupakan dasar konstruksi berfikir ilmiah, ketika melewati proses tersebut maka kebenaran atau kesimpulan yang di peroleh merupakan kebenaran yang paling mendekati yang bisa dijadikan sebuah rujukan.

Untuk lebih memudahkan kamu memahami ini, berikut Fenomena Harimu menyajikan infographic seputar persentase kemungkinan daya serap informasi seseorang memahami apa yang dipelajarinya dengan berbagai metodeLearning Pyramid.

Learning Pyramid
Image: Learning Pyramid
  
Our life merupakan mekanisme belajar, manusia tidak berhenti melakukan proses pembelajaran selama individu tersebut mampu berinteraksi. Dengan demikian beberapa tahapan pembelajaran yang efektif dapat kita jadikan landasan dalam berbagai kehidupan, bukan hanya sekedar di bangku sekolah, tapi dilingkungan sosial, karena hasil pemikiran, pembelajaran yang baik akan membuahkan hasil yang baik pula.

I see and I forget.
I hear and I remember.
I do and I understand.

- Confucius -


Referensi:
Bahtra, Fathan. 2013. Pengertian apa itu 5M. Bahtrafathan. Diakses 2 Januari 2017
Eksa, Yanuaria. 2014. Fase-fase Belajar menurut para Ahli. yanuariaeksa. Diakses: 2 Januari 2017
Irawati Istadi, Istimewakan Setiap Anak (Jakarta: Pustaka Inti, 2005), hal 54
Syah, Muhibbin. 2001. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: Rosda Karya
Withirington, H.C. 1991. Psikologi Pendidikan, terj. M. Bukhori, Jakarta: Rineka Cipta
Yunus, Mas. 2015. Implementasi Pembelajaran Saintifik 5M. Kompasiana. Diakses 3 Januari 2017

Sunday, January 8, 2017

Merasa Cemas? Tiga Hal yang perlu Kamu Ketahui saat Merasa Cemas!

Lita - dengan kegalauannya karena akan menghadapi UN, nafsu makan menurun drastis yang padahal jauh sebelum menjelang UN perutnya seakan tak pernah kenyang segala makanan masuk dari yang ringan bentuk cemilan sampai bakso, cuangki dan lain-lain. Hanya buku latihan UN yang terus bersamanya.

Mungkin kamu pernah mengalami masa-masa itu. Bahkan salah seorang teman kami, dua hari sebelum pelaksanaan UN kesehatannya menurun dan sempat dipanggilkan dokter pribadi untuk mengcek kesehatannya. Begitu dahsyatnya cemas yang menyelimutinya hingga membuat ia seperti itu.

Fenomena Harimu, Tiga hal yang perlu kamu ketahui saat merasa cemas!

Worried
Image: Worried girl [pixabay]

Menurut Kaplan, Sadock dan Grebb (dalam buku fitri Fauziah&Julianti Widuri 2007:73) kecemasan merupakan respon terhadap situasi yang mengancam, dan merupakan sesuatu yang normal terjadi menyertai perkembangan, perubahan, pengalaman baru atau yang belum dilakukan, serta dalam menemukan identitas diri dan arti hidup.

kecemasan adalah reaksi yang dapat dialami siapapun, namun cemas yang berlebihan, apalagi sudah menjadi gangguan akan menghambat fungsi seseorang dalam aktifitas sehari-hari.

Sedangkan menurut pendapat ahli lain menjelaskan bahwa kecemasan sebagai keadaan yang emosional fisiologis, perasaan yang tegang yang tidak menyenangkan dan perasaan aprehensi atau keadaan khawatir yang mengeluhkan bahwa sesuatu yang buruk akan segera terjadi (Nevid dkk, 2003).

Sederhana dalam mengelompokkan rasa cemas


Dalam keseharian kita setiap detik perasaan ini selalu berubah rubah, sepintas senang ceria melihat pemandangan kota dimalam hari dari atas mobil dijalan layang, namun tak lama kemudian rasa itu berubah ketika dihadapkan pada antrian kendaraan yang meumpuk seperti ular yang tak terlihat dimana kepalanya, kemudiaan jarum hjam yang terasa cepat berjalan, lebih lebih lagi telpon yang berdering acara makan malam bersama keluarga dan calon mertua yang sebentar lagi akan di mulai diretoran daerah kemang. Begitulah emosi manusia, ada "sejuta" emosi yang bisa berubah dalam tiap detiknya.

Kartini Kartono (2006:45) membagi kecemasan menjadi beberapa bagianyaitu:
  • Kecemasan Ringan

    Kecemasan ringan dibagi dalam dua kategori yaitu kecemasan ringan sebentar dan kecemasan ringan lama, kecemasan ringan dapat bermamfaat bagi kepribadian seseorang, karena kecemasan ringan dapat menjadi tantangan bagi individu untuk menjadi bisa dalam mengatasinya.

    Kecemasan yang muncul sebentar adalah kecemasan yang wajar pada individu akibat situasi yang mengancam dan individu tersebut tidak mampu mengatasinya, kecemasan ini akan bermanfaat bagi dirinya untuk menjadi lebih berhati hati dalam menghadapi situasi situasi yang sama yang membuatnya  cemas dikemudian hari.

    Kecemasan ringan yang lama adalah kecemasan yang bisa diatasi, akan tetapi karena individu tersebut tidak segera mengatasinya sehingga kecemasan itu mengendap lama dalam dirinya.
  • Kecemasan Berat.

    Kecemasan berat adalah kecemasan yang berakar secara mendalam dalam diri seseorang. Kecemasan ini dapat menghambat perkembang kepribadian seseorang. Kecemasan ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu kecemasan berat sebentar dan lama.

    Kecemasan berat sebentar dapat menyebabkan traumatis bagi seseorang yang mengalaminya jika menghadapi situasi yang sama sebelumnya.

    Sedangkan kecemasan berat lama bisa merusak kepribadian individu, semakin lama berlangsung akan semakin merusak kognisi individu tersebut, bahkan menyebabkan penyakit seperti darah tinggi,atau percepatan darah.
Gambar dibawah ini mengimplementasikan pengelompokkan diatas.
4 quadran cemas
4 kuadran Cemas
Gambar diatas hanyalah persepsi kami terhadap rasa cemas dalam ranah pendidikan sekolah. How about you?

So mengapa cemas itu muncul?


Mengapa cemas itu muncul dalam diri kita, apakah karena kita merasa senang, dapat hadiah, dapat uang banyak atau kebalikannya karena kehilangan sesuatu dan lain sebagainya, Zakiyah Darajat (Kholil Lur Rochman, 2010:167) mengemukakan beberapa penyebab timbulnya kecemasan yaitu:

Rasa cemas yang timbul akibat adanya bahaya yang mengancam dirinya, kecemasan ini lebih dekat dengan rasa takut, karena sumbernya terlihat jelas dalam fikiran.

Cemas karena merasa berdosa atau bersalah, karena melakukan hal-hal yang berlawanan dengan keyakinan atau hati nurani.

Kecemasan yang berupa penyakit dan terlihat dalam beberapa bentuk. Kecemasan ini disebabkan oleh hal yang tidak jelas dan tidak berhubungan dengan apapun yang terkadang disertai dengan rasa takut yang mempengaruhi keseluruhan kpribadiannya.

Beberapa contoh kejadian berikut sebagai bentuk penegasan mengapa cemas itu muncul, ketika kita lupa untuk mengerjakan tugas yang diberikan guru atau dosen, dipagi hari dalam perjalanan hati kita begitu bercengkrama, “aduh gimana nih, gk ngerjain tugas tar bakalan kena omelan, diberdirikan, atau di olok-olok ma yang lain” perasaan cemas yang berkecamuk ini sebagai respon karena adanya sesuatu yang akan mengancam dirinya.

Tiga hal yang perlu kamu garis bawahi.


Cemas merupakan hasil dari pemikiran terhadap masa depan kamu yang diakibatkan oleh hal yang kamu buat saat ini. Hal ini berarti sangat bergatung pada "PIKIRANMU."

Ketika kamu merasa cemas, berarti kamu memikirkan beberapa kemungkinan yang terjadi setelah kamu menjalani aktifitas "saat ini." Memikirkan hal tersebut membutuhkan waktu dan energi tersendiri saat berpikir sehingga menurunkan tingkat produktifitas kamu. Silakan pikirkan kemungkinan yang terjadi namun juga pikirkan hal yang harus dilakukan saat kemungkinan itu terjadi.

And see, another post from us:
We wish you enjoy :)
Thank's :)

Referensi
Kartini Kartono 2006. Psikologi Wanita 1, Mengenal Gadis Remaja&Wanita Dewasa. Bandung: Mkamur Maju
Kholil Lur Rochman, 2010. Kesehatan Mental. Purwokerto: Fajar Media Press
Nevid, J.S Rathus, S.A &Green, B. 2003. Psikologi Abnormal Jilid 1. Jakarta: Erlangga
Fitri Fauziah & Julianty Widuri, 2007. Psikologi Abnormal Klinis Dewasa. Jakarta: UI Press

Sunday, December 18, 2016

Pesan Moral yang dapat Kamu Ambil dari Fobia [Cherophobia]

Setiap orang tentu ingin merasa bahagia, apalagi mereka yang merasa hidupnya selalu dipenuhi tekanan serta masalah yang tidak ada habis-habisnya. Kebahagiaan seperti menjadi hal yang langka yang banyak orang ingin selalu raih hal tersebut.

Banyak buku yang memberikan tips "bagaimana menjadi bahagia" namun sampai saat ini kami belum pernah menemukan buku "bagaimana mengatasi bahagia," terdengar aneh, bagaimana mungkin orang harus mengatasi bahagia mereka sedangkan bahagia adalah hal yang paling banyak dicari oleh semua orang.

Walaupun seperti itu, tahukah kamu beberapa orang tidak ingin merasakan bahagia bukan karena mereka tidak menginginkan bahagia tersebut, melainkan mereka meyakini setelah kebahagiaan ini mereka akan menghadapi kesulitan. See, coba perhatikan video dibawah ini:


Seorang kakak yang tidak ingin kehilangan kelucuan adiknya. Seharusnya dia berbahagia saat itu—menikmati kelucuan adiknya. Namun yang dipikirkannya justru masa depan adiknya yang menurutnya tidak selucu sekarang. Jika kakaknya itu tidak bisa merasakan kebahagiaan saat itu, dan kemudian adik kecilnya tumbuh, mungkin kakaknya akan menyesal karena kehilangan kelucuan adiknya lagi.

Jadi, kapan kakak perempuannya merasa bahagia?? 

Fenomena ini mirip dengan fobia yang disebut sebagai Cherophobia. Ya, kami katakan mirip karena kami tidak bisa mengatakan secara pasti orang itu memiliki fobia ini atau itu—karena kami bukan ahli. :)

Namun, untuk kamu ada hal yang dapat kita jadikan pelajaran dari fobia ini. Fenomena Harimu, pesan moral yang dapat kamu ambil dari Cherophobia.

Cherophobia, mengapa fobia?


Sebelum membahas apa itu cherophobia kita terlebih dahulu mengatahui arti dari phobia. Untuk dapat memahami dengan jelas, berikut arti secara etimologi dan termenologi.

Image: Siap disuntik? [pixabay]

Menurut kamus ilmiah pupuler “fobi” yaitu kecendrungan perasaan seseorang yang ditandai dengan rasa takut yang berlebihan, sekalipun objek yang ditakuti tidak ada alasan yang jelas. Dengan demikian fobia adalah rasa takut yang berlebihan ( Prima pena 2006).

Sedangkan defenisi fobia menurut kamus psikologi adalah suatu ketakutan yang kuat, terus menerus dan irasional dengan ditimbulkan oleh suatu perangsang atau situasi khusus, seperti suatu ketakutan yang abnormal terhadap tempat tertentu.

Sementara kartini kartono (dalam buku Abnormal 1989:112) mendefinisikan fobia sebagai ketakutan atau kecemasan yang abnormal, tidak rasional tidak bisa dikontrol terhadap suatu situasi terhadap objek tertentu.

Semua phobia adalah ketakutan yang tak beralasan, yang bertalian dengan perasaan bersalah atau pun malu, ditekan, kemudian berubah takut pada suatu yang lain, dengan begitu terpendamlah konflik atau frustasi yang dialaminya. Jadi phobia adalah rasa takut yang berlebihan kepada suatu hal atau fenomena yang membuat hidup seseorang yang menderitanya terhambat.

Sedangkan untuk faktor penyebabnya secara umum menurut Kartini Kartono adalah yaitu phobia dapat disebabkan oleh suatu pengalaman ketakutan yang hebat yang pernah dialami, pengalaman asli ini dibarengi rasa malu dan rasa  bersalah kemudian semua ditekan untuk melupakan kejadian-kejadian tersebut.

Dan jika mengalami stimulus yang sama akan timbul respon yang bersyarat kembali, sungguhpun peristiwa pengalaman yang asli sudah dilupakan, respon-respon ketakutan hebat selalu timbul kembali meski ada usaha-usaha untuk menekan dan melenyepkan respon tersebut

Cherophobia, mengapa chero?


Cherophobia terdiri dari dua kata yaitu “Chero”  adalah emosi ketenangan atau kebahagiaan, “phobia” adalah perasaan cemas atau takut yang berlebihan.dengan demikian Cherophobia adalah rasa takut akan kebahagiaan, kenyaman, dan suatu keadaan yang memungkinkan dirinya merasa bahagia, seseorang yang mengidap penyakit ini merasa enggan bahkan tidak mau untuk bertindak dan mengambil keputusan menjadi bahagia.

Apakah kasus cherophobia ini sebagai sesuatu yang dianggap normal, tentu jawabannya tidak, cherophobia dapat dikatakan sebagai suatu yang abnormal dan kasus yang langka, karena secara umum emosi manusia mengharapkan kebahagiaan.

Yang dapat kamu ambil dari Cherophobia


Sejenak dan mensyukuri apa yang anda rasakan saat ini, dengan kondisi fisik yang sempurna, mata yang melihat, kaki yang masih bisa melangkah dan tangan yang bisa bergerak, bahkan kecerdasan dan paras yang anggun. Rasa ketidakpuasan selalu ada dalam diri setiap individu.

Open your eyes guys! Tidak selamanya orang lepas dari permasalahan hidup, jika kamu berbahagia saat ini. Nikmati kebahagiaan tersebut serta syukuri dan bersiaplah untuk tantangan selanjutnya yang melupakanmu untuk merasa bahagia. Dan disaat itu tiba, bersemangatlah, juga tetap bersyukur. Jikalaupun tertatih-tatih, cukuplah bersabar.

Fenomema cherophobia merupakan cermin dalam kehidupan ini, bahwa manusia merupakan mahluk dinamis yang bergantung pada apa yang ada disekitarnya dan perlu di topang oleh ilmu pengatahuan sebagai motor yang dapat menghantarkan pada kehidupan yang baik.

Bercermin pada orang yang lebih baik, kaya, tampan dan sebagainya sebagai cambuk motivasi, menghargai diri sendiri saat memandang yang lebih rendah sebagai wujud syukur anda terlahir begitu sempurna dan mulia.

Kehidupan yang dinamis akan mengalami berbagai proses sosial yang akan melahirkan keadaan dan kondisi yang berbeda di setiap prosesnya, terkadang anda diatas lalu dibawah, sedih lalu menjadi bahagia, dengan demikian perdalam pengatahuan dan sadari bahwa semua itu merupakan dinamika kehidupan sebagai manusia.

Bagaimana menghadapi si Cherophobia


Berbagai kemunngkinan bisa saja terjadi, bagaimana kalau kamu bertemu dengan seseorang yang telah divonis memiliki fobia ini? beberapa analisa yang dapat menjadi pelajaran dalam menghadapi seseorang yang mengalami cherophobia, yaitu sebagai berikut;
  • Berikanlah sebuah penghargaan sebagai wujud akan keberadaan dirinya di tengah kehidupan bersama orang yang ada disekitarnya. Dalam poin ini pembaca memberikan contoh riil bahwa dalam kebahagiaan itu selalu ada orang yang mendukung di sekitarnya dan tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain.
  • Memuji ketika dirinya mampu melakukan perbuatan yang baik, meskipun perbuatan tersebut sebenarnya hal yang sederhana bagi orang yang normal. Pujian dapat menjadi stimulus dan dalam waktu tertentu menjadi doktrin dalam kpribadiannya. Poin ini mengacu pada ilmu psikologi tentang bagaimana pengaruh lingkungan dalam membentuk karakter individu
.

Pilihan dalam tindakan yang mengarah pada pengambilan keputusan untuk menjadi bahagia merupakan sebuah prestasi besar, dan mereka yang menggapai prestasi besar tersebut seringkali menjadi teladan yang baik juga mudah mempengaruhi orang lain (menjauhkan dari orang yang psimistis terhadap kebahagiaan) serta memberikan penghargaan sebagai alat untuk membangun motivasi.
So, to gain your awareness kami menyarankanmu untuk membaca:
Check it out :)

Referensi:

Kartono. Kartini. 1889. Psikologi Abnormal dan Abnormalitas Seksual. Bandung: Mandar Maju
Miller, Alex. 2014. Sadie doesn't want her brother to grow up. Youtube. Diakses: 16 Desember 2016 
Tim Prima Pena 2006. Kamus Ilmiah Pupuler Edisi Lengkap. Surabaya: Gitamedia Press.