Friday, December 15, 2017

Review Buku: Whatever You Think, Think The Opposite (Apapun yang Anda Pikirkan, Berpikirlah Sebaliknya)

Buku yang akan dibedah selanjutnya adalah Whatever You Think, Think The Opposite (Apapun yang Anda Pikirkan, Berpikirlah Sebaliknya). Buku ini akan membuatmu tak menyesal mengambil keputusan yang salah dan menjadikannya sebuah keberuntungan.

Paul Arden akan menunjukkan bagaimana resiko akan membuatmu aman dalam hidup. Kadang kamu tak butuh alasan untuk melakukan sesuatu agar hal itu berjalan dengan baik. Semua tentang bagaimana menumbuhkan rasa percaya diri untuk membalikkan keadaan menjadi lebih baik.

Buku ini sangat sederhana namun sungguh menarik hati. Illustrasi yang menarik dengan penjelasan singkat yang menyentuh. Paul Arden menyajikannya dalam bentuk cerita yang menarik dan sulit ditebak. Latar putih dengan tulisan berwarna hitam pada sampul memberi kesan sederhana dan rendah hati, namun setiap tulisan di buku ini memberi pesan yang sangat berarti.

Sayangnya, buku ini hanya setebal 144 halaman sehingga bisa diselesaikan dalam waktu cepat. Pembaca yang ketagihan dengan gaya tulisan Paul Arden harus bersiap menunggu dan merogoh saku lebih dalam utuk menikmati karyanya yang lain.

I WISH MEANS : Wouldn’t it be nice if.. or I WANT MEANS : If I want it enough, I will get it.
(SAYA HARAP: Tidak dapat menjadi baik jika .. atau SAYA INGIN: jika saya merasa menginginkannya saya akan mendapatkannya). Hal 22-23

Kadang hidup tak seperti yang diharapkan sehingga membuat kamu mengambil keputusan yang aman dan sama dengan yang lain. Hidupmu akan sama dengan yang lain dan itu membosankan. Hal itu membuatmu berandai-andai jika hidupmu bisa berubah.

Pilihan lain adalah melakukan yang kamu inginkan dan pastikan meraih impianmu. Kamu akan melakukan sesuatu sesuai dengan yang dibutuhkan. Tentunya bukan keputusan yang aman dan seperti yang dipikirkan oleh orang lain.

Kamu akan bertanggaung jawab dengan hal itu dan berusaha sekuat tenaga untuk mencapai apa yang kamu impikan. Bukan hal mudah, tapi akan ada jalan. Percayalah, kamu akan meraih impianmu di waktu yang tepat. Orang-orang yang menyayangimu akan membantumu dengan caranya masing-masing.

Don’t be negative with rejection
 (Jangan bersikap negatif terhadap penolakan). hal 166

Impianmu yang berbeda terkadang mendapatkan penolakan dari banyak pihak. Misalnya, orang tuamu yang menolakmu untuk masuk di jurusan yang kamu inginkan dengan berbagai alasan. Contoh lainnya, bosmu yang tak yakin dengan keputusan yang kamu ambil dan takut akan merugikan perusahaan.

Mereka melakukan itu karena sayang padamu. Penolakan itu jangan membuatmu takut dan gentar. Percayalah, kamu bisa membuat mereka tercengang saat melihat ketekunanmu untuk menggapainya. Mereka akan mendukungmu lebih dari yang kamu tahu.

In our new mind of maturity we begin to think in a more adult way. We become grown up. Recklessness and risk are not compatible with age. Risk becomes something which must be carefully considered
(Didalam pemikiran baru kita mengenai kedewasaan, kita mulai berpikir dengan cara yang lebih dewasa. Kita telah berubah menjadi dewasa. Kecerobohan dan resiko tidak ada kaitannya dengan usia. Resiko menjadi sesuatu yang harus dipertimbangkan dengan cermat). Hal 36.

Kadang menjadi dewasa berarti lebih berhati-hati mengambil keputusan. Hal itu membuat seseorang terkungkung dalam ketakutan yang dibuatnya sendiri. Segala hal direncanakan dan harus berjalan sesuai rencana, tetapi membuatmu tak berani melangkah maju. Takut kalah sebelum berperang.

Sesekali bernostalgialah. Saat kamu tak takut memiliki kulit yang hitam karena keasyikan bermain layangan. Saat kamu masuk ke kolam tak peduli bisa berenang atau tidak. Bayi 12 bulan yang tak peduli berapa kali pun terjatuh tetap mencoba berjalan. Setelah itu, ia tak lelah berjalan lebih cepat untuk bisa berlari. Masa kecil tanpa ketakutan dan membuatmu meraih yang kamu inginkan.

Do it , then fix it as you go.
(Lakukan saja, kemudian perbaiki seiring berjalannya waktu). hal 52

Jangan biarkan ketakutan menguasai dirimu. Rencana tetap dibutuhkan sebagai pendamping langkah pertama. Bila kegagalan datang, siapkan rencana lain. Oleh karena itu, kamu tetap butuh banyak rencana untuk meraih yang kamu impikan. Seperti kata pepatah "Banyak jalan menuju roma." Keep struggle and fighting.

Selain itu, kesempurnaan bukan ditunggu melainkan diusahakan. Kadang sebagian orang memilih merencanakan sesuatu hingga sempurna dan tersadar bahwa ia kehabisan waktu untuk mewujudkannya. Paul Arden menyarankan lakukan yang kamu bisa dan perbaiki sedikit demi sedikit seiring berjalannya waktu sehingga bisa mencapai kesempurnaan yang diimpikan.

It’s better to regret what you done than what you haven’t
(Lebih baik menyesali apa yang telah kamu lakukan daripada tidak melakukan apa-apa). hal 26

Kamu sudah melakukan yang terbaik dan jangan biarkan penyesalan menyewa ruang di kepalamu. Setidaknya kamu belajar salah satu atau dua hal yang menjadikannya gagal. Hal ini bisa menjadi evaluasi kekurangan yang ada dalam langkahmu. Setiap kegagalan datang, siapkan langkah baru dan lakukan segera. Kamu akan bertumbuh, akan berkembang dari caramu menyikapi kegagalan.

Gagal lagi, usaha lagi. Gagal lagi, usaha lagi. Kegagalan tak menjadi alasan untuk berhenti melangkah dan memberikan usaha yang terbaik. Keberhasilan  akan hadir setelah usaha tiada henti dan pantang menyerah.

No One but Number One
 (Tidak menjadi siapa-siapa melainkan menjadi yang pertama). Hal 66

Laiknya roda yang berputar. Kegagalan akan berganti menjadi keberhasilan, begitu pun sebaliknya. Kegagalan tak boleh membuatmu berkecil hati dan menjadikanmu bukan siapa-siapa.

Setiap orang bisa menjadi yang terbaik di bidangnya, menjadi nomor satu. Tidak ada kehidupan yang gagal, melainkan ketidakmampuan untuk bangkit serta bersiap meraih impian yang sebenarnya sudah di depan. Be Positive thinking, keep going, and be number one.

Buku Whatever You think Think The Opposite
Buku Whatever You Think Think The Opposite
Pesan Buku Whatever You think Think The Opposite
Via Belbuk

Referensi :
Paul Arden. 2006. Whatever You Think, think The Opposite. UK : Penguin Books.

Friday, December 8, 2017

[Return Trip Effect] Mengapa Perjalanan Pulang Terasa lebih Cepat daripada Pergi

Ketika melakukan perjalanan ke suatu tempat, seringkali perjalanan saat pergi terasa lebih lama daripada perjalanan saat pulang. Apakah kamu juga pernah merasakannya? Jika ya, maka kamu tidak sendiri.

Banyak orang yang mengalami fenomena ini yang dikenal dengan ‘return trip effect’ (efek perjalanan pulang). Teori perjalanan pulang adalah fenomena psikologis dimana perjalanan pulang terasa lebih cepat daripada perjalanan pergi, padahal jarak dan waktu yang ditempuh sama saja. Berikut fenomena harimu paparkan mengapa efek perjalanan pulang bisa terjadi.

Return trip effect
Image: Trip [Pixabay]

Otak sudah familiar dengan kondisi jalan


Alasan ini mengacu pada teori familiaritas yang dicetuskan pada tahun 1950. Teori ini berlaku pada jalan asing yang belum sering kita lalui. Familiaritas (merasa akrab) adalah teori tertua dalam return trip effect, diteliti pada tahun 1950-an.

Logikanya, saat perjalanan pergi, otak kita masih ‘asing’ dengan kondisi jalan, memori otak terfokus pada jalan dan objek-objek yang kita lewati sehingga perjalanan terasa lebih lambat. Sedangkan saat perjalanan pulang, meski melalui jalur yang sama, otak kita sudah tidak merasa asing, sudah merasa akrab (familiar) dan memahami kondisi jalan.

Dan kemudian teori ini ditentang oleh Niels can de Ven.

Antara persepsi–ekspektasi–realita


Alasan ini mengacu pada teori yang dicetuskan oleh Niels van de Ven pada tahun 2011, cenderung mengkritik teori familiaritas. Menurutnya, jika efek perjalanan pulang terjadi karena otak yang masih asing atau sudah familiar dengan kondisi jalan, maka hal ini tidak berlaku dalam perjalanan menggunakan pesawat terbang, karena objek yang terlihat baik saat pergi maupun pulang hanyalah sekumpulan awan.

Nyatanya para penumpang pesawat masih mengalami efek perjalanan pulang. Menurut Niels, efek perjalanan pulang terjadi karena adanya persepsi dan ekspektasi dari seseorang itu sendiri.

"Often we see that people are too optimistic when they start to travel, So you start the return journey, and you think, 'Wow, this is going to take a long time,
–Niels van de Ven.
(Seringkali kita melihat orang-orang terlalu optimis saat memulai perjalanan, dan ketika perjalanan berakhir, kamu berfikir ‘Wow, ini akan memakan waktu lama’) –Niels van de Ven.

Niels melakukan dua penelitian, penelitian pertamanya menguji efek perjalanan kembali dari sebuah perjalanan bus. Di sini, 57 wanita mengatakan bahwa perjalanan dalam perjalanan pulang lebih pendek. Studi pertamanya menyimpulkan bahwa semakin banyak peserta berpikir bahwa perjalanan awal akan memakan waktu lebih lama, semakin mereka merasa perjalanan pulang memakan waktu lebih lama.

Penelitian kedua Niels menguji perjalanan sepeda dengan 93 siswa dan rute yang tidak diketahui. Mereka secara acak ditugaskan ke dalam kelompok 5-10 orang dan harus melakukan perjalanan di dua rute yang berbeda, sama dengan waktu dan jarak yang sama. Mereka menyatakan bahwa rute dalam perjalanan pulang adalah rute yang lebih pendek.

Ketika perjalanan pergi, seseorang akan optimis akan cepat sampai tujuan, sehingga perjalanan terasa lebih lama daripada yang diharapkan. Sedangkan saat perjalanan pulang, seseorang tidak seoptimis ketika pergi.

Kita sering melebih-lebihkan berapa lama perjalanan pulang akan berlangsung dan tidak mengharap akan cepat sampai, sehingga perjalanan terasa lebih cepat. Kesimpulannya, teori Niels ini adalah keterkaitan antara persepsi–ekspektasi–realita.

Mengkhawatirkan waktu


Alasan ini salah satunya mengacu pada teori Richard A. Block, bahwa keinginan seseorang untuk cepat sampai membuat kita terlalu berkonsentrasi pada waktu yang dihabiskan dalam perjalanan, sehingga terasa lebih lama.

Hal ini diperkuat oleh peneliti lain bahwa kita ingin menghabiskan banyak waktu di tempat tujuan, kita khawatir waktu kita di tempat tujuan akan berkurang, terpotong karena perjalanan pergi yang lama. Karena terlalu khawatir, kita cenderung terus mengecek jam tangan atau ponsel, waktu berjalan terasa lebih lambat saat perjalanan pergi. Sedangkan saat pulang, kita tidak mengkhawatirkan waktu.

“Although it is exactly the same distance, feels in many cases shorter than going there because time is not that important and so our attention is diverted or distracted by events occurring around us," 
–Dan Zakay, psychologist.

(Meski jaraknya sama persis, terasa dalam banyak kasus (perjalanan pulang) lebih pendek daripada perjalanan pergi, karena waktu (saat perjalanan pulang) tidak begitu penting sehingga perhatian kita dialihkan atau terganggu oleh kejadian yang terjadi di sekitar kita). –Dan Zakay, psikolog.

Bagaimanapun, perasaan kita tentang berapa banyak waktu yang terlewat adalah subjektif, mudah bias oleh hal lain yang terjadi di sekitar kita, seperti suasana hati kita atau apa yang sedang kita lakukan saat itu.

Seperti ketika kita sedang terlambat, kita cenderung terus-menerus mengecek jam tangan, waktu saat itu terasa begitu lambat. Gagasan ini sesuai dengan pepatah lama, ‘Panci yang diawasi tidak pernah mendidih,’ dan ‘waktu berlalu saat kamu bersenang-senang.’ '

Ini juga membantu menjelaskan fenomena waktu yang sepertinya melambat saat kehidupan kita berisiko. Hal ini juga terjadi dalam ingatan kita: Bila kita lebih memperhatikan periode waktu tertentu, kita cenderung mengingat bahwa periode waktu itu lebih lama.

Referensi :
Marsoum, Amanes. Return Trip Effect: Fenomena Psikologis yang Paling Sering Kamu Alami. 2016. inovasee
Stromberg, Joseph. The Return Trip Effect: Why The Trip Home Always Feels Shorter Than The Trip There. 2015. vox
Swanson, Ana. The science behind why the return-trip always feels shorter than the trip there. 2015. washingtonpost

Monday, December 4, 2017

Review Buku: Chairul Tanjung Si Anak Singkong

Chairul Tanjung adalah sosok pengusaha muda yang patut menjadi teladan bagi para pemuda. Perjuangan hidup dan kerja keras untuk mengubah kehidupan serta mewujudkan cita-citanya dapat kita baca dalam buku biografi ‘Chairul Tanjung Si Anak Singkong’. Buku ini lahir sebagai bentuk syukur atas 50 tahun kehidupannya yang luar biasa.

Buku ini ditulis oleh Tjahja Gunawan Diredja, seorang wartawan harian Kompas. Gaya bahasa yang digunakan gaya sastrawan Ramadhan K.H (Alm) yang berbahasa formal, bertutur yang disertai kerendahan hati. Oleh karena itu, pembaca bisa mersakan soul dari kisah perjuangan Chairul Tanjung yang inspiratif.

Chairul Tanjung dilahirkan di daerah Kemayoran, Jakarta merasakan sulit hidup berpindah-pindah karena keadaan ekonomi yang pasang-surut. Akhirnya, mereka berpindah ke daerah kumuh bernama Gang Abu, Batu Tulis, Jakarta. Sejak kecil, orang tuanya menanamkan prinsip mengutamakan pendidikan untuk lepas dari jerat kemiskinan.

Pola pendidikan yang diterapkan lebih kepada bentuk dan contoh konkret. Ia menganggap semua hal, baik formal maupun informal, merupakan proses pendidikan yang terasa manfaatnya hingga saat buku ini ditulis.

Agar bisa keluar dari kemiskinan, pendidikan merupakan langkah yang harus ditempuh dengan segala daya dan upaya. Hal 5

Orangtuanya berusaha keras agar keenam anaknya, termasuk Chairul Tanjung, dapat bersekolah hingga perguruan tinggi. Semangat kedua orang tuanya membuat Chairul Tanjung dapat mengenyam pendidikan di Universitas Indonesia jurusan Fakultas Kedokteran Gigi.

Jurusan ini belum begitu terkenal di tahun 1980 an, tapi itu tak menyurutkan semangat Chairul Tanjung untuk breprestasi. Kisah masa kecil dan remajanya yang sulit tak diceritakannya pada teman-teman malah menjadi acuan baginya untuk lebih prestatif.

Tinggal di lingkungan kumuh Gang Abu, dengan berbagai permasalahan dan kesulitan yang saya alami, tidak serta harus diceritakan kepada teman-teman di kampus. Tidak! Ini ranah privacy saya dan segala masalah yang ada harus bisa diselesaikan sendiri. Saya senantiasa harus bisa tersenyum sat bertemu teman-teman di kampus, juga harus dapat menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya saat mereka sesekali menanykan kondisi kehidupan saya. Enggan saya umbar air mata apabila hanya memancing barisan tanya berikutnya. Hal 7

Biaya awal kuliah hasil dari penjualan kain halus ibunya, selanjutnya ia berusaha keras menghidupi dirinya sendiri dengan menjadi juragan fotokopi hingga penjual alat dan bahan praktikum kedokteran gigi. (Bagaimana ia bisa menjadi juragan fotokopi?)

Aktifitas kuliah dan usaha yang padat tak menyurutkan kepeduliannya pada kegiatan sosial di kampus. Ia berhasil memajukan usahanya hingga keuntungannya berlipat, nilai-nilai di mata kuliahnya baik, dan membuat kegiatan sosial hingga tingkat provinsi di Sumatera Barat dan Timur-Timur. Chairul Tanjung pun menjadi mahasiswa teladan, aktivis, sekaligus pebisnis.

Setelah kuliah, ia dilema ingin mengabdikan diri sebagai dokter Gigi di pedalaman atau menjadi pebisnis. Chairul Tanjung mantap memilih menjadi pebisnis atas saran Pak Arifin, pembantu Dekan III FKG UI bidang Kemahasiswaan pada masa itu. Kemampuan komunikasi serta membangun relasi yang baik sejak masa kuliah membuka CV. Abadi Medical & Dental Supply yang di kala itu lebih berorientasi pada gaya bukan keuntungan. Alhasil, bisnisnya pun merugi dan  tutup. Dari situ Chairul Tanjung belajar bisnis masa kampus berbeda dengan masa pasca kampus.

Kegagalan berbisnis tak menyurutkan semangatnya menjadi pebisnis. Selanjutnya, ia gagal dalam pembuatan pabrik sepatu karena Mr. Wong pemilik pabrik bangkrut. Ia pun menjual mobil sedan miliknya dan kembali menggunakan kendaraan umum. Kemudian, ia mendapatkan pekerjaan  merenovasi pabrik sepatu milik Kasogi. Tak disangka hasil pekerjaannya yang bagus membuat pemilik pabrik sepatu tersebut sehingga ia disarankan untuk membuat pabrik sepatu.

Chairul Tanjung dibantu oleh kedua temannya Untung Sentausa dan Aris Mulyono membuat perusahaan dengan modal pabrik sepatu setengah jadi  milik Mr. Wong dan pinjaman dari bank Exim 150 juta rupiah. Perjalanan tak mudah, mereka tak mendapat order selama 3 bulan. Michael Chiam dikawal dari pagi hingga malam agar mendapatkan pesanan. Akhirnya, mereka mendapat pesanan sandal beach yang sedang digandrungi warga eropa. Keuntungan pun datang. Entahlah, pabrik sepatu pun menjadi pabrik sandal.

Chairul Tanjung yang mumpuni membuat banyak pengusaha percaya padanya. Ia diamanahi mengelola Bank Karman yang sakit parah dan berhasil memajukannya menjadi Bank Mega yang dipercaya banyak nasabah. Ia juga menjadi bank swasta pertama di Indonesia yang mengembangkan bank dengan konsep syariah bernama Bank Mega Syariah.

Ia juga menantang dirinya membuat tontonan televisi bermutu sehingga muncul Trans TV. Ia juga membeli TV7 yang sedang mengalami kerugian menjadikannya TV bermuatan program lokal bernama Trans 7. Awalnya, kedua televisi itu  membuatnya merugi ratusan milyar setiap bulannya hingga ia nyaris putus asa. (Kemudian bagaimana beliau menghadapi hal ini?)

Chairul tanjung juga diamanahi mengelola Carrefour Indonesia. Raksasa retail asal Prancis itu mendatanginya dan menawarkan kerjasama. 40 persen saham dibelinya sehingga Carrefour resmi milik Indonesia. Carrefour sekarang dikenal dengan TransMart dan menjadi pusat perbelanjaan yang inovatif sekaligus edukatif (Seperti apa konsep yang ditawarkan sehingga Carrefour resmi menjadi milik Indonesia?).

Chairul Tanjung yang dikenal supel dan rendah hati ini sudah memiliki puluhan ribu karyawan yang menjadi tanggung jawabnya. Ia berusaha keras untuk tetap berkarya sebagai tanda syukur dari rahmat yang telah Allah berikan padanya.

Saya bisa seperti ini karena yakin ini kehendak Tuhan. Hasil yang sudah saya capai sekarang merupakan bantuan tangan Tuhan. Tidaklah mungkin perusahaan yang saya kelola bisa tumbuh cepat kalau bukan karena kehendak Tuhan. Karena ini amanah dari Yang di Atas, maka harus saya pertanggungjawabkan. Ya, caranya harus bersyukur. Bagaimana caranya bersyukur? Ya saya harus kerja keras. Saya besarkan perusahaan. Tuhan menghendaki agar saya mengembangkan perusahaan lebih besar agar bisa menampung tenaga kerja lebih banyak dan memberikan kemaslahatan kepada orang banyak. Hal 304

Buku Chairul Tanjung Si Anak Singkong
Image: Buku Chairul Tanjung Si Anak Singkong
Via Belbuk


Referensi :
Diredja, Tjahja Gunawan. 2012. Chairul Tanjung Si Anak Singkong. Jakarta : PT. Kompas Media Nusantara

Wednesday, November 29, 2017

Kenali Kepribadian Koleris, Perilaku, Kekuatan dan Kelemahan Mereka Lebih Jauh

Satu dari 4 kepribadian yang terakhir yang akan kita bahas adalah si koleris, dari yang sebelumnya telah kita bahas yaitu kepribadian melankolis, plegmatis dan sanguinis.

Jika kamu telah mengetahui kepribadian melankolis sebagai "si pemikir" plegamtis sebagai "si pecinta ketenangan" dan sanguinis sebagai "si pecinta keramaian" maka menurutmu sebagai apa orang dengan kepribadian koleris ini?

Setelah mengetahui ini dan jika kamu telah membaca 3 kepribadian lainnya, maka kamu akan dapat mengelompokkan orang yang kamu temui kedalam 4 kategori kepribadian ini dan perlakuanmu terhadap mereka menjadi jauh lebih terarah dan lebih baik tentunya.

Kembali kami ingatkan, setidaknya setiap orang memiliki 2 kategori kepribadian ini secara dominan. Artinya tidak mutlak seseorang hanya memiliki 1 kepribadian.

Untuk kepribadian koleris, seperti apa kepribadian yang satu ini? Apa saja sifat yang membuat seseorang bisa mendapat sebutan kepribadian melankolis? Mari kenali kepribadian ini, perilaku, kekuatan dan kelemahannya lewat ulasan berikut ini.
Kepribadian Koleris
Image: Kepribadian Koleris [Pixabay]

Apa itu kepribadian koleris ?

Kepribadian koleris adalah salah satu dari empat kepribadian manusia yaitu sanguinis, plegmatis, melankolis dan koleris. Jika kepribadian sanguinis adalah kepribadian yang ceria dan hidup, koleris adalah kepribadian yang kuat. sifat-sifat kepribadian koleris akan dibahas lebih detail di poin-poin berikutnya.

Kepribadian plegmatis, perilaku, kekuatan dan kelemahan

Jika seorang melankolis memiliki sifat introvert, maka seorang koleris bersifat sebaliknya, yaitu ekstrovert. Perilakunya cenderung tegas dan kuat. Kepribadian koleris memiliki kesukaan terhadap petualangan dan tantangan.


Seorang koleris senang memerintah dan mengatur, sehingga tak heran jika mereka tidak memiliki banyak teman. Apalagi mereka juga tidak mau mengalah sehingga banyak orang yang lebih memilih menghindar dari mereka. Namun demikian, kekuatan mereka meliputi:

  • Suka mengatur dan memimpin
    Orang dengan kepribadian koleris adalah seseorang yang suka sekali mengatur orang lain. Di satu sisi ini merupakan hal yang baik karena bisa menjadi motor penggerak dalam suatu grup. Mereka juga bisa menjadi leader dengan kepemimpinannya.
     
  • Mau memimpin serta berorganisasi
    Karena sifat mereka yang seorang pemimpin alias leader, mereka adalah seseorang yang mau memimpin. Mereka juga sangat cocok dalam berorganisasi.
     
  • Bebas dan mandiri
    Karena sifatnya yang suka memimpin, mereka adalah seseorang yang mandiri. Mereka juga berkarakter bebas.
     
  • Berani menghadapi setiap tantangan dan masalah yang menghadang
    Seorang koleris menyukai tantangan. Mereka tidak mudah menyerah terhadap tantangan dan masalah. Mereka juga tidak mudah mengalah karena sifat tegas yang mereka miliki.
     
  • Tidak terlalu memerlukan teman
    Karena sifat mereka yang mandiri dan bebas, mereka tidak terlalu memerlukan teman dalam kehidupan mereka.
     
  • Membuat serta menentukan tujuan
    Jika Anda dalam suatu organisasi dan membutuhkan seorang leader untuk membuat dan menentukan tujuan, Anda memerlukan seorang koleris. Mereka sangat pandai membuat dan menentukan tujuan. Selain itu mereka juga sangat produktif dan mampu mencari pemecahan yang praktis.
     
  • Berkemauan keras untuk mencapai target
    Karena sifat kepribadian koleris yang tegas dan tidak menyerah dalam tantangan, mereka punya kemauan yang keras untuk mencapai target.

Dan termasuk kelemahan mereka meliputi:

  • Tidak sabaran
    Orang dengan kepribadian koleris cenderung tidak sabaran dan cepat emosi alias cepat marah. Sehingga ini sering menyebabkan orang lain merasa tidak nyaman dengan mereka.
     
  • Bossy
    Karena mereka cenderung suka memimpin dan memerintah, sifat bossy mereka bisa membuat orang lain jengah. Banyak orang yang akhirnya menjauh karena tidak mau diatur-atur oleh seorang koleris.
     
  • Terlalu kaku
    Tidak heran jika seseorang suka memerintah, mereka juga menjadi seseorang yang terlalu kaku. Mereka juga cenderung terlalu keras dan tegas sehingga membuat orang lain tidak nyaman dan pada akhirnya menghindar.
     
  • Menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan
    Karena mereka berkemauan keras mencapai target, terkadang seorang koleris menggunakan segala cara untuk hal tersebut. Dalam hal ini tentu saja tidak hanya cara yang bersih.
     
  • Banyak menuntut
    Seorang koleris memiliki sifat cenderung banyak menuntut orang lain. Ini membuat mereka banyak dijauhi oleh orang lain karena tidak menyukai terlalu dituntut.
     
  • Pencemburu tapi mudah berselingkuh
    Pasangan Anda seorang koleris? Jika ya sebaiknya hati-hati, karena mereka cenderung pencemburu tapi sayangnya juga mudah berselingkuh. Dua kombinasi sifat yang sangattidak menguntungkan dalam suatu hubungan. 

Beberapa tokoh yang termasuk kepribadian koleris diantaranya Margaret Tatcher, Bush, Hitler, Saddam Husain. Ketika berinteraksi dengan si koleris ada baiknya to the point, singkat, jelas, dan tepat.

Sifatnya yang kuat membuat sebagian besar dari mereka tidak ingin didominasi atau diambil alih oleh orang lain dalam hal apapun, terutama pada bidang yang mereka minati, karena biasanya mereka enggan mendengar.

Mereka berorientasi terhadap hasil, jika kamu berdiskusi dengannya mereka akan lebih tertarik terhadap pertanyaan "apa". Itu akan memunculkan jawaban yang jelas.

Referensi:
Apriana, Dina. 2015. 4 Tipe Kepribadian (Koleris, Sanguinis, Melankolis, Plegmatis). dina-apriana
____.2007. Sanguinis, Melankolis, Koleris, Plagmatis. ahli.wordpress

Perilaku Kepribadian Melankolis, Kekuatan dan Kelemahan

Dua artikel sebelumnya telah yang telah dibahas yaitu kepribadian sanguinis dan plegmatis. Sanguinis dengan begitu enerjiknya dan plagmatis dengan kecintaannya terhadap ketenangan.

Kemudian, bagaimana dengan kepribadian lainnya seperti melankolis? Perlu kamu ketahui, setiap orang tidaklah mutlak memiliki satu kepribadian dari 4 kepribadian ini. Setiap orang memiliki semua kepribadian namun hanya satu atau dua kepribadian yang menonjol pada pribadi orang tersebut.

Seperti seorang yang melankolis tidak selamanya selalu seperti itu, ia bisa saja terlihat enerjik layaknya si sanguinis dalam kondisi situasi khusus atau orang-orang tertentu bagi mereka.

Untuk kepribadian melankolis, seperti apa kepribadian yang satu ini? Bagaimana seseorang bisa disebut berkepribadian melankolis? Apa saja sifat yang membuat seseorang bisa mendapat sebutan kepribadian melankolis? Mari kenali kepribadian ini, perilaku, kekuatan dan kelemahannya lewat ulasan berikut ini.

Albert Einstein Melankolis
Image: Albert Einstein [pixabay]

Apa itu Kepribadian Melankolis?

Lebih dulu kita akan mengenal apa itu kepribadian melankolis. Kepribadian ini adalah salah satu dari empat kepribadian, yaitu Sanguinis, Koleris, Melankolis dan Plegmatis. Untuk kepribadian melankolis sendiri adalah seseorang yang serius serta tertutup. Namun orang dengan kepribadian ini adalah seseorang yang kritis. Lebih jauh tentang kepribadian ini akan dibahas di poin selanjutnya.

Kepribadian Melankolis, Perilaku, Kekuatan dan Kelemahan

Orang dengan kepribadian melankolis adalah seseorang yang introvert. Tipe ini juga adalah tipe yang pemikir. Orang dengan kepribadian ini bukan orang yang suka dengan keramaian alias lebih suka menyendiri. Walaupun begitu mereka memiliki daya imajinasi yang tinggi serta memiliki rasa seni. Karya seni yang mereka hasilkan pun memiliki nilai seni yang tinggi. Sehingga kekuatan mereka meliputi:

  • Menyukai data
    Orang dengan kepribadian yang satu ini menyukai segala hal yang berkaitan dengan data. Sehingga bagi kamu yang berkepribadian melankolis cocok untuk bekerja dalam bidang analisa. Selain itu juga cocok bekerja di bidang yang memerlukan data dan hitungan.
     
  • Tidak menyukai publikasi
    Orang berkepribadian melankolis lebih suka bekerja di belakang layar dan tidak menyukai publisitas. Bagi mereka yang penting dalam bekerja adalah caranya. Jadi jika temanmu memiliki kepribadian ini, jangan heran jika temanmu lebih suka bekerja di belakang layar di mana tidak menarik perhatian.
     
  • Serius dan tekun
    Seperti yang sudah disebut sebelumnya, orang dengan kepribadian ini cenderung serius. Selain itu juga merupakan orang yang tekun.
     
  • Filosofis dan puitis
    Jika kamu bertemu dengan orang berkepribadian melankolis yang filosofis dan puitis, jangan heran lagi. Orang dengan kepribadian ini memang memiliki rasa seni yang tinggi juga pemikir yang sangat mendalam.
     
  • Setia
    Kamu ingin seseorang yang sangat setia sebagai pendamping hidup? Maka orang dengan kepribadian melankolis mengguli dalam kesetiaan.
     
  • Mendorong anak dalam hal intelegensi dan bakat
    Orangtua yang memiliki kepribadian ini akan sangat mendorong anaknya dalam hal intelegensi dan bakat. Mereka akan membantu memaksimalkan potensi anak mereka.

Namun si melankolis juga memiliki kelemahan yang meliputi:
  • Perfeksionis
    Sayangnya kepribadian ini memiliki kekurangan yang membuat mereka berpikir bahwa segalanya harus sempurna. Pendek kata, mereka perfeksionis. Segala hal harus dilaksanakan sebaik-baiknya bahkan walaupun hal tersebut sesuatu yang kelihatan remeh.

  • Mudah Baper
    Orang dengan kepribadian ini adalah seseorang yang sensitif dan peka. Maka jangan heran jika mereka mudah baper. Mereka juga melihat sesuatu dari sisi yang negatif. Ucapan seseorang mudah membuat mereka ‘down’. Hal itu juga tidak mudah mereka lupakan dan bisa membuat mereka murung.
  • Pesimistis
    Kelemahan kepribadian ini yang selanjutnya adalah pesimistis. Mereka berpikir bahwa mereka tidak mampu melakukan suatu hal. Padahal mereka sebenarnya memiliki bakat dan potensi yang besar.
  • Memiliki kepercayaan diri yang rendah
    Poin ini berhubungan dengan kelemahan kepribadian melankolis sebelumnya, yaitu mudah baper. Ini karena kepercayaan diri mereka kecil. Mereka juga mudah merasa malu dan minder jika bergaul dengan orang yang lebih keren dari mereka.
  • Mudah merasa tertekan
    Jangan heran jika kamu bertemu seseorang bertipe kepribadian melankolis dan mudah merasa tertekan. Ini memang salah satu kelemahan kepribadian mereka. Sifat mereka yang perfeksionis tidak terbiasa dengan sesuatu yang berubah-ubah. Jadi jika menghadapi situasi demikian mereka akan mudah merasa tertekan dan stres.
     
  • Pendendam
    Mungkin ini salah satu kelemahan kepribadian melankolis yang sangat mengganggu. Mereka adalah pribadi yang pendendam. Mereka sulit melupakan kejadian yang mereka alami. Terutama kejadian yang membuat mereka sakit hati dan terluka. Jadi jangan heran jika kepribadian ini akan membalas dendam, baik secara postif maupun negatif. 

Tokoh yang termasuk dalam kepribadian melankolis diantaranya Napoleon, Bonaparte, Albert Einstein, Mahathir Muhamad. Jika kamu berbicara dengan mereka, mereka akan memerhatikan setiap perkataanmu dan membandingkannya dengan pengetahuan yang ada dalam pikirannya.

Hindari menyampaikan informasi yang kebenarannya belum pasti, gunakanlah data yang terpercaya atau setidaknya referensi. Ketika kamu asal berbicara, jika itu keliru mereka akan mengabaikannya atau menganalisa perkataanmu ("mengapa kamu berkata demikian") dan kemungkinan kecil bagi mereka untuk menyanggah pernyataanmu.

Sehingga, sesuai atau tidaknya pernyataanmu terhadap mereka sebaiknya mintalah mereka untuk menanggapi perkataanmu. Jika kamu terus berbicara, mereka hanya akan mendengar dan menganalisa. Mereka suka pertanyaan mengapa, sehingga membuat mereka terus menggali lebih dalam pikirannya.

Referensi:
Apriana, Dina. 2015. 4 Tipe Kepribadian (Koleris, Sanguinis, Melankolis, Plegmatis). dina-apriana
____.2007. Sanguinis, Melankolis, Koleris, Plagmatis. ahli.wordpress
loading...