Tuesday, August 22, 2017

Ciri Kepribadian Ambivert, Perilaku, Pekerjaan, Relasi dan Tokoh

Bagi pembaca Fenomena Harimu yang telah membaca artikel sebelumnya mengenai kepribadian introvert
dan ekstrovert, adakah diantara kamu yang merasa bahwa sebagian dari dirimu adalah introvert sekaligus ekstrovert?

Kamu tidak mengada-ada, karena ditengah-tengah dua kutub kepribadian tersebut, ada yang disebut sebagai kepribadian ‘ambivert. Jadi, Carl Jung mempopulerkan konsep ekstroversi dan introversi di awal 1920an.

Jung mengidentifikasi kelompok ketiga tapi tidak menyebutkannya atau menulis banyak tentang hal itu. Tidak sampai tahun 1940-an, istilah ‘ambivert’ mulai umum digunakan oleh psikolog.

There is no such thing as a pure introvert or extrovert. Such a person would be in the lunatic asylum. – Carl G. Jung
(Tidak ada yang namanya introvert murni atau ekstrovert. Orang seperti itu akan berada di rumah sakit jiwa.)

Sebagaimana dikatakan oleh Jung, tidak ada satu orang pun yang seratus persen introvert maupun ekstrovert. Yang ada hanyalah kecenderungan pada salah satu diantara dua kepribadian tersebut. Atau jika tidak, maka kamu termasuk dalam kaum ambivert.

Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Travis Bradberry, Ph.D. berjudul, '9 Signs That You’re An ambivert' dikatakan bahwa ambivert memiliki keunggulan yang berbeda dari introvert dan ekstrovert sejati.

Karena kepribadian mereka tidak terlalu condong ke kedua arah, mereka memiliki waktu yang lebih mudah untuk menyesuaikan pendekatan mereka dengan orang-orang berdasarkan situasinya. Hal ini memungkinkan mereka untuk terhubung lebih mudah, dan lebih dalam lagi, dengan lebih banyak jenis orang.

Ciri bahwa kamu kepribadian ambivert


Mengisi ulang tenaga. Kaum ambivert mendapat energi dari luar dan dalam dirinya. Jika kamu adalah seorang ambivert, kamu menikmati menghabiskan waktu dengan sekelompok orang, namun hanya dalam waktu beberapa saat saja.

Suasana pesta atau keramaian bukanlah sesuatu yang membuat kamu merasa tidak nyaman. Tapi terlalu banyak menghabiskan waktu dengan orang lain bisa membuatmu merasa lelah secara fisik dan emosional.

Di sisi lain, terlalu banyak waktu sendirian juga terasa seperti pemborosan dimana banyak orang introvert dengan senang hati meluangkan sebagian besar waktunya untuk menyendiri dengan teh dan buku yang bagus, orang-orang yang ambivert sering melihat hal tersebut semacam tidak produktif.

Penerimaa Informasi. Kamu cukup senang bertemu orang baru, asalkan pada saat itu kamu bergabung dengan teman lainnya. Kamu meyukai pengalaman dan pertemuan baru.

Namun, kamu perlu ‘jeda’ untuk akrab dengan orang baru tersebut. Jika terlalu banyak menerima informasi dari orang tersebut, kamu akan kehilangan fokus dalam pembicaraan.

Bagimu, menjadi pusat perhatian sangatlah menyenangkan, tapi tidak untuk waktu yang lama. Kamu akan merasa tidak nyaman ketika terlalu lama menjadi pusat perhatian.

Beberapa teman baik mengira kamu adalah seorang intovert, sementara yang lain menganggap kamu adalah bagian dari kaum ekstrovert.

Seringkali kamu tidak tahu apa yang kamu inginkan. Kamu adalah jiwa introvert karena jiwa yang bijaksana, sederhana, dan pendiam. Di sisi lain, kamu adalah ekstrovert karena menyukai kebebasan dan kepercayaan yang diberikan kepadamu yang penuh semangat.

Pengajar kepribadian ambivert
Image: Pengajar [pixabay]

Pekerjaan yang cocok untuk si ambivert


  1. Human Resource Development (HRD)
    HRD bertugas untuk merekrut karyawan serta menempatkannya pada posisi yang tepat. Sebagai seorang ambivert, kamu bisa membaca karakter mereka dengan kekuatan introvertmu dalam menganalisa, juga dengan kekuatan ekstrovertmu memancing untuk membuat mereka akrab dan nyaman saat mengobrol denganmu.
     
  2. Psikolog
    Seorang psikolog mempunyai misi untuk meringankan beban pikiran pasiennya serta membantu memecahkan masalah yang dihadapi. Psikolog mendengarkan seluruh keluh kesah mereka.

    Disini, ambivert menggunakan kekuatan introvert sebagai pendengar yang baik, sekaligus orang yang mampu untuk memberikan nasihat-nasihat layaknya seorang sahabat dengan kekuatan ekstrovert.
     
  3. Guru
    Guru memiliki misi untuk mendidik murid-muridnya, tidak hanya dalam pelajaran, namun juga dalam psikis, guru mempunyai kewajiban untuk dekat secara pribadi kepada murid-muridnya.

    Hal ini untuk mengetahui bagaimana pendapat sekaligus kesulitan mereka dalam belajar. Dalam hal ini, kekuatan sebagai seorang introvert sekaligus ekstrovert sama-sama dibutuhkan.
     
  4. Jurnalis
    Seorang jurnalis harus bergerak cepat, pintar mengatur waktu dan tidak boleh malu-malu. Kalau tidak, tentu kamu tak akan pernah bisa mendapatkan berita bagus sekaligus mewawancarai orang-orang penting, kan?

Tokoh dengan kepribadian ambivert


Salah satu tokoh terkenal yang berkepribadian ambivert adalah Leonardo DiCaprio, pemain utama dalam film Titanic. Beberapa tokoh ambivert lain yang terkenal adalah John Lennon, Celine Dion, Rowan Atkinson, Angelina Jolie, Johnny Depp, dan William Shakespeare.

Bagaimana si ambivert dalam menjalani hubungan



  • Bisa menangani semua jenis situasi sosial
    Ambivert merasa nyaman saat menonton film atau sedang ke pesta. Fleksibilitas ambivert memudahkan untuk merencanakan acara dengan pasangan.

    Yang harus diingat bahwa ambivert tidak dapat melakukan satu hal atau yang lainnya terlalu lama.
     
  • Ambivert tidak menghakimi pasangan saat pasangan sedang moody
    Karena memang seringkali ambivert juga murung, ia lebih mengerti ketika pasangannya juga sedang moody.

    Namun pasangannya tidak akan pernah tahu sisi mana yang akan muncul pada saat itu. Beberapa hari ambivert ingin dibiarkan sendiri, dan di hari-hari lain ambivert akan mengirim pesan dan menghubungi pasangannya tanpa henti.
     
  • Ambivert tidak terburu-buru dalam menjalin hubungan
    Ambivert nyaman menunjukkan kasih sayangnya pada pasangannya, tapi ambivert juga merasa nyaman dengan kebebasan, jadi pasangan ambivert tidak akan terburu-buru dalam menjalin sebuah hubungan.
     
  • Cukup stabil secara emosional
    Salah satu masalah terbesar bagi seorang ekstrovert dan introvert adalah identitas diri. Mereka merasa seolah-olah mereka terikat oleh label mereka (label sebagai ekstrovert atau introvert).

    Ketika seorang ekstrovert sedang bersenang-senang, mereka akan untuk menutupi keinginan mereka untuk sejenak beristirahat demi mempertahankan label mereka.

Ketika seorang introvert merasa kesepian, terkadang mereka ragu untuk menghubungi orang lain. ambivert tidak dibatasi oleh label sosial ini, ambivert tidak akan ragu untuk berhenti sejenak jika ingin berhenti, juga ketika ingin memulai pembicaraan. Hal ini akan memudahkan komunikasi pasangan.

Referensi:
Bradberry, Travis.  Talen Smart, 9 Signs That You’re An ambivert. 2017. Talentsmart. Diakses: 14 Agustus 2017
Leader Economic. 10 Signs That You May Be An ambivert.  2016.Leaderoconomics. Diakses: 14 Agustus 2017
IDN Times. Karena Para ambivert Itu Istimewa, Ini 13 Pekerjaan yang Cocok Buat Mereka! 2016. Idntimes. Diakses: 15 Agustus 2017
Her Campus Media. 15 Reasons To Date An ambivert. 2016. Hercampus. Diakses: 15 Agustus 2017

Friday, August 18, 2017

Ciri, Perilaku, Pekerjaan, Hubungan dan Tokoh Dengan Kepribadian Ekstrovert

Setelah membaca artikel Fenomena Harimu mengenai kepribadian introvert minggu lalu, apakah kamu merasa bahwa kepribadianmu sangat bertolak belakang dengan ciri-ciri kepribadian introvert tersebut?

Jika iya, ada kemungkinan kamu adalah bagian dari kaum ekstrovert. Apalagi jika kamu sadar bahwa energimu justru meningkat setelah berinteraksi dengan banyak orang, meskipun kamu bukanlah orang yang begitu periang. Jika kamu termasuk kaum ekstrovert, artinya kamu adalah kaum yang mendominasi penduduk dunia,

Extroverts outnumber introverts by about three to one.” – Marti Olsen Laney
(Kaum introvert kalah jumlah dengan ekstovert, tiga banding satu.)

Pada artikel sebelumnya telah dijelaskan bahwa seorang yang pemalu tidak selalu berarti bahwa ia berkepribadian introvert, Marti Olsen Laney, Psy. D,. juga menyatakan bahwa persepsi kita tentang ekstovert belum tentu benar, mereka yang ekstrovert belum tentu lebih ramah atau periang dari kaum introvert.

Relasi ekstrovert
Image: Relasi Ekstrovert [pixabay]
Perlu diingat bahwa perbedaan mendasar antara kaum introvert dan ekstrovert terletak pada cara mereka mengisi ulang ‘baterai’ yang mereka miliki.

Ciri-ciri jika kamu seorang ekstrovert


Berikut fenomenaharimu paparkan ciri-ciri ekstrovert dilansir dari buku The introvert Advantage karya Marti Olsen Laney, Psy.D,
  1. Mengisi ulang tenaga

    Kaum ekstovert mendapat energi dari dunia luar. Kebanyakan ekstrovert sangat senang berbicara, melakukan aktivitas, dan bekerja sama dengan orang lain. Fokus mereka terletak di luar diri mereka sendiri.

    Ekstrovert dapat menyegarkan diri dengan mudah yaitu dengan melakukan sesuatu di luar. Mereka mungkin akan kehabisan tenaga jika mereka tidak dapat berhubungan dengan dunia luar atau orang lain.
     
  2. Penerimaan informasi

    Mendapat banyak pengalaman adalah kesenangan tersendiri bagi kaum ekstrovert. Tentu saja, kaum ekstrovert juga membutuhkan istirahat, namun untuk alasan yang berbeda.

    Jika ekstrovert pergi ke perpustakaan, ia hanya mampu berada disana dalam waktu singkat. Ia perlu berjalan-jalan, membeli makanan ringan atau berbicara dengan pustakawan. Karena mereka menyukai lingkungan yang hidup.
     
  3. Perluasan akan sesuatu

    Kaum ekstrovert menyukai sesuatu yang luas yaitu banyak teman dan pengalaman. Mereka mengetahui sedikit tentang semua hal, menjadi seorang generalis. Mereka tidak suka apabila ada sesuatu hal yang tak mereka tahu.
     
  4. Ahli dan senang berbicara.

    Dengan berbicara, tenaganya merasa terisi oleh perhatian, juga ketika mereka menjadi pusat perhatian.

Beberapa pekerjaan yang mendukung untuk si ekstrovert


  • Pengacara

    Menjadi pengacara merupakan karir yang menarik bagi kaum ekstrovert. Ketika pergi ke pengadilan, mereka harus merasa nyaman berbicara di depan ruang sidang yang penuh dengan orang-orang.

    Mereka harus percaya diri dalam memperdebatkan masalah hukum di depan hakim, bertanya pada saksi dan terdakwa. Mereka harus bisa membuat argumen menarik. Mereka harus mengkomunikasikan fakta baik secara tertulis maupun lisan.
     
  • Konsultan keuangan

    Salah satu pilihan terbaik bagi kaum ekstrovert adalah konsultan keuangan. Kemampuan yang dibutuhkan adalah berbicara dan berinteraksi dengan baik pada klien.

    Mereka harus menjalin hubungan baik dengan klien yang akan membantu mereka mendiskusikan hal-hal penting yang bersifat finansial dan pribadi.

    Penasihat keuangan juga membutuhkan keterampilan penjualan yang kuat untuk memasarkan layanan mereka sendiri, terutama jika mereka wiraswasta.
     
  • Spesialis hubungan masyarakat

    Menjadi pemecah masalah dan penulis yang baik tidaklah cukup bagi seorang  spesialis hubungan masyarakat. Mereka harus memiliki kemampuan interpersonal yang baik untuk menumbuhkan jaringan kontak media yang relevan dan menjaga hubungan kerja yang kuat dengan kontak tersebut.

    Mereka harus merasa nyaman tidak hanya memulai kontak dengan laporan, editor dan anggota media lainnya, tetapi juga berbicara untuk organisasi yang mereka wakili. ekstrovert sejati akan berkembang dalam karir yang sibuk dan serba cepat seperti hubungan masyarakat.
     
  • Perencana acara

    Perencana acara adalah profesional bisnis yang menyelenggarakan berbagai acara yang berkisar dari pesta pernikahan dan pesta hingga konferensi, konvensi dan pertemuan profesional. Perencana acara menghabiskan banyak waktu untuk berinteraksi dengan orang lain.

    Mereka berbicara dengan klien untuk menemukan kebutuhan dan gagasan mereka. Kemudian mereka bekerja sama dengan vendor dan pemasok yang tepat untuk memenuhi kebutuhan tersebut dan menegosiasikan kontrak dan harga.

    Segala kemampuan sebagai perencana acara ini sangat cocok dengan kepribadian kaum ekstrovert.
Beberapa pekerjaan diatas tidak lah selalu mutlak dengan seluruh kepribadian ekstrovert. Setiap orang memiliki kecerdasan yang beragam seperti olah tubuh, kemampuan berbicara, musik, kemampuan mengenal ruang dan bidang dll.

Jika orang tersebut telah mengenali kecerdasan yang paling unggul pada dirinya, akan lebih baik ia mengejar karir yang berhubungan dengan kecerdasan dominannya.

Untuk memahami kecerdasan ini, kamu dapat mengetahuinya lebih lanjut pada artikel kami 'Setiap orang adalah ahli.

Tokoh dengan kepribadian ekstrovert


Salah seorang tokoh ekstrovert yang sukses mengembangkan potensi dirinya adalah Oprah Winfrey, tokoh perempuan yang paling berpengaruh di dunia pada saat ini. Ia seorang ekstrovert yang mengalami banyak pengalaman buruk sejak kecil hingga remaja.

Tokoh sukses lain yang merupakan kaum ekstrovert adalah Steve Jobs (pendiri pendamping, ketua, dan mantan CEO Apple Inc.),  dan Margaret Thatcher, perempuan pertama yang menjadi Perdana Menteri Inggris.

Bagaimana perilaku ekstrovert dalam menjalin hubungan.


  1. Melakukan sebagian besar pembicaraan.
    Dalam suatu hubungan, pasangan ekstovert hampir melakukan semua atau sebagian pembicaraan. Karena mereka memang cenderung suka berbicara.
     
  2. Jarang melewatkan kesempatan untuk bertemu
    Ketika pasangan introvert dalam sebuah hubungan seringkali punya alasan bagus mengapa mereka harus melewatkan pesta atau pertemuan sosial lainnya, pasangan ekstrovert justru jarang melewatkan ksempatan untuk bertemu dengan teman atau orang yang dicintai.
     
  3. Tidak Menunda Penyelesaian setelah bertengkar
    Pasangan ekstrovert lebih suka membicarakan sesuatu sesegera mungkin setelah bertengkar dengan pasangannya. Sementara pasangan intover butuh waktu untuk memikirkan semuanya.

Referensi:
Sharp, Daryl. Personality Types, Jung’s Model of Thypology. 1987. Toronto: Inner City Books
Laney, Marti Olsen. The Introvert Advantage, Berkembang dan Berhasil di Dunia Ekstrover. 2013. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Degree Wuery. Top 10 Careers for Extroverts. 2017.degreequery. Diakses 10 Agustus 2017
Earthables. 8 Teltale Signs You’re In An-Introvert-Extrovert Relationship. 2016. earthables. Diakses 8 Agustus 2017

Monday, August 14, 2017

Ciri, Perilaku, dan Tokoh Dengan Kepribadian Introvert

Pernahkah kamu mencoba sebuah tes psikologi kepribadian yang memetakan antara kepribadian introvert dan ekstrovert? Ternyata, kata introvert dan ekstrovert ini telah digunakan selama hampir seratus tahun untuk mendeskripsikan kepribadian seseorang.

Salah satunya karena perilaku kedua kepribadian ini sangatlah mudah untuk dibaca karena berasal dari seorang fisiolog. C.G Carl Jung, pencetus pemetaan introvert dan ekstrovert mengatakan pentingnya mengetahui kepribadian seseorang,

Classification does not explain the individual psyche. Nevertheless, an understanding of psychological types opens the way to a better understanding of human psychology in general
 – C.G Jung –
(Klasifikasi tidak menjelaskan jiwa individu. Namun demikian, pemahaman tentang tipe psikologis membuka jalan menuju pemahaman yang lebih baik tentang psikologi manusia pada umumnya.)

Bagi kamu yang cenderung pemalu, apakah hasil yang kamu dapatkan menyatakan bahwa kamu adalah seorang introvert? Perlu kita diketahui, seorang yang pemalu tidak selalu berarti bahwa ia berkepribadian introvert, seperti yang dikataka oleh seorang psikolog bernama Marti Olsen Laney, Psy. D,.

“Seorang introver tidaklah sama dengan seorang pemalu atau seorang yang mempunyai kepribadian menutup diri, dan introversi bukanlah suatu penyakit.”

Ia juga mengatakan bahwa karakteristik terkuat yang membedakan kaum introvert adalah sumber kekuatan mereka.

Ciri-ciri jika kamu seorang introvert


Berikut fenomenaharimu paparkan ciri-ciri introvert dilansir dari buku The Introvert Advantage karya Marti Olsen Laney, Psy.D,
  1. Mengisi ulang tenaga. Fokus introvert terletak dalam pikirannya sendiri. Mereka membutuhkan tempat yang tenang dan sunyi agar dapat merenung dan mengisi ulang tenaga. Juga kaum introvert membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengisi ulang tenaga daripada kaum ekstrovert, dan tenaga mereka lebih cepat habis.
     
  2. Penerimaan informasi. Bagi introvert, berada di tengah-tengah orang banyak seperti keramaian atau lingkungan yang berisik dapat menguras energi mereka.

    Kaum introvert mungkin menyukai banyak orang, namun setelah mereka bicara pada siapa pun, mereka biasanya akan mulai merasa perlu untuk menyingkir, beristirahat, dan mengambil napas.
     
  3. Pendalaman akan sesuatu. Kaum introvert senang mendalami sebuah topik dan lebih sering mencari ‘kualitas’ daripada ‘kuantitas’. Karena itu, penting bagi mereka untuk membatasi topik pembicaraan atau aktivitas menjadi satu atau dua topik saja agar tidak merasa kewalahan.
     
  4. Ragu untuk berbicara serta tidak akan menawarkan ide-ide yang mereka miliki dengan bebas, sehingga kita harus bertanya langsung untuk mengetahui pendapat mereka
     
  5. Tidak menunjukkan ekspresi wajah atau reaksi yang berlebihan

Waktu santai introvert
Image: relax [pixabay]

Perilaku introvert dalam meraih keberhasilan


Beberapa introvert yang salah menafsirkan dirinya sebagai seorang ekstrovert atau bahkan berpura-pura menjadi ekstrovert, sering kali tidak menyadari bahwa mereka melakukannya. Hal tersebut hanya akan membuatmu kewalahan.

Perlu diketahui bahwa sepertiga orang Amerika adalah introvert, mereka memiliki banyak kekuatan sehingga banyak dari mereka yang terkenal dan dihormati sebagai pemimpin, ilmuwan, dan inovator.

Hanya karena introvert, bukan berarti harus terpaku pada meja kerja dan menghindari berbicara pada orang lain. Meskipun kita merasa tidak ingin membuang waktu dengan obrolan ringan, tidak ada cara yang lebih baik untuk memberi keuntungan pada karir kita daripada dengan terlibat dalam jaringan kantor selama beberapa menit dalam sehari. Paling tidak, yang lain akan menyadari bahwa kita ada, dan kita bahkan bisa membuat beberapa teman sejati di perjalanan karir kita.

Bicarakan contoh-contoh atas pencapaian dari pekerjaanmu sepanjang tahun, termasuk contoh saat Anda melampaui panggilan tugas untuk mewujudkan sesuatu. Bicarakan pada mereka saat rapat tinjauan kinerja.

Nyatakan apa yang awalnya diminta untuk kamu lakukan, lalu katakan apa yang telah kamu lakukan untuk mencapainya. Juga bicarakan, atau tulislah hal-hal yang kamu rencanakan tahun depan, apa tujuanmu, bagaimana kamu merencanakan untuk memberi lebih banyak nilai kepada atasan dalam beberapa hari mendatang.

Email, IM chat, Whatsapp dan lainnya telah membuat komunikasi bisnis mudah bagi introvert. Tidak ada lagi waktu tatap muka. Gunakan alat ini untuk mendeskripsikan tentang proyek, sasaran, tugas, tenggat waktu, jadwal, ulasan, pencapaian, dokumentasi dan sebagainya.

Berjalanlah di sekitar kantor, gunakan headphone untuk beberapa waktu (jika diizinkan), 'jangan diganggu' di luar kantor untuk menikmati waktumu di kantor,

Tokoh dengan kepribadian introvert


Siapa yang tidak kenal J.K Rowling? Penulis novel Harry Potter ini mengakui bahwa dirinya adalah seorang introvert. Juga dengan salah satu aktor di film tersebut yaitu Emma Watson. Tokoh sukses lain yang merupakan seorang introver adalah Bill Gates (co-founder Microsoft), Albert Einstein dan Mahatma Gandhi.

Cara si introvert dalam menjalin relationship


Beberapa introvert sangat puas dengan hidupnya meski pun tidak memiliki hubungan istimewa dengan siapa pun. Tetapi kebanyakan lebih memilih untuk mempunyai hubungan istimewa dengan seseorang.

Bagi introvert, berkencan adalah tugas yang membuatnya tidak yakin (enggak PD), sehingga mereka memulainya dengan perasaan takut. Bagi mereka, hal tersebut seperti memasuki ruangan yang dipenuhi orang yang sedang menari, dan ini artinya membutuhkan energi yang sangat besar.

Banyak introvert yang menikah dengan ekstrovert. Ada beberapa alasan yang mendasari hal tersebut:
  1. Ada lebih banyak ekstrovert daripada intovert. Perbandingannya 3:1
  2. Kebutuhan terhadap pribadi yang berlawanan.
  3. Kaum ekstrovert seringkali mengambil peran untuk berbicara dan bertindak dalam suatu hubungan, artinya kaum introvert dapat relaks dan tidak merasa harus berbicara banyak.

Referensi:
Sharp, Daryl. Personality Types, Jung’s Model of Thypology. 1987. Toronto: Inner City Books
Laney, Marti Olsen. The Introvert Advantage, Berkembang dan Berhasil di Dunia Ekstrover. 2013. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.
Chain, Susan. An Introvert’s 5 Tips for Career Success. 2017. http://www.quietrev.com
Seven Career Success Tips For Introverts. 2016. https://www.thesuccessmanual.in

Monday, August 7, 2017

Hindari 5 Kategori Anggapan yang Kurang Baik Ini Ketika Berbicara!

Pernahkah kamu mendengar orang yang begitu mudahnya mengatakan "pasti!", "tidak mungkin!" atau "mustahil!"?

Kamu adalah seorang anggota dari suatu organisasi dan dalam suatu rapat, kamu memberikan ide atas permasalahan yang sedang dihadapi. Kamu begitu yakin dengan ide mu, bahkan kamu memiliki data autentik untuk mendukung ide.

Dan tidak lama salah seorang dalam rapat mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap idemu. kamu menjelaskan lebih rinci, masih dalam emosi yang begitu yakin, dan ia masih mengatakan hal yang serupa. Ia tetap menolak idemu.

Kamu tidak merasa begitu yakin dengan alasan orang tersebut. Alasannya tidak masuk akal dan ia mengabaikan data yang kamu bawa. Bagaimana perasanmu?

Fenomena Harimu kali ini akan memaparkan 5 kategori anggapan yang kurang baik, yang mematahkan segala kemungkinan yang ada.

Anggapan
Image: Mendengar [Pixabay]

Cukup sering orang-orang beranggapan dengan mengatakan “pasti”, ”tidak pernah”, “coba aja kalo”, dan sebagainya. Apakah ini baik? Begitu mudahnya mereka mengatakan hal tersebut seolah-olah ia telah mengalami kejadian yang sama dan hal itu berlaku juga bagi kita.

Entah karena masalalunya. Mereka menjadi lebih tahu atau mereka pernah tahu. Tapi sekali lagi, apakah pengalaman mereka juga selalu berlaku sama untuk orang lain?

Maksud kami, kondisi kita sekarang tidak selalu seperti apa yang pernah dialami orang lain — namun bukan berarti kita menolak masukan mereka. Kita tetap harus belajar dari pengalaman orang lain kemudian kita sesuaikan dengan kondisi kita saat ini.

Sebaiknya orang juga tidak memaksakan hasil pembelajaran pengalamannya kepada orang lain. Solita Sarwono mengkategorikan judgement/ penilaian/ anggapan ini kedalam 5 kategori.

Sehingga, bagi kamu yang telah membaca artikel ini sampai habis. Hindari 5 kategori beranggapan yang kurang baik ini ketika kamu berbicara.


Anggapan 1# Assuming Inflexibility (Asumsi yang tidak fleksibel)


  1. “kamu tidak akan pernah bisa menyelesaikan tugas itu, kalo tidak memakai sepatu kulit.”
  2. “Pasti orang lain juga bakalan nyontek buat ngerjain itu.”
  3. “Pasti sore nanti hujan, soalnya sekarang panas banget.”
    Kata kuncinya adalah “pasti”, “Tidak akan pernah”,dan  “nggk mungkin”. Seolah-olah meramalkan hal yang pasti akan terjadi.

    Dalam beberapa kondisi penggunaan kata pasti di benarkan dan hal tersebut bergantung pada kalimat yang diucapkan. Seperti

    "Kiamat pasti akan terjadi."
    "Orang yang hidup pasti akan mengalami kematian."

    Penggunaan kata pasti yang tidak dibenarkan adalah ketika kemungkinan yang lain dapat terjadi dan ia tidak menanggapi kemungkinan-kemungkinan tersebut. "Kamu tidak akan pernah memiliki rumah jika tidak mau kredit." padahal bisa saja ia beli rumah secara langsung kontan.

    Anggapan 2# Blame Placing (Menyalahkan)


    1. “Kenapa kamu malah milih yang kuning? Coba aja kalo kamu milih yang biru, pasti pelanggan kita makin banyak.”
    2. “Coba aja kamu bisa kerja ditempat itu, kayanya bakalan bahagia hidup kita.”
    3. “Kalo aja kamu nggk milih-milih pekerjaan, sekarang kita bisa belanja untuk keperluan rumah tangga kita.”
      Kata kuncinya adalah “coba aja kalo”, dan “kalo aja kamu”. Orang menyalahkan pilihan orang lain karena kondisi yang disebabkannya kurang baik. Ia merasa jika saja orang lain melakukan apa yang dilakukannya, hal itu akan membuat keadaan menjadi lebih baik.

      Orang percaya bahwa pilihannya lebih baik daripada apa yang telah orang lain pilih. Padahal kalaupun orang lain memilih berdasarkan perintahnya, hal tersebut belum tentu lebih menguntungkan.

      Jika kondisi kurang menguntungkan maka ia menyalahkan, jika kondisi biasa-biasa saja bahkan menguntungkan namun ia diam.

      Menang sendiri
      Image: I'am right [pixabay]

      Anggapan 3# Dichotomizing (Dikotomisasi)


      1. “Zaman sekarang kalo enggak curang tuh, enggak bakalan sukses, yang ada malah mati kelaparan. Sok mending kelaparan atau sukses?”
      2. “Udah… pake aja baju yang ini biar keterima kerja, sok mending nganggur atau kerja?”
      3. “kalau kita nambahin ini di dagangan kita, dagangan kita lebih awet dan nggk rugi. Siapasih didunia ini yang mau rugi? Enggak adakan?”
        Tidak berkompromi terhadap pilihan, mereka memberi pilihan yang memaksa pendengar untuk memilih apa yang diinginkan oleh penyampai pesan. Paksaan memberikan tekanan, semakin dipaksa maka semakin tertekan yang artinya pendengar akan menjadi defensif atau pasrah mengikuti penyampai pesan.


        Sebaiknya tidak memberikan pilihan melainkan meminta pendapat seperti “Bagaimana?”

        Anggapan 4# Punctuating (Menyela)


        Lina: “kamu sih nyuruh saya milih yang ini, ternyata enggak sesuai sama warna bajunya”
        Sani: “Lohh kan kamu juga yang pengen beli sepatu ini, kamu sendiri yang bilang bagus”
        Lina: “Gara- gara kamu kali, kamu dari tadi bilang sepatu ini bagus.”

        Berbeda dengan blame placing, orang tidak ingin disalahkan dan menyela bukan karena kesalahannya yang mengakibatkan hal buruk terjadi. Orang beranggapan "aku masih benar hanya saja jika...."

        Anggapan 5# Failure to test assumption (Kesalahan menguji asumsi)


        Ayah     : ”mau jadi apa kamu kalo masuk kelas seni lukis? Enggak bakalan sukses, siapa coba orang kita yang bisa sukses lewat lukis?”
        Restu    : ”ih buktinya temennya mamah itu bisa sampe keluar negeri?”
        Ayah     : “emang siapa?”
        Restu    : "itu yang rumahnya di kecamatan sebelah, yang deket pantai. Beliaukan orang kita juga pah”
        Ayah   : “udah pokoknya jangan sampe kelas lukis, mending kelas yang lain selain seni lukis. Mau jadi apa kamu?!”

        Mungkin kelas seperti matematika dan bahasa lebih dibutuhkan oleh banyak industri yang mengakibatkan kelas lain mejadi lebih rendah peminat, mereka beranggapan bahwa kelas yang paling banyak dibutuhkan industri memiliki peluang sukses lebih besar.

        Kemudian bagaimana dengan bakat manusia yang beragam?


        Itulah 5 kategori anggapan yang dinilai kurang baik yang dapat membuat percakapan menjadi destruktif dan tentunya mempengaruhi hubunganmu dengan orang lain. Hindari 5 kategori anggapan ini dan jadilah contoh teladan yang baik untuk orang disekitarmu.
        Enjoy :)

        Referensi:
        Pambayun, Ellys Lestari. 2012. Communication Quotient. Jakarta: Rosda >> Dapatkan Bukunya

        Tuesday, August 1, 2017

        [Eksperimen Bobo Doll] Alasan Mengapa Anak Harus Diberikan Contoh yang Baik

        Pernahkah kamu mendengar pernyataan bahwa anak-anak adalah seorang ‘peniru ulung’? Anak-anak cenderung menirukan sesuatu melalui apa yang ia lihat, dengar dan rasakan.

        Sebelumnya, Fenomena Harimu telah menerbitkan artikel mengenai anak yaitu 'Pengaruh orang lain terhadap perkembangan anak' dan 'Anak di usia 5 tahun pertamanya' yang merupakan faktor lain mengapa anak mudah meniru sehingga kita dihadapan mereka harus memberikan contoh yang baik.

        Meniru adalah hal yang wajar. Hal ini dikarenakan, proses belajar tidak hanya secara fisik seperti belajar menari dan berkendara, tapi juga secara psikis (non fisik), dan meniru adalah salah satu proses belajar secara psikis melalui pembelajaran sosial (Social Learning).

        Social Learning atau Observational Learning ini dicetuskan oleh psikolog bernama Albert Bandura. Pembelajaran sosial diartikan bahwa seseorang belajar melalui pengamatan, imitasi, dan pemodelan.

        Pembelajaran sosial ini menggabungkan antara pengaruh kognitif, perilaku dan lingkungan. Bandura melakukan observasi mengenai pembelajaran sosial ini pada anak-anak yang dikenal dengan eksperimen boneka bobo (bobo doll experiment).

        Most human behavior is learned observationally through modeling: from observing others, one forms an idea of how new behaviors are performed, and on later occasions this coded information serves as a guide for action.” – Albert Bandura

        (Sebagian besar perilaku manusia dipelajari secara observasi melalui pemodelan: dari pengamatan orang lain, seseorang membentuk gagasan tentang bagaimana perilaku baru dilakukan, dan pada kesempatan selanjutnya informasi ini berfungsi sebagai panduan tindakan.)

        Anak dan Boneka
        Image: Anak dan boneka.  [Pixabay]

        Eksperimen bobo doll pada anak

        Albert Bandura mengemukakan bahwa proses pembentukan perilaku ditentukan oleh faktor kognitif dan faktor sosial.

        Dalam eksperimen Bandura terhadap Boneka Bobo tersebut memperjelas bahwa perilaku dapat dibentuk hanya dengan menonton model. Bandura melakukan penelitian pada sejumlah Taman Kanak-Kanak yang dibagi atas tiga kelompok.

        Setiap kelompok menonton sebuah film dimana seseorang (model) sedang menyerang dengan cara memukuli boneka plastik seukuran orang dewasa yang disebut ‘Boneka Bobo’,
        1. Kelompok pertama, penyerang (model) setelah selesai memukuli boneka, diberi permen, minuman ringan dan dipuji karena telah melakukan tindakan agresif.
        2. Kelompok kedua, penyerang (model) setelah selesai memukuli boneka, diberi hukuman karena telah berprilaku agresif.
        3. Kelompok ketiga, penyerang (model) tidak dihukum ataupun diberi hadiah, artinya tidak ada konsekuensi atas tindakan agresif yang dilakukannya.
        Setelah menonton model tersebut, anak-anak dibiarkan sendiri berada di ruangan yang penuh mainan, termasuk boneka bobo. Mereka diamati melalui cermin satu arah. Hasilnya, anak-anak pada kelompok pertama dan ketiga lebih sering meniru perilaku model dibandingkan dengan anak-anak pada kelompok kedua.

        Kesimpulan dari eksperimen tersebut, anak-anak belajar dari perilaku model melalui observasi, yakni melihat sendiri yang dilakukan model. Apa yang dilihat atau dialami oleh seseorang akan disimpan dalam pikirannya sebagai bentuk kognitif.

        Kemudian memori tersebut akan menjadi referensi baginya, dan bila ia berada dalam situasi yang sama ia akan cenderung mengulanginya.

        Proses anak dalam meniru contoh model


        Menurut Bandura, manusia tidak langsung meniru begitu saja, namun memikirkan konsekuensi atas perilaku yang akan ia tiru. Apakah akan berdampak positif pada dirinya atau sebaliknya. Proses meniru ini terdiri atas empat tahap:

        1. Perhatian
          Dalam mempelajari sesuatu, kita perlu memerhatikan. Dalam observasi boneka bobo, anak-anak memerhatikan dengan seksama apa yang dilakukan model terhadap boneka bobo.

        2. Pengingat
          Dalam mempelajari sesuatu diperlukan kemampuan untuk menyimpan informasi yang dipelajari. Dalam observasi boneka bobo, anak-anak berusah mengingat bagaimana cara model memukuli boneka bobo.

        3. Pengulangan
          Pengulangan adalah tahap di mana seseorang meniru perilaku yang dipelajari dari model. Setelah mempelajari perilaku, manusia akan menjadiknnya referensi untuk digunakan nanti. Ketika anak-anak dibiarkan sendiri berada di ruangan yang penuh mainan, termasuk boneka bobo.

          Mereka melakukan pengulangan berupa tindakan agresif seperti memukul boneka bobo. Bahkan dengan kreativitas mereka, mereka bukan hanya memukul dengan tangan kosong namun menggunakan mainan yang ada di dalam ruangan.

        4. Motivasi
          Agar seseorang berhasil mempelajari tingkah laku, mereka harus memiliki keinginan untuk mempelajarinya terlebih dahulu. Tanpa motivasi, telah terbukti bahwa seseorang akan cepat kehilangan tingkah laku yang telah mereka pelajari.

          Terbukti pada observasi boneka bobo dalam kelompok pertama, anak-anak bertindak agresif pada boneka bobo seperti apa yang mereka amati sebelumnya, bahkan pada kelompok pertama mereka cenderung lebih agresif karena adanya penguatan berupa ‘penghargaan’ yang akan diberikan pada mereka.

          Pada kelompok kedua, bukannya mendapatkan motivasi, jutru mereka mendapatkan ancaman berupa hukuman, sehingga mereka merasa ‘dihalangi’ untuk berperilaku agresif, jadi tidak sesering kedua kelompok lainnya dalam mengulangi keagresifannya.

          Pahami bagaimana orang dapat menuruti perintah orang lain pada artikel 'Sulit mengatakan tidak pada orang lain.'


        Contoh penerapan teori kognitif dalam fenomena sehari-hari


        Pembentukan perilaku melalui observasi perilaku orang lain tejadi dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya.
        Eksperimen Bobo doll Contoh Baik Untuk Anak
        Image: Anak meniru orang tua. [Pixabay]
        • Seorang anak yang mengobservasi perilaku orang tuanya ketika diantar ke sekolah. Anak tersebut melihat orang tuanya tidak mentaati rambu lalu lintas, maka tidak mengherankan bahwa ketika anak mengendarai sendiri, mereka dengan mudah akan melanggar rambu lalu lintas.

        • Anak-anak yang terbiasa melihat perilaku orang dewasa yang membuang sampah sembarangan baik di sekolah maupun di lingkungan rumah, maka dengan sendirinya ketika mereka ingin membuang sampah, akan membuang sampah dimana-mana, tidak pada tempat sampah yang tersedia.

        Sebenarnya, pembelajaran sosial ini tidak hanya terjadi pada anak-anak, orang dewasa pun sama. Namun pada anak-anak dampaknya lebih besar karena mereka belum dapat membedakan mana yang baik dan mana yang tidak.

        Bagaimana orang dewasa mengikuti orang lain? tentunya ada faktor lain seperti "banyaknya orang yang melakukan hal tersebut". Penelitian ini telah dilakukan oleh Solomon Asch dalam eksperimennya 'The Asch Conformity Experiment'.

        Dan dalam dunia marketing khususnya periklanan pertelevisian, untuk memikat orang lain mereka menggunakan teknik yang disebut Bandwagon.

        Referensi:
        Waruwu, Adelise. Membangun Budaya Berbasis Nilai, Panduan Pelatihan Bagi Trainer. 2010. Kanisius: Yogyakarta.
        Science Report. The Modeling Process of Social Learning Theory. http://science-report.net.