Monday, October 16, 2017

5 Penyebab Umum Susah Fokus yang Sering Disepelekan

Apakah kamu sering tidak bisa fokus pada sesuatu hal? Saat mengerjakan tugas misalnya, kamu dilanda kebingungan tentang apa yang harus kamu kerjakan lebih dulu.

Ketika kamu membaca buku, kamu gagal memahami isinya karena pikiranmu justru sedang memikirkan hal lain. Atau bahkan pada saat kamu menghibur diri dengan menonton film, meskipun matamu tertuju pada film tersebut tapi pikiranmu justru kosong.

Bahkan dalam ranah menghibur diri, seorang aktris berkebangsaan Amerika Serikat menyatakan bahwa,

If you can't focus on a movie for 90 minutes without looking at your phone, then don't go to the movies! You've got some issues, so you should probably stay home and work on those issue.
– Ginnifer Goodwin

(Jika kamu tidak dapat fokus pada film selama 90 menit tanpa melihat ponselmu, maka jangan pergi ke bioskop! Kamu punya beberapa masalah, jadi kamu mungkin harus tinggal di rumah dan mengerjakan masalah itu.) – Ginnifer Goodwin

Focus
Image: capai target [pixabay]

Sama halnya dengan menonton film yang butuh fokus, kamu juga harus fokus dalam melakukan sesuatu agar kita bisa menggunakan waktu secara efektif. Alangkah baiknya kita mengetahui lebih dulu apa sih penyebab kita susah fokus pada sesuatu, agar kita bisa mencari solusinya. Berikut Fenomena Harimu paparkan 5 alasan mengapa kamu susah fokus terhadap sesuatu.

Penyebab Susah Fokus #1 Kurang Energi


Kamu, terutama otakmu, tidak dapat fokus tanpa energi. Seiring berkurangnya energi, kemampuanmu untuk fokus semakin berkurang. Tubuh butuh bahan bakar. Dan sama seperti mesin apapun, tubuh akan memiliki masalah jika tidak diberi bahan bakar dengan benar.

Memantau suplai energi otak adalah hal mendasar yang harus kamu perhatikan, sama halnya ketika kamu menjaga tangki mobil penuh dengan bensin. Kebanyakan orang mengabaikan begitu saja kebutuhan mendasar ini, seolah-olah persediaan energi otak mereka tidak terbatas.


Tapi saat kamu menginvestasikan energimu dengan bijak dan memastikan bahwa tangki energi otakmu selalu penuh, kamu bisa merasakan emosi positif dalam diri.

Penyebab Susah Fokus #2 Kurang Tidur dan Olahraga


Ada alasan mengapa kita menghabiskan setidaknya 25% hidup kita di tempat tidur. Tidur sangat penting. Tidur memberi otak kesempatan untuk melakukan koneksi neuron, dan memberi waktu kepada tubuh kita untuk memperbaiki otot dan mengganti bahan kimia.

Jadi, ketika kita tidak mendapatkan kuantitas tidur yang cukup, kamu bisa menderita, khususnya pikiran. Kamu jadi susah fokus pada apapun, karena otakmu lelah. Kamu perlu tidur yang cukup untuk mempersiapkan satu hari penuh aktivitas.


Selain kuantitas tidur yang cukup, melatih tubuh dalam berolahraga juga sangat penting. Sebagian besar dari kita tidak melakukan olahraga yang cukup baik, dan ini dibuktikan dengan meningkatnya tingkat obesitas di Amerika Serikat dan di dunia.

Jam kerja kita yang sangat tinggi membuat kita kehilangan waktu berolahraga. Olahraga dapat mengurangi beban pikiran dan juga tubuh. Olahraga memacu pertumbuhan otak, meningkatkan hormon, melawan kecemasan dan depresi, serta mengurangi stres. Semua ini adalah faktor yang dapat mempengaruhi fokus dan konsentrasi kita. Jadi, berolahragalah!

Penyebab Susah Fokus #3 Emosi Tidak Terkontrol


Emosi diibaratkan ‘tombol on-off’ dalam pembelajaran dan pencapaian kinerja puncak. Emosi ini sering diabaikan atau dianggap remeh, padahal keadaan emosimu mendorong kualitas fokusmu dan dengan demikian berengaruh pada hasil yang kamu capai.

Jika kamu bekerja dalam suatu kelompok yang memberikan kepercayaan rendah dan rasa takut yang tinggi, kinerjamu tidak akan baik karena emosimu tidak terkontrol.

Tapi jika kamu bekerja dalam kelompok yang memberikan kepercayaan tinggi dan rasa takut yang rendah, maka kamu bisa mencapai kinerja terbaik, karena emosimu terkontrol dan kamu lebih mudah fokus.

Kamu perlu belajar untuk mengelola emosimu, semakin baik kamu memahami dirimu sendiri, memahami psikologi kepribadianmu, semakin kamu bisa mengontrol emosimu agar bisa fokus. Hindarilah emosi negatif yang membuatmu susah fokus.


Penyebab Susah Fokus #4 Penggunaan Teknologi


Saat ini, kita cenderung berinteraksi dengan tiga teknologi yang berbeda pada saat yang bersamaan (telepon, TV, dan komputer) tanpa masalah apapun. Namun hal tersebut hanya cara hidup, bukan cara untuk fokus.
Jika kamu berpikir bahwa kamu memberi seseorang perhatian yang cukup saat berinteraksi pada 3 hal tersebut dalam waktu bersamaan, kamu salah.

Ketika kamu mengerjakan tugas sambil menonton TV dan telepon kamu letakkan disampingmu, misalnya, ketika melihat iklan yang menarik di televisi, perhatian kamu pada tugas jadi berkurang. Ketika teleponmu berdering dan kamu kamu merasa perlu memeriksanya, perhatian kamu pada tugas jadi teralihkan.

Kita semua perlu menyadari bahwa perangkat teknologi yang kita miliki dan gunakan bisa menghalangi fokus kita. Kita harus terbiasa mematikan segala sesuatu yang tidak kita butuhkan saat pekerjaan perlu diselesaikan. Jika kita menyingkirkan semua gangguan ini, kita bisa memperbaiki fokus kita dengan lebih baik.

Penyebab Susah Fokus #5 Tidak Membuat Rencana yang Baik


Sebuah rencana sangat penting jika kamu ingin fokus. Ketika seorang mekanik melihat ke bawah kap mobil untuk melihat mengapa hal itu tidak berjalan dengan benar, dia tidak hanya dengan pandangan kosong melihat sekeliling dengan harapan bisa melihat sebuah masalah. Selalu ada rencana tentang apa yang harus diperiksa, kapan harus memeriksanya, dan selalu dalam urutan tertentu.

Seorang dokter memiliki rencana saat dia memeriksa keluhan medis pasien. Jadi, saat kamu berurusan dengan sesuatu, buatkah rencana.

Apakah itu sesederhana membuat daftar sebelum kamu pergi ke toko bahan makanan, atau membuat skema dan petunjuk untuk proyek perbaikan rumah, pastikan kamu memiliki rencana. Selalu ada hal yang dikerjakan secara bertahap. Dengan begitu, kamu bisa fokus pada setiap langkahmu, dan bukan pada keseluruhan tugas, hal tersebut bisa menjadikanmu luar biasa.

Related post:

Referensi :
Hallowell, Edward. 5 Reasons You Can’t Focus And What To Do About It. 2014. fastcompany
Michael, Paul. 12 Reasons You Can't Focus — And How to Fix It Now. 2015. wisebread

Monday, October 9, 2017

Mengapa Kita Sering tidak Menyadari Hal yang Berada Didepan Kita

Jika kamu berpikir bahwa semua benda dan peristiwa penting di dunia pasti akan menarik perhatian kita, kemungkinan besar kamu salah. Seringkali, kita akan kehilangan ketertarikan pada suatu hal terutama saat perhatian kita terfokus pada hal lain.

Kegagalan untuk memperhatikan benda atau kejadian tak terduga saat perhatian difokuskan di tempat lain dikenal dengan istilah Inattentional blindness (kebutaan yang tidak mencolok).

Inattentional Blindness terjadi saat perhatian kita hampir semuanya tercurahkan pada satu titik fokus, kemudian kita sulit untuk memperhatikan benda atau kejadian lainnya, padahal bagi orang lain mungkin benda atau kejadian lain tersebut terlihat sangat sangat jelas.


Fenomena Inattentional Blindness dalam kehidupan sehari-hari


Contoh pada penglihatan, Beberapa remaja menyusuri jalan raya yang sudah tidak asing lagi dengan mengendarai mobil, remaja yang menyetir matanya fokus pada kaca spion, laju lalu lintas, dan speedometer, Tiba-tiba dia melihat seekor rusa berdiri di depan jalan.

Dia menginjak rem tapi terlambat, tidak bisa menghindari sehingga menabrak binatang itu. Kemudian, remaja tersebut bersikeras kepada orang tuanya yang bersikap skeptis (tidak percaya) bahwa dia menyetir dengan benar dan matanya memperhatikan jalan, tapi dia tidak pernah melihat rusa itu dari kejauhan.

Contoh pada pendengaran, Inattentional Blindness juga terjadi pada indera pendengaran. Jika kamu memasang headphone yang memutar dua aliran suara yang sama sekali berbeda, satu ke telinga kiri dan satu ke telinga kananmu.

Lalu kamu diminta untuk mengulangi setiap suku kata yang kamu dengar dari telinga kirimu secepat dan seakurat mungkin lalu menirukan setiap suara tersebut.


Saat melakukan tugas yang membutuhkan fokus dan perhatian tersebut, kamu tidak akan menyadari jika suara pembicara di telinga kananmu berbicara dengan bahasa lain atau digantikan oleh pembicara yang berbeda (dengan suara yang sama).

Kamu tidak akan menyadari apakah pemicaraan mereka menjadi tidak masuk akal. Akibatnya, kamu tuli terhadap isi pembicaraan yang terdengar di telinga kanan, karena kamu tidak memfokuskan pikiran padanya. Namun, itu bukan karena keterbatasan indera pendengaran. Itu adalah bentuk tuli yang tidak mencolok, karena perhatian kita hanya terfokus pada satu area saja.

Mengapa kita sering tidak memerhatikan?


Tahukah kamu mengapa orang tua dari remaja pada contoh pertama tersebut skeptis? Karena secara intuitif, orang percaya bahwa selama mata kita terbuka, kita melihat.

Bahkan saat kita menyadari bahwa otak kita melakukan banyak pemrosesan, kita berharap bahwa setidaknya benda-benda menonjol seperti rusa yang ada di depan jalan, akan menarik perhatian kita. Namun sayangnya, kita memiliki kemampuan fokus dan perhatian terbatas di satu area saja, hal tersebut dapat mengalihkan perhatian kita dari area lain.

tidak melihat
Image: Tidak melihat? [pixabay]

Sama seperti orang-orang yang secara intuitif percaya bahwa melihat adalah hanya masalah membuka mata, para ilmuwan kognitif juga pernah berasumsi bahwa persepsi visual itu seperti rekaman video, bahwa pikiran mencatat apa yang diambil oleh mata.

Namun semakin lama, studi tentang persepsi visual begitu mengejutkan, bahwa orang lain dapat melihat suatu objek saat kita tidak memperhatikan objek tersebut, fenomena itulah yang dinamakan Inattentional Blindness.

"This research is showing us something that we didn't think was the case--that we can fail to perceive very major things going on right in front of our eyes,"
–Brian Scholl, PhD, cognitive psychologist of Yale University.

(Penelitian ini menunjukkan kepada kita sesuatu yang tidak kita duga - bahwa kita dapat gagal memahami hal-hal yang sangat penting terjadi tepat di depan mata kita.)
–Brian Scholl, PhD, psikolog kognitif dari Yale University.

Tips mengatasi kemungkinan terjadinya perhatian teralihkan


Tidak ada obat mujarab ajaib yang akan mengatasi perhatian dan kefokusan yang terbatas, tidak memungkinkan bagimu untuk memperhatikan semuanya. Tapi, ada sesuatu yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi resiko dari inattentional blindness ini:

Tips #1 Maksimalkan Perhatian

Maksimalkan perhatian yang kamu miliki dengan menghindari gangguan, terutama dalam kondisi dimana kejadian tak terduga mungkin akan menjadi bencana besar bagimu. Jika kamu sedang menyetir mobil, namun kamu adalah orang yang sulit mengabaikan panggilan masuk dan chat yang masuk di ponselmu, sebaiknya matikanlah ponselmu atau meletakkannya di luar jangkauan.

Jika kamu tahu bahwa kamu akan tergoda membuka ponsel dan kamu pun tahu bahwa menggunakan ponsel saat menyetir akan menimbulkan inattentional blindness, kamu harus bersikap proaktif.

Meskipun kamu mungkin berpikir kamu bisa menyetir, mengirim SMS, mendengarkan musik, sekaligus minum pada saat bersamaan, sungguh, fokusmu yang seharusnya hanya di jalan. Segala sesuatu yang lain adalah gangguan potensial dari apa yang paling penting: mengemudi dengan aman!


Tips #2 Perhatikan apa yang orang lain mungkin tidak perhatikan

Jika kamu seorang pengendara sepeda atau sepeda motor, jangan berasumsi bahwa pengendara mobil memperhatikanmu, bahkan jika mereka terlihat melakukan kontak mata. Mereka melihat kita bukan berarti mereka memperhatikan kita.

Dengan memahami bahwa perhatian manusia itu terbatas dan asumsi bahwa ‘selama mata kita terbuka, kita melihat’ itu salah, maka kita seharusnya bisa meminimalkan resiko buruk dari inattentional blindness tersebut.


Referensi :
Inattentional Blindness. changingminds
Simons, Daniel. Failures of Awareness: The Case of Inattentional Blindness. nobaproject
Simons, Daniel. Inattentional Blindness. scholarpedia

Monday, October 2, 2017

Ketagihan Media Sosial? Inilah Mengapa Banyak Orang Suka Bermain Media Sosial

Apakah kamu pernah merasa kecanduan media sosial seperti facebook atau instagram?

Mungkin awalnya, kamu hanya ingin melihat notifikasi yang masuk, namun setelah 30 menit menjelajah, kamu menyadari bahwa kamu tidak hanya melihat notifikasi, melainkan melihat-lihat status orang lain, menyukai dan mengomentari postingan mereka bahkan membuka tautan-tautan yang kamu anggap menarik. Artinya, apa yang disebut ‘dopamin’, sedang bekerja pada dirimu saat itu.

Media sosial phone
Image: Media sosial smartphone
Hormon dopamin merupakan kimiawi organik yang memiliki peran penting pada otak dan tubuh secara keseluruhan. Dopamin ditemukan pada tahun 1958 oleh Arvid Carlsson dan Nils-Ake Hillarp di National Heart Institute of Sweden.

Dopamin terdapat di berbagai bagian otak dan sangat penting dalam segala macam fungsi otak seperti berpikir, bergerak, tidur, mood, perhatian, motivasi, mencari, dan penghargaan.

Dopamin juga berperan sebagai penyebab mengapa kita merasa terdorong untuk berbagi informasi tentang diri kita dan hari-hari kita di media sosial. Kita merasa senang saat ada orang lain yang menyukai, mengomentari bahkan membagikan status facebook atau tautan yang kita bagikan, hal tersebut membuat kita merasa senang karena artinya orang lain mengapresiasi apa yang kita bagikan.

Bagaimana dopamin membuat orang suka mengakses media sosial


Berikut Fenomena Harimu paparkan alasan dopamin membuat kita suka bermain media sosial,

1. Dopamin memicu perasaan senang

Mungkin kamu pernah mendengar bahwa dopamin mengendalikan sistem ‘kesenangan’ otak. Dopamin membuatmu merasakan kenikmatan, kesenangan, dan memotivasi kamu untuk melakukan beberapa perilaku tertentu seperti bermain media sosial, kesenangan terhadap makanan, seks atau obat-obatan.


2. Dopamin memicu rasa ingin tahu yang tinggi.

Dopamin merupakan ‘bahan bakar’ dalam mencari informasi. Dopamin membuat kita penasaran dengan sebuah gagasan. Dopamin menyebabkan kita ingin mencari, mencari dan terus mencari informasi.

Itulah sebabnya ketika bermain media sosial seperti facebook, twitter, atau instagram, kita akan sulit berhenti memainkannya karena dopamin mendorong kita untuk terus mencari banyak hal di media sosial tersebut. Tambah lagi kata yang digunakan terlampau sangat sedikit sehingga lebih mudah dipahami oleh kita.

Dopamin lebih bereaksi terhadap kalimat yang memiliki kurang lebihnya 140 huruf, itulah mengapa salah satu raksasa media sosial membatasi orang yang akan membuat tweet tidak lebih dari 140 huruf.

Sama halnya ketika kita mencari informasi di google, awalnya mungkin hanya mengenai 1 hal yang kita ingin kita tahu, namun dopamin mendorong kita untuk mencari informasi tentang banyak hal lainnya. Sehingga tab pencarian menjadi lebih banyak dari yang sebenarnya akan dibaca.

3. Dopamin menstimulasi akal

Dengan kemudahan mengakses internet dan media sosial sekarang ini, kita mendapatkan ‘kepuasan instan’ atas keinginan kita untuk mencari suatu informasi. Ingin langsung bicara dengan seseorang? Kirim saja pesan melalui WhatsApp atau BBM, mereka akan merespon dalam beberapa detik. Ingin mencari beberapa informasi? Cukup ketikkan kata kunci ke Google. Ingin melihat apa yang sedang dilakukan temanmu? Jelajah saja Twitter atau Facebook.

Dengan kata lain, dopamin membuat kita mulai mencari, lalu kita mendapat ‘imbalan’ berupa informasi dari pencarian tersebut, dan akhirnya membuat kita mencari lebih dan lebih banyak lagi. Kita menjadi begitu sensitif terhadap bunyi "ding" pada smartphone, tanda munculnya notifikasi.


Hal tersebut membuat kita sulit  untuk berhenti melihat email, berhenti mengirim pesan whatsapp, berhenti memeriksa ponsel kita untuk melihat apakah kita memiliki pesan. Kita masuk ke lingkaran dimana akal distimulasi oleh dopamin.

4. Dopamin tidak membuat kenyang informasi

Ketika kita menemukan informasi. Selama menjelajah Google kita tahu bahwa kita sudah memiliki jawaban atas pertanyaan yang awalnya kita tanyakan, namun lama-lama kita sadar bahwa kita mencari lebih banyak informasi yang awalnya tidak kita tanyakan tersebut. Informasi yang kita dapatkan tidak membuat kenyang, melainkan membuat kita semakin lapar untuk menggali informasi lebih banyak lagi.

5. Dopamin distimulasi oleh ketidakpastian

Dopamin juga distimulasi oleh ketidakpastian. Bila terjadi sesuatu yang tidak dapat diprediksi, maka akan merangsang sistem dopamin.Misalnya, saat ponsel kita berbunyi menandakan bahwa kita menerima pesan, kita tidak pernah tahu pesan dari siapakah itu, atau apa yang dikatakan mereka sampai kita membuka pesan tersebut. Ketidakpastian ini yang membujuk kita untuk melihat smartphone sekitar 27 kali sehari.

Namun, media sosial tidak bisa disebut sebegai sesuatu yang ‘adiktif’. Kecanduan media sosial tidak seperti ketergantungan pada zat- zat kimia (seperti alkohol, obat-obatan penenang dll), Internet dan media sosial tidak sepenuhnya merusak. Selain itu, ada beberapa manfaat media sosial dan internet bagi individu dan masyarakat sehingga sulit untuk memberi label ‘adiktif’.

Danah Boyd, penulis buku It's Complicated: The Social Lives of Networked Teens, percaya bahwa
“Most teens aren’t addicted to social media; if anything, they’re addicted to each other”.
(Kebanyakan remaja tidak kecanduan media sosial; yang ada hanyalah mereka kecanduan satu sama lain.)

Kita harus ingat bahwa terlalu banyak menghabiskan waktu di media sosial dapat membawa kita menjauh dari hal-hal lain yang lebih penting, tetapi sama baiknya jika kita memiliki percakapan yang menarik dan relevan di media sosial yang merupakan hal positif dan semakin baik. Kamu perlu menggunakan media sosial secara efektif dengan cara yang benar.

Related post:

Referensi:
Ramasubbu, Suren. Biological & Psychological Reasons for Social Media Addiction. 2017. huffingtonpost
Weinschenk, Susan. 47 Mind-Blowing Psychological Facts You Should Know About Yourself. 2010. businessinsider

Monday, September 25, 2017

[Bystander Effect] Contoh Fenomena Kurangnya Kepedulian Sosial

Apabila seseorang mengalami keadaan darurat di tengah keramaian, apakah kamu berpikir bahwa orang-orang dalam keramaian pasti akan segera menolong orang tersebut?

Terjatuh atau terjadi sesuatu yang membahayakan, misalnya. Tanpa orang tersebut perlu berteriak minta tolong berkali-kali, apakah kamu yakin mereka akan dengan sigap menolong orang tersebut?


Bytander effect
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Bibb Latane dan John Darley membuktikan bahwa jumlah waktu yang dibutuhkan seseorang untuk mengambil tindakan menolong orang lain dalam situasi darurat dan mencari bantuan tergantung pada berapa banyak orang yang berada dalam situasi tersebut.

Kasus bystander effect: Kitty Genovese


Pada 13 Maret 1964, Kitty Genovese, berusia 28 tahun pulang dari tempat kerja. Saat ia mendekati pintu apartemen, dia diserang dan ditikam oleh seorang pria bernama Winston Moseley.

Meskipun ada teriakan minta tolong berulang kali dari Kitty, tidak satu pun dari sekitar 38 orang di gedung apartemen terdekat yang mendengar tangisannya memanggil polisi untuk melaporkan kejadian tersebut.

Sampai pada akhirnya seorang tetangga meneriaki si penjahat hingga Winston melarikan diri dari tempat kejadian dan membiarkan gadis itu merangkak ke apartemennya. Juga, seorang tetangga lainnya menelepon polisi dan ambulan.

Namun sayangnya ia meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit. Serangan pertama dimulai pukul 3.20 pagi, tapi baru jam 3.50 pagi ada yang menghubungi polisi.

The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing."
– Edmund Burke

(Satu-satunya hal yang diperlukan untuk kemenangan kejahatan adalah apabila orang baik tidak melakukan apa-apa.)

Apa yang menyebabkan efek bystander muncul


Dari kasus pembunuhan Kitty, diketahui bahwa 38 tetangga Kitty ada Saat pembunuhan terjadi namun mereka semua memilih untuk tidak melakukan apapun untuk menyelamatkan Kitty.

Dilansir dari situs psychrod, setidaknya ada 3 alasan utama mengapa orang-orang (saksi) cenderung tidak cepat bertindak ketika orang lain (korban) mengalami keadaan darurat,

Alasan 1# Difusi tanggung jawab

Difusi tanggung jawab adalah fenomena pengaruh sosial yang terkait dengan rasa tanggung jawab seseorang (saksi) kejadian untuk membantu korban ketika ada lebih banyak saksi yang hadir.

Artinya, karena ada saksi lain dalam keadaan darurat yang terjadi, seseorang tidak merasa memiliki banyak tekanan untuk melakukan tindakan, karena tanggung jawab untuk mengambil tindakan dianggap dibagi di antara semua saksi yang ada.

Mereka merasa bahwa saksi lain akan merespon keadaan darurat tersebut dengan memberikan bantuan yang sesuai untuk korban.

Dalam kasus Kitty, banyak dari 38 saksi melaporkan bahwa mereka percaya bahwa mereka menyaksikan ‘pertengkaran seorang kekasih’, dan tidak menyadari bahwa wanita muda tersebut sebenarnya telah dibunuh.

Alasan 2# Penerimaan perilaku

Ketika terjadi keadaan darurat, para saksi sering melihat ke saksi lain dalam keramaian untuk mengetahui apa yang terjadi dan apa yang seharusnya dilakukan.

Ketika seorang saksi melihat tidak ada saksi lain yang melakukan tindakan, hal tersebut seperti mengirimkan sebuah sinyal bahwa mungkin tidak ada tindakan apapun yang dibutuhkan.

Artinya, mereka menyimpulkan bahwa korban tidak membutuhkan bantuan. Ketika seseorang menjadi saksi yang menolong pertama kali, mereka ragu apakah pertolongan mereka itu benar-benar dibutuhkan dan dapat diterima.

Sering kali mereka khawatir tindakan mereka akan memperburuk keadaan atau membahayakan dirinya sendiri jika situasinya dianggap berbahaya.

Dari kasus Kitty, ketika tidak ada satu pun tetangga yang bertindak, tetangga yang lain mengira Kitty masih bisa menangani masalahnya sendiri. Ketika ada seorang tetangga yang bertindak dengan meneriaki si penjahat, barulah ada tetangga lain yang menghubungi polisi dan ambulan.

Dan juga mungkin ada tetangga yang menyadari bahwa Kitty sedang dalam bahaya, namun karena tidak mau terlibat bahaya, ia memilih diam saja.

Alasan 3# Perbedaan Budaya

Beberapa penelitian telah menganalisis bahwa budaya berperan penting dalam menentukan apakah saksi akan membantu atau tidak ketika terjadi keadaan darurat. Masyarakat individualis memiliki ikatan yang longgar di antara para anggotanya.

Sedangkan masyarakat non-individualis terbukti memiliki ikatan yang lebih dekat, sehingga mereka cenderung lebih menyadari dan cepat bertindak ketika seseorang membutuhkan pertolongan. Kasus Kitty terjadi di apartemen dimana penghuninya cenderung individualis dan tertutup sehingga ikatan yang ada tidak begitu kuat.

Bagaimana mereka dapat menolong orang lain dengan segera?


Ketika kamu berada di posisi seseorang yang mengalami keadaan darurat, tentu kamu sangat berharap orang lain segera menolongmu, bukan? Menurut John Darley, tindakan yang bisa dilakukan korban untuk meminta bantuan orang lain adalah,

Jelaskan kesulitan, Ketika kamu dalam keadaan darurat, jelaskan pada orang lain di sekitarmu bahwa kamu sedang kesulitan dan membutuhkan bantuan.

Misalnya saat kakimu tiba-tiba tidak bisa untuk berjalan, “Saya telah memutar pergelangan kaki saya dan saya tidak dapat berjalan, saya butuh bantuan."
Hal ini akan mengatasi bystander effect akibat penerimaan perilaku.

Piih seseorang secara spesifik, Pilihlah orang yang spesifik untuk diminta bantuan, “Kamu yang di sana, dapatkah kamu membantu saya?" Lakukan kontak mata dan tanyakan pada seseorang itu secara khusus untuk mendapatkan bantuan.

Dengan mempersonalisasikan permintaanmu, akan menjadi jauh lebih sulit bagi orang untuk menolakmu. Hal ini akan mengatasi bystander effect akibat difusi tanggung jawab.

Related post

Referensi :
Cherry, Kendra. Why Bystanders Sometimes Fail to Help. 2017. verywell
Rodarte, Brandon. The Bystander Effect: Reactions and Causes. 2015. psychrod

Sunday, September 17, 2017

[Decoy Effect] Bagaimana Penjual Memengaruhi Kamu dengan Harga

Pernahkah kamu membeli sesuatu secara berlebihan (banyak)  hanya karena harganya tidak jauh berbeda apabila kamu membeli lebih sedikit? Misalnya pada saat kamu ingin membeli es krim, terdapat tiga pilihan harga untuk ukuran kecil, sedang, dan besar.

Karena harga es krim ukuran besar dan yang ukuran sedang hanya selisih sedikit, akhirnya kamu memutuskan untuk membeli es krim dengan ukuran besar, padahal yang besar paling mahal diantara ketiganya.

Jika kamu pernah mengalami hal ini, artinya kamu telah ‘terpancing’ oleh sebuah manipulasi psikologis yang disebut decoy effect’ (efek umpan).

Dalam pemasaran produk, decoy effect merupakan salah satu strategi penetapan harga, yaitu penataan dan penetapan harga untuk mencapai tujuan bisnis seperti target pendapatan, manajemen persediaan barang untuk memenangkan persaingan kompetitif.

Dengan kata lain, decoy effect adalah teknik psikologi pemasaran yang biasanya digunakan untuk ‘menggiring’ konsumen agar membeli sesuatu dengan harga paling mahal.

Decoy effect
Image: Penjual buah [pixabay]

Dilansir dari National Center for Biotechnology Information (NCBI) decoy effect telah digunakan dalam berbagai situasi pilihan, tidak hanya pada produk komersial, tetapi juga pekerjaan dan kandidat politik. Decoy effect ini didasarkan pada penelitian seorang profesor di bidang pemasaran, Joel Huber dari Duke University.

Bagaimana decoy effect memengaruhi kamu?


Berikut adalah contoh sederhana decoy effect:

1. Harga produk yang berbeda ketika membeli dengan jumlah yang berbeda

Beli 1 bros  Harga Rp 7.000
Beli 3 bros  Harga Rp 10.000
Beli 6  bros Harga Rp 14.000
Beli 12 bros Harga Rp 20.000

Kebanyakan orang akan meninggalkan pilihan pertama dan kedua karena harga satuannya mahal. Artinya, pembeli akan digiring untuk membeli dengan harga yang lebih murah meskipun jumlahnya lebih banyak. Dengan begitu, stok produk di toko lebih cepat habis.

2. Seorang pemilik toko kue memiliki dua kue dengan jenis yang sama namun ukurannya berbeda,

Kue ukuran kecil Rp 60.000
Kue ukuran besar Rp 95.000

Dalam suatu kondisi, adanya dua pilihan kue tersebut menjadikan kue ukuran besar kurang laku karena harga kue ukuran besar dengan ukuran kecil terlampau jauh.

Cara kerja: Dalam kasus ini decoy effect belum digunakan dalam strategi pemasaran. Bila konsumen memiliki dua pilihan, konsumen terpaksa mengambil keputusan. Mereka bisa memilih opsi kecil dengan uang lebih sedikit, atau pilihan besar untuk lebih banyak uang. Ini adalah keputusan yang sulit.

Mereka ingin lebih hebat, tapi tidak mau mengeluarkan lebih banyak uang. Jadi apa yang mereka lakukan? Mereka umumnya menghabiskan lebih sedikit uang ketika dihadapkan dua pilihan

Kemudian pemilik toko kue membuat strategi baru dengan menambahkan satu pilihan kue dengan jenis yang sama dengan harga ditengah-tengah harga kue kecil dan besar.

Kue ukuran kecil Rp 60.000
Kue ukuran sedang Rp 85.000
Kue ukuran besar Rp 95.000

(Cara kerja: Dalam hal ini penjual menggunakan decoy effect dengan menambahkan pilihan ketiga. Ketika dihadapkan pada ketiga pilihan, konsumen akan cenderung memilih opsi yang lebih mahal dari dua pilihan lainnya.)

Ketika kue ukuran sedang ditambahkan pada pilihan, kue ukuran besar menjadi laku karena selisih harga kue ukuran sedang dan besar tidak jauh (hanya Rp 10.000), pilihan kue ukuran kecil seolah telah dicoret dari daftar pilihan pembeli. Decoy effect telah menggiring kita untuk membeli kue dengan ukuran yang berlebihan yang terkadang melebihi kebutuhan kita.

Penambahan informasi atas kue baru dapat mengubah pengambilan keputusan dalam membeli, seperti kata John Maynard Keynes,

When my information changes, I alter my conclusions.” – John Maynard Keynes
(Ketika informasi yang saya dapatkan berubah, saya mengubah keputusan yang saya ambil.) ”–John Maynard Keynes

Apa yang sebaiknya dilakukan agar tidak terjebak decoy effect?


Agar pengeluaranmu lebih efisien, dua hal ini barangkali dapat membantu kamu dalam memutuskan dalam membeli suatu barang:

1. Perhitungkan harga belanja per unit

Jika pilihannya berdasarkan jumlah produk (yang bisa dihitung), maka fokuslah pada perhitungan harga belanja per unit. Karena dengan membeli lebih banyak, harga per unitnya memang lebih murah. Sayangnya, mendasarkan hal-hal sepenuhnya pada harga per unit masih membuat kamu rentan terpancing decoy effect.

2. Pertimbangkan jumlah maksimal

Karena perhitungan harga belanja per unit masih rentan, kamu juga perlu mencari tahu terlebih dahulu berapa banyak unit yang sebenarnya kamu butuhkan. Dengan kata lain, jika kamu membeli roti, misalnya. Pertimbangkan berapa roti yang bisa kamu habiskan sebelum roti tersebut kadaluwarsa.

Ada banyak decoy effect di pasar, tapi jika kamu fokus pada harga per unit dan mempertimbangkan jumlah maksimal unit yang benar-benar kamu butuhkan, decoy effect tidak akan menjadi masalah. Kamu akan selalu mendapatkan tawaran terbaik sesuai dengan kebutuhanmu dengan menggunakan pertimbangan kedua hal tersebut.

Related post:

Referensi:
National Center for Biotechnology Information. The neural correlates of the decoy effect in decisions. 2014. ncbi.nlm.nih
Smith, Jeremy. How to Use the Decoy Effect to Help Buyers Choose the Right Option. jeremysaid
David Foulke. Behavioral Bias Bingo: Decoy Effect. 2014. alphaarchitect