Monday, January 18, 2016

Bagaimana Saya Menetapkan Tujuan Hidup hingga Mimpi

Menetapkan Tujuan Hidup Hingga Mimpi
Image: Pursuing Our Dream
Tulisan ini menceritakan beberapa pengalaman saya dalam hal menetapkan tujuan hidup. Saya sangat bersyukur karena hidup saya memiliki tujuan yang lebih jelas. Saya merasa bersemangat, saya menghabiskan banyak waktu untuk terus berusaha mengejar impian saya.

Apapun yang saya kerjakan, saya harus mendapatkan hal yang dapat mendukung tujuan hidup saya. Saya mulai menetapkan tujuan hidup pada tahun 2015, setelah melewati berbagai hal yang orang lain anggap kehidupan saya "datar", "abu-abu", dan "hitam putih". Setiap manusia memiliki masalah, namun beberapa dari mereka tidak menunjukan bahwa mereka dalam keadaan bermasalah.

Masalah dalam mencapai hal dan masalah akibat melakukan sesuatu. Saat kamu memiliki masalah, itu  sudah cukup mengindikasikan bahwa kamu peduli terhadap hal tersebut. Jika kamu memiliki masalah akibat melakukan sesuatu, maka tanggung jawabmu dipertaruhkan. Semakin besar tanggung jawabmu mengindikasikan harga dirimu yang besar, begitupun sebaliknya. Tingkatkan harga diri dengan memiliki rasa tanggung jawab.

Berawal ketika SMP.

Saya termasuk pendiam dikelas, saya sering dikatakan "dingin" tapi sebenarnya "hangat" kalau sudah kenal dekat (itu kata teman-teman). Selain pendiam, saya sangat menyukai video game, saat itu permainan favorit PS1 saya adalah Grand Turismo 2, Breath of Fire 4, Toni Hawk, Winning eleven, One Piece, dan banyak lagi.

Hingga suatu hari, paman saya memiliki sebuah komputer sehingga perlahan demi perlahan saya meninggalkan permainan PS1, komputer tersebut saya gunakan untuk mengerjakan tugas sekolah, mengembangkan potensi desain, dan bermain video game.

Bermain game di komputer merupakan hal yang paling sering saya lakukan dibandingkan untuk mengerjakan tugas sekolah dan mengembangkan kemampuan desain. Permainan yang saya mainkan saat itu counter strike, stronghold crusader,  Battle realms, GTA4, dan dotA. (I really love about these games :D)

Bisa dikatakan saat SMP hobi saya adalah berada didepan layar monitor Sangat berbeda sekali ketika SD yaitu saya lebih suka bermain bola, bermain rubik dengan cara sendiri (hingga mual), bermain gangsing, tamiya, yoyo, yang inti kesemuanya adalah saya sangat jarang bermain didepan layar (walaupun pernah sesekali bermain di rental PS)

Pertama kali saya memiliki sebuah HP yaitu CDMA, dan saat itu saya sering bertukar pesan bersama teman-teman. beberapa diantara mereka curhat dan saya membantu memberikan saran.

Hingga awal memasuki SMA

Sms'an seperti ritual setiap malam. Beberapa teman saya suka curhat, mereka menceritakan masalah mereka, beberapa meminta saran dan beberapa lainnya hanya sekedar bercerita. Setiap masalah yang mereka sampaikan, saya selalu berusaha memberikan saran terbaik.

Tak jarang untuk membuat satu pesan saya harus berpikir dengan keras dan memastikan bahwa saran yang saya berikan memberikan dampak baik bagi teman saya. akhirnya saya menjadi terbiasa menasehati melalui sms. (Jika mengobrol langsung, saya lebih sering menjadi pendengar. Mungkin karena sifat saya yang pendiam dan penuh pertimbangan )

Ketika SMA saya memiliki mimpi menjadi seorang psikolog agar saya dapat membantu orang melalui sisi kejiwaan. Namun mimpi ingin menjadi psikolog memiliki masalah karena saat itu saya berada di jurusan IPA. Kemudian saya mendapatkan informasi 2 universitas negeri yang menerima Jurusan IPA untuk kuliah Psikologi. Akhirnya saya belajar sangat giat saat itu, saya pernah meminjam 1 buku besar psikotes yang saya kerjakan seluruhnya dan beberapa persolan psikotes lainnya.

Suatu hari pengumuman tes menunjukkan bahwa saya tidak lolos. Saat itu saya mencoba alternatif lain untuk kuliah. Tekanan yang mengharuskan saya kuliah saat itu sangat kuat hingga akhirnya saya mendaftar ke salah satu politeknik negeri dengan jurusan teknik energi. Disana saya hampir tidak mempelajari psikologi.

Saat Menjadi Mahasiswa

Hingga suatu hari saya menemukan ketertarikan terhadap energi bersih seperti solar cell (Solar cell adalah perangkat yang digunakan untuk menghasilkan listrik dari energi matahari). Solar cell dapat membantu mengurangi masalah polusi, karena dengan hanya menggunakan cahaya matahari kita dapat menghasilkan listrik. Sehingga saya sangat fokus untuk mempelajari tersebut dibanding mata kuliah yang lain.

Ketika masa kuliah, saat itu saya merasakan kegiatan menonton film sedikit lebih tinggi daripada masa SMA, SMP atau SD. Suatu hari saya menemukan film sherlock holmes movie 1. Saya sangat menyukai film tersebut, karena saat itu tebakan saya terhadap tingkah laku pemeran kerap kali benar. Mulai dari sini, saya mulai mencari ilmu tentang tingkah laku. (Tambahan saya juga menyukai One Piece anime film karena selalu menghibur dan termotivasi untuk terus maju :D, The best thing ever anime :D)

Dalam suatu pencarian saya mendapati buku yang berhubungan dengan bahasa tubuh, Buku tersebut memiliki halaman 400 lebih dan ditulis dalam bahasa inggris. Karena saat itu ada mata kuliah bahasa inggris di semester 4 sehingga memberikan dorongan tambahan untuk membaca buku tersebut. (sekalian belajar)

Sangat banyak kata yang tidak saya pahami, hingga kehadiran kamus dirasa sangat penting saat itu. Dan terkadang saya bertanya pada teman saya di jurusan bahasa Inggris jika tidak menemukan maksud dari kata yang tidak dimengerti.

Saya kembali mempelajari psikologi saat itu. Namun saat memasuki semester akhir, saya mulai disibukkan dengan tugas akhir. Saya memfokuskan diri untuk menyelesaikan tugas akhir. Tugas akhir yang saya ambil saat itu tentang Solar Cell (Because i'am interested in environment). Banyak masalah yang kami lalui, hingga suatu hari saya mendapatkan informasi bahwa saya dijadwalkan sidang tugas akhir di minggu pertama.

Saya mendapat kabar tersebut pada hari senin saat menyantap sahur bersama teman-teman (bulan ramadhan) dan saya dijadwalkan sidang pada hari rabu. Terkejut karena mendadak mengetahui sidang saya akan diadakan lusa, akhirnya saya sering mengorbankan waktu istirahat untuk mempersiapkan sidang akhir.

Hari rabu telah tiba, apapun yang terjadi saya harus menghadapi sidang. Sebelum sidang, saya mendapatkan dukungan semangat dari teman-teman (thank you my friends, Allah selalu memberikan yang terbaik untuk umatnya, Allah menghadirkan kalian untuk berada disekelilingku. Ini membuktikan bahwa kalian yang terbaik yang pernah saya miliki. Thank you, I'am so grateful for my life)

Kemudian akhirnya saya menyelesaikan sidang dengan hasil yang sangat memuaskan, Saya berterima kasih kepada Allah, orang tua, pengajar, dan teman-teman. Dan saya sangat bersyukur atas usaha saya :).

Menetapkan Tujuan Hidup dan Mimpi.

Diwaktu luang, saya kembali mempelajari psikologi. Selama mempelajari psikologi saya selalu menemukan keterikatan manusia dan lingkungan. Psikologi tidak memberikan pengetahuan tentang lingkungan dalam hal ini keteknisan seperti temperatur, kelembaban, cahaya, energi dan sejenisnya. Namun di Energi, hal yang berkaitan dengan keteknisan dipelajari.

Di Bandung, sambil menunggu hari wisuda saya mengisi waktu dengan mempelajari hal tentang psikologi. Video, pdf, buku sampai melakukan penelitian sendiri. Saya melakukan ini seperti tidak ada motivasi lain selain menjadi ahli dalam memahami manusia.

Manusia merupakan aspek terpenting dalam hidup. Segala bentuk aktifitas dan bisnis pasti berkaitan dengan kebutuhan manusia (kalau kamu merasa menemukan bisnis yang tidak berkaitan dengan manusia, hubungi kami. Mari kita diskusi :)), Karena aspeknya yang begitu penting, oleh karena itu saya tertarik.

Selama memahami manusia, banyak hal yang membuat saya menyadari bahwa manusia hidup tidak hanya sekedar manusia namun juga lingkungan disekitarnya. Saya mulai mencari tahu dan berpikir antara keterikatan manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungan dan lingkungan dengan lingkungan.

Saya bersyukur pernah memasuki jurusan teknik energi, karena hal tersebut yang memberikan pemahaman saya tentang lingkungan. Hal tersebut membuat saya tidak buta dengan lingkungan sehingga saya dapat mengaitkan keterikatan manusia dengan lingkungan dan lingkungan dengan lingkungan lebih jelas.

Inti dari hal yang saya dapat dari mempelajari psikologi dan energi adalah selain hormon, lingkungan  sangat berpengaruh pada tingkah laku manusia. Terdengar sangat sederhana dan umum, namun tidak sesederhana itu. Begitu banyak variable data yang ada pada manusia, dan juga lingkungan.

Saat mempelajari hal tersebut [Energi dan Psikologi], tak jarang saya selalu teringat dengan banyak hal yang berkaitan dengan Islam. Ajaran agama Islam dari guru-guru saya saat di sekolah, ceramah yang disampaikan oleh ustadz, dan dari orang tua selalu terpintas saat mempelajari keterkaitan manusia dan lingkungan.

Semua ilmu pengetahuan yang pernah dipelajari selalu memberikan penjelasan yang membuat saya terpikir tentang larangan dan perintah agama. Saat membaca pengaruh positif dari rasa syukur secara psikologis, terpintas ajaran Islam tentang bersyukur dapat menambahkan nikmat. Saat membaca pengaruh senyum terhadap kreatifitas, kembali terpintas ajaran Islam tentang senyum adalah sedekah.

Saya semakin terkagum-kagum, saya sangat bersyukur. Karena hal yang saya pelajari tentang energi dan psikologi dapat membuat saya lebih mendekatkan diri kepada Allah. Lalu bagaimana dengan ilmu yang lain?

Saya pernah mempelajari tentang akuntasi, dan ekonomi. Saat itu saya bertanya tentang beberapa hal yang membuat saya penasaran tentang uang. Hampir setiap pertanyaan selalu saya tanyakan kepada teman-teman saya. Hingga suatu hari saya bertanya tentang perusahaan percetakan uang, penjelasan teman saya membuat saya teringat akan satu hal yaitu larangan agama tentang menimbun harta.

Ilmu apa yang kamu pelajari? apakah bisa mendekatkan diri kepada Allah?


Kemudian Apa Prioritas Saya?

Prioritas saya adalah tanggung jawab. Saya memiliki tanggung jawab kepada orang tua, saya harus bertanggung jawab memberikan nafkah kepada istri dan anak [kalau sudah punya], saya bertanggung jawab atas keluarga saya. Namun bukan berarti meninggalkan tujuan hidup saya membantu mengembangkan pendidikan, sosial dan lingkungan serta bermimpi memiliki bisnis yang bergerak dibidang lingkungan dan gaya hidup.

Apakah ketika SMP terpikir untuk hal seperti ini? Apakah Pak Jokowi saat menjadi mahasiswa Fakultas Kehutanan terpikir akan menjadi presiden?

Setiap mimpi selalu memiliki akar yang menjadikan kamu memimpikan tersebut. Kamu memiliki impian? ingin jadi apa atau ingin memiliki apa? bagaimana kamu meraihnya? dan pertanyaan yang paling penting adalah mengapa kamu memimpikan tersebut? karena mengapa adalah sebab kamu memilih mimpimu.

Tetaplah produktif karena akan menguatkan jawaban atas pertanyaan mengapa.

Perlu di Ingat dan di Pertimbangkan. 

Impian saya bermula saat awal memasuki SMA yaitu ketika beberapa teman-teman saya curhat dan saran saya yang membuat mereka puas. Saya saat itu bangga, powerful dan merasa diterima oleh mereka sehingga mengindikasikan bahwa saya memperoleh reward.

Dan reward selalu membuat orang melakukan hal yang sama agar dia mendapatkan "reward"nya kembali. Apa mimpimu? jika kamu belum memastikannya hari ini maka jangan gunakan waktumu untuk menentukan mimpimu. Perhatikan kutipan Mark Cuban dibawah ini:

    1. When you work hard at something you become good at it.
    2. When you become good at doing something, you will enjoy it more.
    3. When you enjoy doing something, there is a very good chance you will become passionate or more passionate about it
    4. When you are good at something, passionate and work even harder to excel and be the best at it, good things happen.
    Jadi, gunakanlah waktumu untuk terus berusaha mengembangkan kemampuanmu, berpetualang dan hasilkan pengalaman yang bermanfaat. (Don't waste your time!) Untuk mengantisipasi agar waktumu tetap ptodukif. FH menghadirkan "Program MM 30 Hari". dan baca juga "Bagaiman sehari-hari kita dalam menggunakan waktu" serta "Biarkan dirimu memulai sesuatu" untuk mengetahui hal yang mempengaruhi kamu untuk bergerak.

    I wish it's can be helpfull for you

    2 comments

    It really helps me a lot. Thanks jal!

    Balas February 27, 2016 at 8:58 PM

    You are welcome, saya bersyukur jika ini bisa membantu.

    Balas February 28, 2016 at 5:49 AM