Monday, January 18, 2016

Rintangan Dalam Mengejar Mimpi: Logika Dalam Memilih

Akan ada banyak hal/variabel yang mempengaruhi aktifitasmu dalam memfungsikan waktu. Beberapa hal/variabel tersebut berpotensi menurunkan atau meningkatkan kualitas seseorang, sehingga lagi-lagi "tergantung bagaimana orang tersebut menyikapinya". Oleh karena itu, FH mencoba membahas ke"tergantung"an tersebut.

Setiap hal yang ada disekitar berpotensi mempengaruhi seseorang. Saat seseorang telah terpengaruh, maka orang tersebut telah menerima data dari lingkungannya. Kemudian melalui proses berpikir, data tersebut diproses dan menghasilkan bentuk aksi atau reaksi. (proses berpikir telah dijelaskan sedikit dalam "bagaimana topik pembicaraan mendadak berubah", belum tahu? sebaiknya bacalah terlebih dahalu :))

Rintangan dalam mengejar mimpi


Bagaimana orang tersebut termotivasi untuk memilih? Eliyahu M. Goldratt pernah menyampaikan bahwa ada 4 pertimbangan secara logika yang membuat orang bergerak. Secara objektif, FH memandang 4 pertimbangan tersebut sebagai variabel yang mempengaruhi aktifitas dalam meraih mimpi.

#Rintangan 1 Logika dalam menerima penghargaan

Dengan memberikan penghargaan pada seseorang seperti, memberitahu manfaat, uang, materi lainnya, jasa bahkan pujian maka akan timbul motivasi seseorang dalam bergerak. Banyak orang yang tidak akan mau bekerja jika tidak digaji, orang tidak akan mau belajar jika tidak mengetahui manfaat belajar, dan majikan tidak akan memberikan uang secara cuma-cuma kepada pembantu jika tidak mendapatkan jasa dari pembantunya.

Semakin besar penghargaan yang diterima, maka motivasi memilih dan bergerakpun akan semakin besar. Jika kamu ingin memanfaatkan waktumu dengan baik, cobalah membayangkan apa yang akan kamu dapat jika kamu produktif terhadap waktumu. Kemudian tuliskan hal tersebut atau buat secara nyata hal yang selalu dapat mengingatkan motivasimu.

FH menyarankan kamu untuk mengikuti Program MM (Mengejar Mimpi) 30 Hari. Hal ini berguna untuk menjaga motivasi seseorang dalam kehidupannya sehari-hari.

Banyak orang yang terganggu dalam mencapai impiannya dikarenakan penghargaan baru yang ditemukannya "saat itu" lebih nyata. Saat melihat orang yang sukses dengan berdagang bakso, kamu mengikuti langkahnya. Kemudian saat melihat orang yang sukses dengan batu akik, kamu berpaling dari bakso kemudian menuju batu akik. Kemudian saat kamu melihat tukang bakso lain sukses, kamu kembali menekuni tukang bakso.

Bayangkan ketika kamu berlari, kemudian ditengah jalan kamu menemukan warung yang dalam keadaan promo memberikan minuman susu coklat dingin gratis untuk 20 orang pertama dan kebetulan tersisa untuk 2 orang lagi. Tetap berlari atau berhenti sejenak?

Itu adalah cerita pelari yang motivasi berlarinya terganggu. Bagaimana dengan cerita kehidupan yang memiliki banyak variabel kompleks. Mungkin kitapun akan terganggu jika berperan sebagai pelari tersebut. Namun yang jelas, penghargaan memiliki pengaruh dalam berperilaku.

#Rintangan 2 Logika dalam hal kesulitan pencapaian.

Pernah mendengar lelucon seperti ini:

Paman: "Mau tidak saya kasih kamu 10juta"
Adik: "Maulah siapa si yang nggk mau dapet duit segitu"
Paman: "Tapi ada syaratnya"
Adik:"Apa?"
Paman: "Bersihin gigi buaya"
Adik: "Pacul mana pacul...."

Percakapan tersebut adalah lelucon jika kamu memandangnya dari sudut kebanyakan orang memandang. Percakapan tersebut bisa menjadi pembelajaran untuk kamu jika kamu memandangnya dengan perspective berbeda. (the canonical perspective)

Besarnya jumlah uang yang akan didapat jika tingkat kesulitannya tinggi maka orang akan berpikir beberapa kali terhadap uang tersebut. Dari lelucon diatas, kita mempertaruhkan hidup kita untuk uang 10juta. Siapa orang yang menerima tantangan tersebut padahal dia memiliki keluarga, teman, dan orang - orang yang mencintainya. Mungkin hanya orang-orang yang tingkat depresinya tinggi yang mengikuti tantangan tersebut.

Jika saja buaya tersebut di beri obat penenang, menggunakan alat canggih untuk membuka mulutnya, dan adik menggunakan pakaian yang sudah terbukti aman maka besar kemungkinan lelucon tersebut berubah menjadi uang jajan untuk si adik.

Sama halnya seperti kita mengejar impian kita, sama halnya keinginan kita untuk melakukan banyak hal. Beberapa orang yang merasa tidak difasilitasi atau fasilitasnya kurang menyebabkan mereka tidak melakukan apapun. Dan sebaiknya kita tidak menyikapi seperti ini.

Selalu memandang suatu hal dari perspektif yang berbeda agar mendapati celah atau peluang untuk kembali beraktifitas.

#Rintangan 3 Logika sudah merasa nyaman.

Pernah mendengar kalimat seperti ini "Jangan kerja dulu, lebih baik kamu kuliah baru setelah itu kerja. kalo kamu udah kerja nantinya ketagihan dan malah gak mau kuliah". Tidak masalah selama tempat kerjanya merupakan mimpinya. Namun, apa yang terjadi jika tempat kerja itu bukan hasratnya dan bukan impiannya untuk bekerja disitu? Maka besar kemungkinan pengaruh terbesarnya hanyalah reward/gajinya.

Kita sering mendapati hal yang tidak sesuai dengan harapan/keinginan kita. Kemudian kita sering mendengar orang mengatakan "jalanin aja dulu, siapa tahu ada hikmahnya.." dan memang selalu ada hikmahnya.

Saya selalu percaya bahwa Allah pasti dan selalu memberikan yang terbaik untuk kita, dan permasalahan kebanyakan dari kita adalah memahami pemberian-NYA. Sejauh mana kita memahami pemberian-NYA?

Cobalah untuk menyangkut pautkan impian mu dengan sekarang kamu berada. Apa keterikatan impianmu dengan tempat kerjamu? Apa yang bisa kamu ambil dari kelasmu untuk impianmu?

Jika kamu "merasa nyaman" namun sulit mengejar impianmu, cobalah cari keterikatan antara tempat "rasa nyamanmu" dan impianmu. Selalu belajar dari banyak hal karena impianmu tidak dibangun secara murni dari 1 hal, akan selalu ada ilmu lain yang mendukung. Dan dari sinilah akan timbul kreatifitas. Namun ingat! tetap prioritaskan tanggunga jawab.

#Rintangan 4 Logika akibat tekanan.

Banyak desakan yang membuat orang mengurungkan impiannya. Saya melihat hal inilah yang paling sering terjadi dikalangan rakyat menengah dan kebawah. Desakan ekonomi, tekanan dari orang-orang yang dicintai mengharapkan kita untuk mengikuti cara mereka.

Apakah kita harus menolak cara mereka? Tidak disarankan untuk menolak cara mereka karena mereka hanya menginginkan hal yang baik untuk kita. Orang-orang yang mencintai kita tidak akan pernah memiliki maksud untuk menjauhkan kita dari impian kita. Mereka hanya khawatir, mereka ingin kita bahagia dengan caranya karena mereka melihat kita dalam keadaan "mengkhawatirkan."

Apakah ini berarti kita harus merelakan impian kita? Tanggung jawab tetap menjadi hal yang utama. Namun bukan berarti kita harus berhenti mengejar impian kita. Ini berkaitan dengan cara kamu memanajemen waktu. Akan selalu ada banyak jalan/cara jika kamu memiliki mimpi untuk "memiliki" hal, namun akan lebih sulit jika kamu memiliki mimpi untuk "menjadi" sesuatu. Jika kamu memiliki mimpi untuk "menjadi" sesuatu, cobalah untuk memiliki ilmu, karakter, dan sifat-sifat dari mimpimu.




Logika dalam memilih

Mari kita ringkas

Umumnya yang mempengaruhi kita dalam memilih secara objektif adalah:
  1. Berdasarkan penghargaan yang didapat yaitu semakin tinggi harga yang diperoleh.
  2. Berdasarkan tingkat kesulitan yang dihadapi yaitu semakin rendah tingkat kesulitannya.
  3. Berdasarkan rasa nyaman yang sedang berlangsung yaitu keluar dari zona nyaman.
  4. Berdasarkan tekanan yang diterima yaitu semakin kuat tekanannya.
Semoga dengan ini, kamu lebih menyadari hal yang berada disekitar kamu. Sehingga kamu lebih mantap dalam melangkah, lebih mantap dalam hal memilih.

Silakan klik Daftar Fenomena untuk mengetahui artikel menarik, mengejutkan dan bermanfaat lainnya. :)

Referensi
The world with theory of constraints (17 Juli 2010). Overcoming Resistance to change - isn't obvious?. video: youtube

loading...