Tuesday, March 8, 2016

Fenomena Mirroring (Peniruan) dalam Kehidupanmu

Fenomena Harimu tidak bermaksud berbicara tentang suatu karya yang di copas, melainkan interaksi antara seseorang dengan orang lain yang dapat meningkatkan perasaan "diterima" serta dapan membangun ikatan yang kuat melalui bahasa tubuh.

Sehingga mirroring / peniruan [yang kami maksud] adalah suatu fenomena saat seseorang meniru tingkah laku orang lain yang ditujukan untuk membangun hubungan yang lebih akrab sehingga dapat memberikan kehidupan yang lebih harmonis.

Setiap orang pernah melakukan ini dalam kehidupannya. Karena dalam otak manusia ada yang disebut dengan "mirror neuron" yaitu suatu neuron yang mengakibatkan efek mirorring/peniruan, dan kebanyakan dari kita tidak menyadari hal tersebut. Dibawah ini adalah salah satu contoh fenomena mirorring:

Fenomena Mirroring
Image: Fenomena mirroring [pixabay]


Dua orang lanjut usia  duduk bersama dengan kaki yang memangku (posisi kaki 4). Posisi kaki 4 yang dilakukan mereka merupakan salah satu indikasi dari mirroring/peniruan. Siapa yang meniru dan siapa yang ditiru? Kami tidak tahu pasti hal tersebut namun kemungkinan yang terjadi adalah:

  1. [Sebut saja] Billy (seorang kakek  tanpa kacamata) ingin menjelaskan sesuatu kepada [sebut saja] John (kakek dengan kacamata hitam).
    Indikasi: tangan terbuka, badan sedikit dicondongkan kedepan, serta posisi bahu yang dikecilkan.

  2. Billy melihat john kemudian melakukan pengamatan/scanning. Otak menerima data tersebut yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan dan perasaan Billy. Karena Billy ingin membangun komunikasi yang lebih akrab, sehingga secara tidak sadar Billy melakukan mirorring/peniruan terhadap John.
    Indikasi: mengikuti posisi kaki 4.
     
  3. Billy cukup kesulitan untuk mendapatkan perhatian John, karena John memiliki pertahanan yang menyebabkan penyampaian informasi sulit diterima.
    Indikasi: kacamata hitam yang digunakan, leher terbuka, serta benda yang ada dihadapannya.
     
  4. Kacamata hitam, topi musim panas, leher terbuka, dudukan tangan pada kursi, serta benda yang dipegang John membuat kakek tersebut merasa higher class daripada Billy.
     
  5. Kesimpulannya, Billy sebagai peniru dan John sebagai yang ditiru.

Selain itu, salah satu fenomena mirroring yang terjadi dimasyarakat yaitu menguap. Robert prone menemukan bahwa menguap begitu menular bahkan kita tidak perlu melihat orang secara langsung hingga terdengar suaranya. Hanya dengan melihat mulut terbuka saja sudah cukup untuk memberikan penularan.

Pesan dibalik aktifitas peniruan (mirroring).


Isi pesan pada mirroring kurang lebih seperti, "lihat diriku, aku sama dengan mu." Tentunya kita tidak mengatakan hal ini secara langsung, hanya saja pesan ini tersampaikan secara tidak sadar oleh tubuh.

Mungkin inilah salah satu alasan mengapa para siswa sulit mengangkat tangan mereka saat gurunya bertanya, walaupun sebenarnya beberapa diantara murid tersebut ingin melakukannya. Secara tidak langsung yang mereka katakan kurang lebih seperti "teman lihat aku, bukankah aku sama seperti kalian?".

Dan salah satu cara untuk meminimalisasi kemungkinan ini terjadi adalah seorang guru harus mengangkat tangannya terlebih dahulu saat meminta muridnya bertanya. Hal ini diperlukan agar murid melakukan proses scanning.

"lihat diriku, aku sama dengan mu." Mengapa seseorang ingin terlihat "fit" dengan orang lain? mirroring berkaitan dengan manfaat yang didapat, status dan jumlah orang.

Artinya, kita akan meniru seseorang jika orang tersebut dipandang menarik oleh kita, bagaimana orang-orang disekitar kita bertindak atau bagaimana kita dapat membangun hubungan yang erat dengan seseorang.

Bisa jadi mereka yang menurut kita menarik adalah pemimpin, penyanyi, artis, "yang punya duit banyak", "yang punya jabatan tinggi" atau seorang teman.

Apakah kamu pernah mengidolakan seseorang? atau pernahkah kamu dibuat terkagum-kagum oleh orang lain yang "kebetulan" mereka adalah pemain film, penyanyi atau politikus? Siapa? Kemudian perhatikan dirimu. Itu adalah kamu yang remaja atau bahkan dewasa. Kemudian bagaimana dengan anak-anak?

Mereka belajar dengan cepat, mereka melakukan apa yang orang lain lakukan dan hal inilah yang terjadi pada anak-anak yang kita keluhkan karena banyaknya moral mereka yang rusak akibat konten televisi yang buruk. (because children see, children do)

Saran kami dalam menyikapi hal ini: 1)Hapus channel televisi yang menurutmu mengandung lebih banyak konten merusak moral anak, dan 2)Jangan beri mereka fasilitas yang tidak sesuai dengan kondisi mental mereka. Hal ini dilakukan berdasarkan tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak.

Waktu dan pergerakan yang kurang tepat dalam meniru.


Mirorring (peniruan) dapat membuat seseorang merasa diterima serta menguatkan rasa keakraban. Namun disisi lain juga dapat membuat orang yang ditiru merasa seperti terhina.

Bayangkan saat kamu duduk, kemudian temanmu ikut duduk bersamamu secara berhadapan. Kamu memainkan HP kemudian dia memainkan HP. Kamu minum, dia pun ikut minum. Kamu menopang kepalamu dengan tangan, dia pun melakukan hal yang sama. Saat kamu menyilang tangan sambil menggoyangkan kaki, dia pun demikian. Dan keseluruhan aktifitas tersebut kamu lakukan dalam 1 menit. ("are you kidding me?!")

Berikan sedikit jeda waktu untuk memulai meniru, lakukan secara perlahan, perhatikan frekuensi pergerakannya serta tidak mencolok atau sama percis dengan temanmu.

Biasanya, secara sadar mirorring sering dilakukan bagi mereka yang berprofesi sebagai sales, atau politisi. Karena bagi sales hal ini berguna untuk membangun keakraban dengan pembeli sehingga mereka dapat meningkatkan penjualan. Dan bagi politikus hal ini berguna untuk mendapatkan pengakauan terhadap mereka "yang memiliki status lebih tinggi" atau berniat menggulingkan mereka dari belakang.

Temukan indikasi fenomena peniruan (mirroring)


Fenomena mirorring dalam kehidupanmu dan kehidupan orang lain sering kali tidak kita sadari. Namun, bukan berarti kita harus selalu menyadari hal tersebut. Hanya saja, dengan lebih menyadari dan memahami disekitarmu dapat membuat hidupmu jauh lebih baik.

Diperlukan suatu usaha serta proses yang dimana sebuah otak harus terbiasa terhadap hal yang ada disekitar kita. Untuk lebih menginspirasi dirimu, FH menyajikannya dalam "Biarkan dirimu memulai sesuatu." Dan kami berharap semoga hal tersebut dapat bermanfaat bagi kamu :).

(Wait! not yet finish.)

Sebelum kamu keluar dari topik ini, dapatkah kamu temukan fenomena mirorring dalam foto dibawah ini? Apa indikasinya (selain wajah troll)? dan kemungkinan apa yang tengah terjadi berdasarkan foto tersebut?

My friend's in 2009
Image: My friend's in 2009

Kemungkinan apapun bisa terjadi. (So, let me know your suggest)

Referensi:
Croxson, Paula Ph.D (2012). Miror, miror. Psychologytoday. Diakses:  6 maret 2016
Wikipedia. Mirroring (psychology). Diakses: 6 maret 2016
Wikipedia. Mirror neuron. Diakses: 6 maret 2016