Friday, June 24, 2016

Fakta Unik Tentang Jodoh [part 1]: Kecantikan dan Interaksi

Mungkin beberapa diantara kita tidak ambil pusing dengan pertanyaan "siapakah jodohku?" namun tahukah kamu ada beberapa orang diantara kita yang dengan khawatirnya memikirkan "siapakah jodohku nanti?"

Beberapa diantara kita yang dipusingkan dengan hal tersebut, kemungkinan dilatarbelakangi oleh mereka yang sekedar penasaran dengan jodohnya atau memang mereka begitu ingin untuk menikah namun masih belum memiliki calon yang cocok untuk dinikahkan.

Mengapa kita begitu memikirkan siapakah jodoh kita? dan bagaimana sepasang pria wanita dapat dikatakan sebagai jodoh?

Selain itu, hadirnya seminar tentang jodoh, materi jodoh, aritikel, penelitian, biro jodoh offline dan online menjadi seperangkat bukti mengapa seseorang begitu memperdulikan terhadap siapakah jodohnya.

Seperti apa ya seseorang yang akan mendampingiku, bersanding denganku, mengisi hari-hariku hingga aku tua nanti?

Sayangnya tidak ada yang tahu siapakah jodoh kita nanti. Walaupun beberapa diantara kita ada yang sudah memiliki kekasih untuk waktu yang lama, namun hal tersebut tidaklah mutlak bahwasannya dia adalah "jodohku."

"Jodoh tidak ada yang tahu," namun bukan berarti tidak bisa dipelajari. Maksud kami selalu ada pola, selalu ada pengaruh, serta motif dibalik pilihan mereka. Itulah yang akan kami coba paparkan.

Berawal dari bagaimana memengaruhi orang lain, meningkatkan daya tarik seseorang, bagaimana dua orang menjalin kasih, bagaimana dua orang menjaga keterikatan hingga bagaimana penyebab terjadinya perpisahan diantara kita sebagai manusia.

Fenomena Harimu mencoba memaparkan hal yang berkaitan dengan jodoh namun tidak berdasarkan urutan seperti yang disampaikan diparagraf sebelumnya. Kami mencoba melihat pola kecenderungan bagaimana dua orang "berjodoh."

Chek it out :)

Image: Old Couple [pixabay]

Kecantikannya hingga baik dan perhatian.


Apakah kamu telah memiliki pasangan dan sedang dalam perasaan yang teramat dalam mencintainya? seperti apakah dia? dan bagaimana awal terbentuknya perasaan itu? (terlalu banyakkah pertanyaan kami? :D)

(Kita mulai dari sudut pandang pria) Hampir seluruh pria sepakat bahwa "cantik" merupakan salah satu faktor daya tarik wanita. Artinya disamping cantik, ada pertimbangan lain yang menjadikan pria tertarik terhadap wanita.

Idenya seperti ini..

Bagaimana seseorang dapat mendekatimu jika dia tidak mengetahui siapa dirimu? 


Sebelum orang berinteraksi denganmu, sebenarnya orang lain sudah memiliki informasi secara gamblang yang berkenaan tentang dirimu. Kami menyebutnya sebagai kesan pertama.

Entah itu dari paras muka, tulisan yang kamu ciptakan, musik yang kamu mainkan, atau berita tentang dirimu di media. Orang lain telah mengetahui dirimu sebelum mereka berdialog denganmu. Interaksi [dialog] membuat orang  mendapatkan informasi yang lebih dalam tentang kamu.

Dalam konteks ini, si pria yang melihat "kecantikan" si wanita pada salah satu sisi [wajah, suara, tulisan dll] yang merupakan daya tarik dari si wanita. Dan setelah itu masuk kedalam interaksi yang lebih jauh.

Orang baik cenderung membuat orang disekitarnya tertarik.
-Dr. Frost (serial film)-

Beberapa hari berinteraksi, si pria belum merasakan ketidakcocokan hubungannya terhadap si wanita yang artinya hubungan/ interaksi masih tetap berlanjut (beberapa orang menyebutnya sebagai teman dekat). Kemudian hubungan akan terasa semakin dalam yang besar kemungkinan percakapan mereka selalu dibumbui dengan tawa, pernyataan perhatian serta peduli.

Hal tersebut dapat memicu otak untuk menghasilkan hormon kebahagiaan seperti serotonin, oksitosin, atau dopamine. Kebahagiaan dirangsang oleh sesuatu [secara sadar atau tidak sadar] yang bernilai dalam hidupnya bertambah.

Dan tentunya ketika seseorang mendapatkan hal yang bernilai, orang tersebut cenderung berusaha lagi untuk pmendapatkan "kebernilaiannya" kembali. (Mungkin pernyataan ini cukup sulit di pahami, untuk lebih mengetahui tentang kebahagiaan. Klik disini)

(Sudut pandang wanita) Pernahkah kamu menemukan seseorang yang menurutmu begitu cantik dan menjadi perhatian oleh banyak pria?

Kecantikan seorang wanita dapat membuat pria menjadi begitu baik dan perhatian dimata wanita. Dan sayangnya efek dari kebaikan dan perhatian si pria tersebut cenderung ditujukan kepada si wanita itu.

Banyak dari teman kami yang perempuan [bahkan penyampaian informasi seseorang melalui media] memasukkan kata "baik dan perhatian" sebagai kata yang paling sering terucap untuk menggambarkan si pria.

Ini idenya..

Seseorang akan lebih terlihat peduli terhadap mereka yang menurutnya cantik atau tampan


helping
Image: menolong [pixabay]

Hal tersebut mejadi salah satu faktor seseorang mendekati orang lain, sebelum membantu [terlihat baik dan perhatian] orang lain. Namun ingat, tidak selalu seperti itu.

Maksud kami dalam kondisi yang sama dan yang membedakannya hanyalah tingkat kecantikan atau ketampanan seseorang, orang akan lebih peduli terhadap mereka yang cantik atau tampan. Karena mereka mengincar interaksi.

Dan tentunya kecantikan atau ketampanan dimata setiap orang berbeda-beda. Walaupun kita mengatakan bahwa membantu tidak mengenal usia, wajah, tubuh atau status namun cukup sulit mengelak bahwa kita akan memberikan bantuan yang lebih kepada mereka yang cenderung cantik atau tampan.

Saat wanita yang terlihat cantik oleh seorang pria, seorang pria akan mencoba mendekati si wanita jika dirinya memiliki kesempatan. Berarti disini ada peran visual, artinya penampilan dari apa yang kita gunakan, bagaimana kita berhias diri dan bagaimana kita mengkordinasikan tubuh kita dapat memengaruhi orang lain.

Kesempatan adalah peluang "ditambah" keahlian yang dimiliki.
Tweet: Kesempatan adalah peluang ditambah keahlian yang dimiliki 

Kemudahan yang diterima wanita namun tidak disadari


Kita akan merasa bahagia dengan hadirnya kemudahan, terlalu sering kita menerima kemudahan membuat kita terbiasa dengan kemudahan tersebut [habit]. Dan kemudahaan selalu berkaitan dengan pengurangan usaha.

Bayangkan si pria yang memiliki kendaraan pribadi yang siap bepergian bersama wanita, pribadi yang lebih dewasa, pribadi yang soleh, jiwa dan raga yang kuat, rumah pribadi, atau beberapa bawahan. Semua hal tersebut juga memberikan kemudahan bagi si wanita.

Si wanita yang telah menerima banyaknya kebaikan dari sang pria, mulai merasakan kemudahan bersama sang pria. Jika kita renungkan lebih jauh berkenaan dengan kebaikan "pernahkah kamu berpikir bahwa aktifitas kebaikan mana yang tidak ditujukan untuk kemudahan orang lain?"

Si wanita tidak perlu mengeluarkan usaha yang lebih untuk bepergian, usaha yang lebih untuk mengerti (karena wanita cenderung ingin dimengerti), usaha yang lebih untuk memahami hidup, usaha untuk melindungi diri, usaha menciptakan rasa nyaman atau usaha untuk memengaruhi orang lain sesuai keinginannya.

Si pria yang selalu memberikan kemudahan kepada wanita tanpa si wanita merasa tidak memberikan apapun kepada si pria akan membuat si wanita merasa bahwa si pria itu peduli serta perhatian. Dari sini si wanita akan sulit melepaskan si pria. Dan beberapa wanita tidak menyadari bahwa kebaikannya bukan karena murni dirinya baik namun ada pengaruh dari sisi daya tarik si wanita.

Hal tersebut adalah wajar, kami tidak mengatakan bahwa sang pria tersebut memiliki maksud yang lain seperti pribahasa "ada udang dibalik batu". Namun, perlu diketahui apapun yang dilakukan oleh manusia sebenarnya motif terdalam mereka adalah diri mereka sendiri.

Motif terdalam seseorang yang begitu terlihat peduli adalah diri mereka sendiri, dan hal ini akan membawa pada kesadaran diri.

Sang pria akan terlihat baik oleh sang wanita, karena sang pria butuh keberlangsungan hadirnya sang wanita itu sendiri. Tambah lagi kita sebagai manusia memiliki naluri untuk mempertahankan spesies kita agar kita tidak punah.

Kita memilih rasa aman kemudian nyaman


promise
Image: promise [pixabay]


Dalam otak manusia, terdapat otak yang disebut sebagai old brain atau beberapa orang menyebutnya reptilian brain yang berperan sebagai pengatur keseimbangan akan kebutuhan food, sex, and danger. Hal itu yang memunculkan pertanyaan "dapatkah kita makan ini? dapatkah kita berhubungan dengan ini? apakah ini membunuh kita?"

Tanpa makanan kita akan mati, tanpa sex spesies kita akan punah, dan ketika kita terbunuh maka kita tidak mendapatkan keduanya. Dan ketiga hal tersebut sudah secara alamiah terdapat dalam setiap manusia.

Dan dari sini muncul ide, kita juga akan cenderung merasa nyaman dengan seseorang yang membuat diri merasa aman. Aman disini tidak selalu perlindungan terhadap hal yang bersifat fisik atau materi tapi juga psikis.

Beberapa orang mengatakan "Nikah? mau makan apa nanti anak istri? mau makan cinta?!" dan kami lebih memilih cinta. Karena mencintainya, kami tidak akan membiarkannya kelaparan, ingin dirinya merasa aman, mengangkat dirinya, menjaga dirinya, dan membawanya pada kebaikan dunia dan akhirat.

Tidak berarti kuat namun diusahakan untuk menjadi kuat, tidak berarti kaya namun diusahakan untuk berusaha memenuhi. Dan tidak berarti pintar namun diusahakan untuk terus belajar.

Ingat hirarki maslow pada "hirarki kebutuhan manusia terhadap uang"?

Dalam hirarki maslow, rasa aman merupakan tahap kedua setelah kebutuhan akan fisilogis (makan, minum, udara, istirahat, dll) terpenuhi. Hal itu dibuktikan oleh para orang tua yang menginginkan anak perempuannya dinikahi oleh pria yang aman secara materi.

Kami katakan bahwa hal tersebut wajar, siapa dari orang tua yang tidak menginginkan anaknya apalagi anak perempuannya merasa aman? Entah itu aman raga atau jiwa bahkan kedua-duanya. Inilah yang akan dipertimbangkan oleh para orang tua bahkan si perempuan itu sendiri, namun jika sudah memilih akan lebih baik mentransformasikannya dalam rasa syukur.

Setelah rasa aman barulah ketahap rasa memiliki. Disinilah rasa ingin saling memiliki muncul. Penerimaan, saling bertukar kasih sayang, serta rasa percaya. Unsur yang membentuk rasa percaya dapat kamu peroleh di "Peran pribadi manusia sebagai makhluk yang diciptakan."

Selanjutnya, Fakta Unik Tentang Jodoh [Part 2]: Kesamaan dalam hal.

Referensi:
Duhigg, Charles. 2012. The Power of Habit. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
Nationwide Documentaries. 2014. The Science of Lust. Youtube. Diakses: 16 April 2015
Rakhmat, Jalaludin. 1999. Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset Bandung >>Dapatkan bukunya
Weinschenk, Susan. 2010. 47 Mind Blowing Psychological Facts You Should Know About Yourself. Businessinder. Diakses: 22 Juni 2016
Wikipedia. 2016. Teori Hirarki Kebutuhan Maslow. Wikipedia. Diakses: 1 Juni 2016