Thursday, June 9, 2016

Memahami Peran Pribadi Manusia Sebagai Makhluk yang Diciptakan

Tidak ada seorang pun yang berharap bahwa dirinya terlahir didunia ini.

Kita lahir tanpa seizin kita, tanpa keinginan kita dan kita tidak tahu apa-apa. Tiba-tiba saja kita melihat dunia, mendengar dunia, dan tanpa tahu apa-apa kita hanya bisa menangis.

Kemudian mengapa kita diciptakan?

Kursi kayu
Image: Kursi Kayu [pixabay]

Kita menjawab "kita diciptakan semata-mata untuk beribadah kepada Allah." Dan kita semua pun sepakat dengan jawaban itu.

Dalam filsafat, segala sesuatu  yang "diadakan" atau "ada" pasti memiliki sebab (kausa). Dalam filsafat, "sebab" ada beberapa macam, yaitu sebagai berikut:
  • Kausa bahan/ material: segala sesuatu yang mengadakan sesuatu dengan kekuatan.
  • Kausa karya/ efisien: segala sesuatu yang sesuatu ada karenanya.
  • Kausa tujuan/ finalis: segala sesuatu yang menjadi tujuan adanya sesuatu.
  • Kausa bentuk/ formal: segala sesuatu yang mengadakan sesuatu dengan tindakan.
  • Kausa kurang: semua kausa selain keempat kausa diatas.
Seperti yang dicontohkan oleh Imam Fakhrudin Ar-Razi:

1. Kausa karya/ efisien: tukang kayu yang membuat kursi.
2. Kausa bahan/ material: kayu atau besi yang dipakai si tukang kayu sebagai bahan baku pembuatan kursi.
3. Kausa bentuk/ formal: bentuk kursi yang dibuat si tukang kayu sebagai fungsi dari kursi.
4. Kausa tujuan/ finalis: aktivitas duduk yang menjadi si tukang kayu membuat kursi

Sekarang bayangkan jika kursi tersebut memiliki nyawa, hawa nafsu seperti layaknya manusia dan kamu berperan sebagai si tukang kayu.

Mungkin kursi tersebut akan menolak untuk diduduki terus menerus atau terkadang menaati perintahmu, bisa jadi kursi tersebut berontak dan mengabaikan semua perintahmu.

Kemudian kamu mengatakan "dasar makhluk tak tahu diri, aku yang menciptakan kamu mengapa kamu mengabaikan seluruh perintahku? Aku menciptakan kamu wahai kursi untuk aku duduki."

Kamu sebagai tukang kayu pun murka dan menghancurkan kursi yang kamu ciptakan.

Atau "tidak usah jauh-jauh."

Jika kamu membuat sesuatu namun fungsinya tidak diharapkan oleh dirimu, pilihannya diperbaiki atau ditinggalkan. Mungkin jika kamu cukup konsisten dan sabar, hal yang kamu buat akan diperbaiki terus menerus hingga "hal" yang kamu buat sampai tidak bisa diperbaiki lagi dan kemudian ditinggalkan.

Siapa yang menciptakan saya, kamu dan kita semua? Apa yang diinginkan Sang Pencipta terhadap diri kita? Sadar diri kah kita bahwa siapa diri kita sebenarnya?


"Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."
(QS. Adz-Dzariyaat [51]: 56)

Setiap pribadi adalah pemeran utama didunia


Sekarang dirimu dan kita semua hidup, kamu bersama lingkunganmu saat ini membaca tulisan saya. Berhentilah sejenak membaca tulisan ini. Kemudian lihat sekelilingmu.

Pertanyaannya, apa yang kamu dapat dari lingkunganmu?

Sekarang bayangkan kamu berada disuatu ruang putih bersih tanpa benda apapun. Kemudian tiba-tiba datang menghampirimu seorang gadis kecil berumur 6 tahun membawa setangkai bunga mawar putih.

Dijatuhkannya mawar putih tersebut dihadapanmu dan gadis itu menginjak injak bunga tersebut hingga tak berbentuk layaknya bunga.

Apa yang kamu pikirkan? Apakah kamu beranggapan bahwa kejadian ini adalah sebuah masalah?

Setiap orang tentu memikirkan hal yang berbeda-beda walaupun kejadiannya sama. Mungkin kamu berpikir bahwa gadis itu kejam, bodoh, atau mungkin kamu berpikir masa lalu apa yang membuat si gadis menginjak bunga itu.

Ini adalah fenomena persepsi, kamu dapat mengetahui lebih dalam tentang persepsi pada "tahap bagaimana kesan pertama terbentuk."

Kami menilai bahwa dunia adalah persepsi bagaimana kamu menilai lingkunganmu. Kamu bisa mengatakan dunia adalah "suatu tempat yang dimana kita dapat mengekspresikan diri," atau "dimana kita berinteraksi," atau yang simple "suatu tempat dimana kita hidup."

Kamu dapat mengatakan dunia adalah "terserah dirimu," karena manusia itu melahirkan sesuatu dari apa yang telah diserapnya.

Kita berbicara banyak tentang hak kebebasan kita dalam berekspresi, tapi kita perlu lebih banyak berbicara tentang tanggung jawab kita dalam berekspresi.
Monica Lewinsky


Perhatikan gambar dibawah ini.

pengaruh lingkungan
Image: Reaksi manusia terhadap lingkungan

Kamu berada disuatu lingkungan sekarang, entah itu di kamar, tempat makan, tempat kerja atau sekolah. Dimanapun kamu berada, lingkungan memengaruhi kamu bergerak. Kamu bergerak berdasarkan persepsi terhadap lingkunganmu.

Lingkungan masuk kedalam persepsimu, kemudian kamu meresponnya dengan berbagai macam ekspresi dan kamu mulai menyesuaikan tubuhmu dengan lingkunganmu.

Dibawah ini adalah kategori ekspresi emosi:

Emotion Wheel
Image: Emotion Wheel [lifehacker]

Gambar diatas (emotion wheel) sedikit telah dipaparkan salah satunya adalah kategori kebahagiaan pada "ciri dan delapan perasaan yang termasuk emosi kebahagiaan."

Masih ingatkan si gadis yang menginjak bunga tadi? Bayangkan itu adalah lingkunganmu, kemudian kamu mempersepsikan tindakan si gadis itu, atau pakaian gadis itu, atau bunga yang dibawa.

Setelah mempersepsikan, akhirnya kamu berekspresi (walaupun sepintas terlihat wajah yang datar), emosi muncul dari dalam dirimu dan akhirnya kamu menyesuaikan dirimu terhadap lingkunganmu. 

Bagaimana kamu menyesuaikan dirimu terhadap lingkunganmu? pengaruh apa yang kamu bawa untuk lingkunganmu?

Kamu adalah pemeran utama dalam kehidupanmu, kamu yang menentukan segala pilihan yang ada dihadapanmu, tinggal kamu yang bertanggung jawab atas segala pilihanmu.

Jika kamu memertanyakan, semua kehendak Allah, dan semua pilihan yang ku pilih sudah dikehendaki oleh Allah. Mungkin video dibawah ini dapat sedikit menjelaskan:



Referensi:
Allan, Patrick. 2014. Find the Perfect Word for Your Feelings with this Vocabulary Wheel. Lifehacker. Diakses: 6 Juni 2016
Ar-Razi, Imam Fakhrudin, Fuad Syaifuddin Nur (Translator), dan Yodi Indrayardi. 2015. Kitab Firasat: Ilmu Membaca Sifat dan Karakter Orang dari Bentuk Tubuhnya. Jakarta: Turos Pustaka.
Sutrisno, mohammad. 2014. Penjelasan dari Dr. Zakir naik tentang takdir. Youtube. Diakses: 6 Juni 2016.

loading...