Saturday, July 2, 2016

Fakta Unik Tentang Jodoh [part 2]: Kesamaan Dalam Hal

Pada bagian pertama fakta unik tentang jodoh telah dipaparkan berkenaan dengan pengaruh kecantikan dan interaksi. Bagaimana pengaruh kecantikan seorang wanita yang akan memengaruhi interaksi antara si wanita dan si pria yang kemudian seiring berjalannya waktu membangun sebuah hubungan yang erat.

Kami meyakini bahwa masih banyak titik-titik tersembunyi yang harus kami cari, kami paparkan untuk membangun pola yang lebih jelas berkenaan dengan jodoh. Hal ini tidak berarti bahwa kami dapat mengetahui jodoh seperti apa untuk orang seperti apa atau sebaliknya.

star cluster
Image: star cluster [pixabay]

Kembali kami tekankan, kami berusaha membangun pola yang menghasilkan kecenderungan terbentuknya jodoh. Pada bagian kedua, Fenomena Harimu mencoba memaparkan sudut pandang baru yang berkaitan tentang fakta unik jodoh yaitu kesamaan dalam dua hal.  
 
Check it out :)

Latar belakang yang sama

Coba tanyakan pada orang tuamu, bagaimanakah awal mereka bertemu? mungkin kebanyakan dari mereka mengatakan "dahulu mamah sama papah itu satu...." kampus, satu sekolah, satu organisasi, satu hobi/komunitas atau bahkan satu komplek domisili.

Jika kita melihat history orang tua kita secara umum. Berawal saat mereka menghabiskan waktu bersama yang hanya sebatas kenalan atau teman biasa. Mereka sering bertemu karena kesamaan dalam aktifitas mereka.

Kesamaan aktifitas dalam suatu lokasi memicu interaksi secara non-verbal atau verbal. Mungkin pertama kali bertemu dalam satu ruang, mereka hanya saling melihat satu sama lain juga orang-orang disekitar mereka.

Jalaludin Rakhmat, dalam bukunya psikologi komunikasi menjelaskan bahwa bila individu-individu berinteraksi, maka yang terjadi adalah

  1. Proses belajar yang meliputi aspek kognitif dan afektif 
  2. Proses penyampaian dan penerimaan lambang-lambang (komunikasi) 
  3. Mekanisme penyesuaian dirir seperi sosialisasi, permainan peranan, identifikasi, proyeksi, agresi, dan sebagainya.

Saat dialog mulai terbentuk antara "orang tuamu" saat itu, kembali orang tuamu menilai satu sama lain. Yang kemudian melakukan penyesuaian terhadap diri mereka sendiri. Ketika percakapan mereka lebih sering mendukung secara emosional satu sama lain maka seiring berjalannya waktu hubungan mereka akan lebih dari sekedar teman. Sahabat kata mereka, atau kekasih.

Ikatan kuat dan lemah


Latar belakang yang sama lebih cenderung memicu terbentuknya strong ties/ ikatan kuat. Dalam suatu ikatan, ikatan terbagi menjadi dua yaitu strong ties/ ikatan kuat dan weak ties/ ikatan lemah.



Ikatan kuat termasuk teman dekat, pasangan hidup, keluarga, saudara, bahkan tetangga. Sedangkan ikatan lemah termasuk orang yang tidak begitu akrab dengan kita.

Ikatan-ikatan kuat, mungkin kita punya beberapa kenalan dekat yang telah kaya, beberapa lebih miskin dan beberapa dari ras yang berbeda namun, secara keseluruhan hubungan hubungan terdalam kita cenderung dengan orang-orang yang terlihat seperti kita, memiliki pendapatan yang kira-kira sama besar, dan berasal dari latar belakang yang sama.
-Charless Duhig-

Tempat mereka beraktifitas yang membuat waktu untuk membangun hubungan menjadi jauh lebih lama. Waktu yang digunakan mereka berinteraksi yang memicu tumbuhnya perasaan diantara mereka. Namun bagaimana dengan seorang pria yang langsung melamar wanita tanpa "pendekatan" terlebih dahulu?

Waktu dan daya tarik


Kebanyakan dari kita memiliki pasangan dengan latar belakang yang sama yang tentu hal ini tidak menutup kemungkinan kita memiliki pasangan dengan latar belakang yang benar-benar berbeda.

Seorang pria yang berkeliling kota yang kemudian melihat seorang wanita cantik, berhijab sedang membantu orang tua yang menyebrangi jalan.

Kecantikan dan kebaikannya membuat pria tersebut jatuh hati, dicarinya rumah sang wanita itu dan langsung melamarnya ditempat. Hal itu bisa saja terjadi. Apa yang membedakan "pria dalam perjalanan" dengan "pria di sekolah"?

Waktu yang dibutuhkan untuk menciptakan perasaan yang kuat pada "pria dalam perjalanan" jauh lebih singkat dibandingkan dengan "pria di sekolah."

Jika dua orang kembar penebang pohon menebang masing-masing sebuah pohon. Mereka menebang pohon yang sama, ukuran yang sama dan usia pohon yang sama. Yang membedakan dari mereka adalah alat yang mereka gunakan.

Yang satu menggunakan kapak, dan yang lainnya menggunakan gergaji mesin. Siapa yang lebih cepat? Secara umum yang lebih cepat adalah dia yang menggunakan gergaji mesin. Waktu yang dibutuhkan menjadi lebih singkat karena daya potong serta kemudahan memotongnya yang lebih kuat dan mudah.

Berarti sebentar atau lamanya durasi (waktu) yang dimanfaatkan, berkaitan dengan usaha yang menghasilkan daya untuk melakukan sesuatu. "Bagaimana keterkaitan kondisi ini dengan topik yang kami paparkan?'

Let's see this picture :)


Pemaparan lebih lanjut berkaitan dengan usaha dan waktu dapat kamu temukan disini.

Muka yang "mirip" cenderung berjodoh.

Kami tidak mengatakan "muka yang mirip pasti jodoh", tapi pernahkah kamu mendengar para orang tua yang mengatakan "biasanya kalo sepasang pria dan wanita yang mukanya mirip itu cenderung berjodoh."

Pernyataan tersebut benar, walaupun tidak selalu namun seorang wanita dan pria yang bertemu kemudian memiliki kesamaan yang lebih dominan pada struktur wajahnya cenderung mudah menerima satu sama lain.

Penyesuaian ini juga bisa terjadi pada pasangan yang sebelumnya tidak memiliki kemiripan sama sekali, mereka yang saling menghabiskan waktu bersama akan mencoba menyesuaikan wajah lawan bicaranya. Mungkin bagi beberapa orang terdengar aneh, namun demikian saat kita berinteraksi, kita akan saling menyesuaikan diri terhadap lawan bicara kita.

Ini salah satu fenomena mirroring. Dalam interaksi, kita saling membuat penilaian berdasarkan pertukaran informasi secara verbal atau non verbal. Penilaian ini yang menentukan apakah seseorang tersebut sesuai atau tidak dengan kita. Ketika kita mengatakan "sesuai," maka kita menerima orang tersebut dan terus menerus melakukan penyesuaian.


Mirroring
Image: Kesamaan Wajah [kelascinta]
Kita akan lebih menyukai orang yang terlihat sama dengan kita. Inilah salah satu faktor yang menyebabkan kita mengatakan "bagi saya dia tidak cantik/ganteng," padahal teman-temannya mengatakan sebaliknya. Cantik/ tampan menurut setiap orang berbeda-beda karena wajah mereka jugalah yang berbeda.

Sehingga tak perlulah kamu berhias diri hingga merubah bentuk wajahmu karena takut tidak mendapatkan pasangan. Kita akan cenderung menerima orang lain yang terlihat mirip dengan kita, karena dirinya adalah refleksi dari kita.


Anda dapat berubah; dan semua kita begitu. Tidak ada perasaan yang abadi. Hubungan yang terus berlanjut, jalinan kembali hubungan itu secara konstruktif adalah tanda dari kedewasaan - dan suatu keharusan untuk manajemen yang efektif. Maka bangunlah kembali hubungan anda dengan teman anda tadi yang mungkin telah mengecewakan anda.
-Mortimer R. Feinberq [Psychology Management's Book]-

Referensi:
Duhigg, Charles. 2012. The Power of Habit. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
Feinberq, Mortimer R., Robert Tanofsky, john j. tarrant. 1996. psikologi manajemen. Jakarta: mitra utama
Nationwide Documentaries. 2014. The Science of Lust. Youtube. Diakses: 16 April 2015
Rakhmat, Jalaludin. 1999. Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset Bandung >>Dapatkan bukunya

loading...