Tuesday, September 27, 2016

Mengapa Pria tidak Mendengar Ketika Sibuk

Kamu berbicara dengan seorang pria sedangkan dia tidak mendengar sama sekali, apa yang kamu rasakan ketika kamu tidak ditanggapi? Apakah kamu akan merasa kesal? [Mengapa mereka tidak mendengarmu? Apakah mereka sedang memiliki masalah pendengaran?]

Karena fenomena ini cukup sering terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari [terutama untuk mereka yang setiap harinya selalu berinteraksi dengan para pria,] maka ada baiknya kamu membaca ini. Output-nya, kamu akan menyadari bahwa ketidaksanggupan mereka untuk mendengar perkataanmu adalah  hal yang wajar [yang memang mungkin terjadi.]

Fenomena Harimu, mengapa pria tidak bisa mendengar mu ketika bermain game, memperbaiki alat, mengirim, atau membaca pesan singkat (bahkan untuk aktifitas yang sangat ringan)? Check it out :)
Si sibuk
Image: Si sibuk [pixabay]


Pria sulit mengerjakan lebih dari satu tugas dalam waktu yang sama


Tidak ada orang yang dapat mengerjakan lebih dari dua tugas dalam waktu yang sama. Kita mengenalnya dalam istilah multitasking, dan hal tersebut (multitasking) tidak benar-benar terjadi.

Yang sebenarnya terjadi adalah kita mengerjakan satu tugas dengan satu tugas lainnya secara cepat dan bergantian, sehingga seolah-olah kita melihatnya seperti melakukan dua hal sekaligus.

Kemudian apa yang membedakannya dengan wanita? mereka dapat berpindah aktifitas dari satu aktifitas ke aktifitas yang lain tanpa merasa kehilangan fokusnya terhadap apa-apa yang dilakukan.

Hal ini mengingatkan saya dengan seorang teman wanita, Rosy. Saya akui dia pintar dalam berbicara dan cukup menonjol dalam berbahasa inggris. Kami duduk dibangku SMA saat itu dan suatu hal yang sangat jarang terjadi kami saling bertukar pikiran.

Saat itu malam hari, saya sedang mengikuti agenda organisasi dan kebetulan salah seorang teman saya mengajak Rosy, untuk sekedar ikut melihat aktifitas yang kami lakukan. 

Dia sudah mengenal saya, dan sayapun mengenalinya. Hanya sebatas mengenalinya dan berbicara pun hanya sekedar saling sapa dan entah bagaimana saya memulai percakapan dengannya.

Kami berbincang tampak menyenangkan. Ketika HP nya berbunyi karena SMS masuk, dia tetap dapat mendengarkan sambil ber-sms ria. Ketika saya selesai berbicara, dia masih dapat menanggapi saya dalam konteks dari apa yang telah saya sampaikan. Dia tidak kehilangan fokus sama sekali.

Selang beberapa menit kemudian, giliran HP saya yang berbunyi. SMS masuk dan saya membaca pesan, dia tetap berbicara selama saya membaca pesan. Saya mencoba untuk mendengarkan namun saya juga membaca pesan yang saya terima, dan hal tersebut menjadi sangat mengganggu.

Saya tidak mendapatkan keduanya, saya sulit untuk fokus, saya tidak bisa seperti dia. Jangankan untuk menanggapinya, untuk mendengarnya saja saya kesulitan. Begitu juga pesan yang coba saya baca.

Kemudian saya meminta Rosy untuk berhenti sebentar, dia mengatakan "oh, kamu nggk bisa ya kalo sms'an sambil ngomong atau ngedenger?", "Iya, saya nggk bisa kalo sms'an sambil ngedenger orang ngomong."

Memahami situasi tersebut, teman saya memersilakan, "oh kalo osy mah bisa denger orang yang ngomong, mahamin orang yang ngomong sambil sms, nggk tau osy juga, yaudah, dibales aja itu sms nya."

Apakah hanya aku [sebagai pria] yang seperti itu?


Tidak hanya saya yang mengalami ketidakberdayaan dalam mendengar orang lain berbicara ketika sedang sibuk beraktifitas. 

Dibanding wanita, saya sering menemukan teman-teman [pria] yang tidak mendengar ketika orang lain berbicara dengannya. Bahkan saya pun sering tidak ditanggap sama sekali [terutama karena mereka sibuk dengan gadgetnya.]

"Wajar", begitulah yang saya tanggapi. Saya tidak marah, tidak kesal, dan lebih memilih menunggu teman saya menyelesaikan aktivitasnya terlebih dahulu. Karena terkadang selesai dari aktivitasnya dia kembali menanyakan apa yang telah saya katakan.

"tadi ngomong apa?"

Mungkin sebagian orang merasa "nyesek," semoga dengan mengetahui dibawah ini sudut pandangmu menjadi lebih luas.

Bagaimana menanggapi situasi ini dalam hal yang wajar?


Pria cenderung tidak mendengar ketika sibuk namun bukan berarti tidak berlaku pada wanita. Sebenarnya bukan pria atau wanita yang menentukan ini, melainkan otak penyusunnya. 

Apakah otaknya tersusun feminin atau maskulin. Allan Pease, dalam bukunya "why men Don't listen and women can't read maps" menjelaskan perbedaan antara otak yang tersusun feminin atau maskulin. 

Hal ini pulalah yang menjelaskan mengapa pria yang tampak pria menyukai pria atau wanita yang tampak wanita menyukai wanita. Secara umum kita mengenal fenomenanya sebagai LGBT

Namun, otak wanita secara umum memiliki batang otak yang menghubungkan otak kiri dan otak kanan lebih tebal dibandingkan dengan pria. Sehingga 30% pertukaran informasi terjadi lebih cepat dibandingkan pria.

Image: Corpus callosum [pixabay]
Penghubung itu disebut corpus callosum. Corpus callosum yang dimiliki wanita lebih tebal dari pria. Besarnya bagian ini yang lebih memungkinkan pertukaran informasi dari otak kanan ke otak kiri atau sebaliknya berlangsung lebih cepat.

Semakin cepat perpindahan informasi maka akan terlihat seseorang itu melakukan multitasking. Namun perlu diperhatikan, tidak ada orang yang dapat mengerjakan dua hal sekaligus. Yang sebenarnya terjadi adalah terlihat mengerjakan dua hal sekaligus namun melakukan aktivitas secara bergantian dengan cepat. 

Sebaliknya jika Corpus collosum tidak setebal yang dimiliki oleh para wanita [seperti yang dimiliki oleh kebanyakan pria], maka akan ada kecenderungan sedikit lebih lambat pertukaran fungsi informasi itu terjadi. Sehingga, jika kamu meminta seorang pria untuk mendengarkanmu ketika dia chatting, main game, atau nonton tv (sibuk) - mereka tidak mendengarkanmu.

Mereka tidak mendengar bukan berarti sombong atau berniat stonewalling terhadapmu. Sama halnya seperti banyak perempuan yang sulit membedakan kanan atau kiri ketika menunjukkan jalan, itu adalah salah satu kelemahannya.

Untuk kamu yang ingin tahu lebih lanjut tentang  hal ini dan memahami perbedaan pria dan wanita lebih dalam, Fenomena Harimu merekomendasikan buku "Mengapa Pria Hanya Bisa Mengerjakan Satu Hal dalam Satu Saat dan Wanita Tidak Pernah Berhenti Berbicara?"

Mengapa Pria Hanya Bisa Mengerjakan Satu Hal dalam Satu Saat dan Wanita Tidak Pernah Berhenti Berbicara?
Click picture to get a book

Dalam buku ini kamu dapat memahami perbedaan pria dan wanita dalam menjalani hubungannya sehari-hari, mengetahui sudut pandang pasangannya, refleksi diri sehingga membuat hubungan menjadi lebih harmonis, sehat dan bahagia.

Jadi, untuk kamu para wanita jangan marah kalau pasanganmu tidak mendengarmu. Pahami kondisi si pria dan perlu kamu ketahui, ciri ini adalah salah satu yang menandakan bahwa pria tersebut maskulin mengingat  ada beberapa pria dengan otak yang feminim.

Semoga hubungan suami istri kalian berjalan dengan baik :)

Referensi:
Pease, Allan and Barbara. Why Men Don't Listen And Women Can't Read Maps. Jakarta: Ufuk Press

2 comments

wuahahaha...jadi iniii ya penjelasan ilmiahnya? okee, sekarng saya paham, tengkiyu Mas telah mencerahkankuuuh

Balas November 15, 2016 at 10:15 AM

Sama-sama mbak, saya senang orang lain tau ini hehe

Balas November 15, 2016 at 7:10 PM

loading...