Saturday, December 3, 2016

Flow, Gerbang menuju Passion dalam Dunia Kerja

Berada dalam suatu keadaan yang membuat diriku tidak memerdulikan apapun kecuali hal yang sedang ku kerjakan. Teman-temanku bilang bahwa aku orang yang jarang tidur, seperti tidak mengenal lelah dan sebagian dari mereka begitu risih melihatku karena sulit untuk diam. Selalu saja ada hal yang dikerjakan. Mungkin aku dalam flow.

Melakukan aktifitas tanpa memikirkan rasa lelah, merasa tertantang dan lupa keadaan sekitar. Pernahkah kamu merasakan hal tersebut? Bagi sebagian orang, orang yang berada dalam kondisi tersebut adalah mereka yang menemukan passion nya—orang yang bekerja karena memang tertarik dengan bidang.

Namun pernahkah kamu sadari bagaimana orang tertarik dengan suatu hal hingga akhirnya label passion merekat pada aktifitas tersebut? 
Fenomena Harimu, menemukan passion? atau mendapatkan flow?
Image: Tangga [pixabay]
Mungkin sebagian besar orang sudah mengenal istilah passion dalam dunia kerja, dan bagi mereka yang telah menemukan tempat kerja yang sesuai dengan passion nya merupakan kebahagiaan tersendiri untuk mereka. 

"Senang rasanya dapat bekerja sesuai passion, senang memiliki hobby yang dibayar."

Selain istilah passion, tahukah kamu akan adanya istilah flow?

Istilah flow digunakan oleh Mihaly Csikzentmihalyi, seorang ahli psikologi dari University of Chicago sebagai suatu kondisi dimana seseorang terhanyut dalam aktifitas yang dilakukannyaketika puncak kemampuan mereka dihadapkan pada suatu tugas yang dibarengi perasaan senang, tertantang dan keterpesonaan.

Mereka yang berada pada kondisi ini tidak menyadari keadaan sekeliling mereka, indra mereka terpusatkan pada hal yang sedang dikerjakan, mereka sepenuhnya terserap dalam pekerjaan itu. Flow adalah keadaan lupa situasi sekitar, namun bukan lamunan dan kekhawatiran.

Mereka tidak termotivasi atas apa yang akan mereka peroleh ketika menyelesaikan pekerjaan tersebut, ataukah mereka akan berpikir gagal atau berhasil. Kenikmatan atas aktifitas mereka sendiri yang memotivasi mereka.Yang dihadapannya adalah suatu tantangan atas puncak kemampuannya saat itu, terselesaikan tugas dapat membuat kemampuannya semakin meningkat, jika gagal mereka akan mencoba lagi untuk itu.

"Tampaknya orang berkonsentrasi paling baik apabila tuntutan yang ditujukan kepada mereka lebih daripada yang biasa. Apabila tuntutan terlampau ringan, orang menjadi bosan. Apabila tuntutan terlalu berat untuk ditangani, mereka cemas. Flow terjadi dalam zona amat tipis antara kebosanan dan kecemasan."
- Mihaly Csikzentmihalyi -


Bagaimana untuk mendapatkan flow


Kami rasa jarang orang yang mendapati kondisi ini dikarenakan lebih sering terdengarnya keluhan dibandingkan rasa syukur. Untuk mendapati kondisi ini, dibutuhkan rintangan yang lebih berat ketika keterampilan seseorang meningkat—apapun keterampilannya.

Namun yang sulit adalah menentukan rintangan yang diberikan tidak melebihi puncak kemampuannya saat itu. Setelah tugas telah terselesaikan dengan baik, kemudian tingkatkan kesulitan tugas tersebut sesuai dengan pencapaian yang telah dilewati (see image: tangga)

Jika tugas yang diberikan kepada mereka terlampau sulit (tidak berdasarkan pencapaian mereka sebelumnya) maka mereka akan mudah menyerah, kecuali jika reward yang akan mereka terima begitu menggiurkan. [see: 4 kuadran membuat orang bergerak pada gangguan sulit mengatakan tidak kepada orang lain.]

Kemudian berkaitan dengan keterampilan, setiap manusia memiliki ranah keterampilannya yang lebih unggul. Ada yang lebih terampil dalam bersosialisasi, berhitung, merangkai kata, mengkordinasikan gerak tubuh atau memahami ruang dan bidang. Kondisi flow berkaitan dengan keterampilan yang lebih unggul pada masing-masing pribadi tersebut karena bagi kami, setiap orang adalah ahli dalam ranahnya masing-masing.

Seorang anak yang secara alamiah berbakat musik atau olah gerak, misalnya, akan lebih mudah masuk ke dalam flow pada bidang tersebut daripada di bidang yang kurang mampu ditanganinya.
 - Daniel Goleman -

Flow menuju passion

Perhatikan kutipan Mark Cuban dibawah ini:
  1. When you work hard at something you become good at it.
  2. When you become good at doing something, you will enjoy it more.
  3. When you enjoy doing something, there is a very good chance you will become passionate or more passionate about it
  4. When you are good at something, passionate and work even harder to excel and be the best at it, good things happen.


Sebagian besar orang memiliki kesulitan dalam memahami bakat yang dimilikinya dan terkadang orang yang mengetahui bakatnya namun sayangnya kondisi lingkungannya sangat sulit menerima bakatnya [seperti seorang yang berbakat menari, namun dilarang orang tuanya karena anggapan tari tidak membawanya sukses.]

Kutipan Mark Cuban diatas mengajarkan bahwa kerja keras dapat membuahkan hasil sebesar kerja keras yang dikerahkan. Bahkan Malcolm Gladwell merepresentasikan kesuksesan sebagai sesuatu yang dapat diraih ketika kerja keras telah dikerahkan selama 10.000 jam.

Dan ketika kerja keras telah dikerahkan selama 10.000 jam, saat itulah kamu menjadi unggul. Apa yang kamu kerjakan menjadi lebih mudah dan jika itu memberikan reward untukmu maka besar kemungkinan hari-harimu selanjutnya akan dipenuhi dengan kegiatan tersebut. Dan saat itu jualah orang-orang disekelilingmu berpikir bahwa passion mu adalah bidang tersebut.

Referensi:
Goleman, Daniel. Emotional Intelligence. 2016. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama >>Dapatkan bukunya