Sunday, January 8, 2017

Merasa Cemas? Tiga Hal yang perlu Kamu Ketahui saat Merasa Cemas!

Lita - dengan kegalauannya karena akan menghadapi UN, nafsu makan menurun drastis yang padahal jauh sebelum menjelang UN perutnya seakan tak pernah kenyang segala makanan masuk dari yang ringan bentuk cemilan sampai bakso, cuangki dan lain-lain. Hanya buku latihan UN yang terus bersamanya.

Mungkin kamu pernah mengalami masa-masa itu. Bahkan salah seorang teman kami, dua hari sebelum pelaksanaan UN kesehatannya menurun dan sempat dipanggilkan dokter pribadi untuk mengcek kesehatannya. Begitu dahsyatnya cemas yang menyelimutinya hingga membuat ia seperti itu.

Fenomena Harimu, Tiga hal yang perlu kamu ketahui saat merasa cemas!

Worried
Image: Worried girl [pixabay]

Menurut Kaplan, Sadock dan Grebb (dalam buku fitri Fauziah&Julianti Widuri 2007:73) kecemasan merupakan respon terhadap situasi yang mengancam, dan merupakan sesuatu yang normal terjadi menyertai perkembangan, perubahan, pengalaman baru atau yang belum dilakukan, serta dalam menemukan identitas diri dan arti hidup.

kecemasan adalah reaksi yang dapat dialami siapapun, namun cemas yang berlebihan, apalagi sudah menjadi gangguan akan menghambat fungsi seseorang dalam aktifitas sehari-hari.

Sedangkan menurut pendapat ahli lain menjelaskan bahwa kecemasan sebagai keadaan yang emosional fisiologis, perasaan yang tegang yang tidak menyenangkan dan perasaan aprehensi atau keadaan khawatir yang mengeluhkan bahwa sesuatu yang buruk akan segera terjadi (Nevid dkk, 2003).

Sederhana dalam mengelompokkan rasa cemas


Dalam keseharian kita setiap detik perasaan ini selalu berubah rubah, sepintas senang ceria melihat pemandangan kota dimalam hari dari atas mobil dijalan layang, namun tak lama kemudian rasa itu berubah ketika dihadapkan pada antrian kendaraan yang meumpuk seperti ular yang tak terlihat dimana kepalanya, kemudiaan jarum hjam yang terasa cepat berjalan, lebih lebih lagi telpon yang berdering acara makan malam bersama keluarga dan calon mertua yang sebentar lagi akan di mulai diretoran daerah kemang. Begitulah emosi manusia, ada "sejuta" emosi yang bisa berubah dalam tiap detiknya.

Kartini Kartono (2006:45) membagi kecemasan menjadi beberapa bagianyaitu:
  • Kecemasan Ringan

    Kecemasan ringan dibagi dalam dua kategori yaitu kecemasan ringan sebentar dan kecemasan ringan lama, kecemasan ringan dapat bermamfaat bagi kepribadian seseorang, karena kecemasan ringan dapat menjadi tantangan bagi individu untuk menjadi bisa dalam mengatasinya.

    Kecemasan yang muncul sebentar adalah kecemasan yang wajar pada individu akibat situasi yang mengancam dan individu tersebut tidak mampu mengatasinya, kecemasan ini akan bermanfaat bagi dirinya untuk menjadi lebih berhati hati dalam menghadapi situasi situasi yang sama yang membuatnya  cemas dikemudian hari.

    Kecemasan ringan yang lama adalah kecemasan yang bisa diatasi, akan tetapi karena individu tersebut tidak segera mengatasinya sehingga kecemasan itu mengendap lama dalam dirinya.
  • Kecemasan Berat.

    Kecemasan berat adalah kecemasan yang berakar secara mendalam dalam diri seseorang. Kecemasan ini dapat menghambat perkembang kepribadian seseorang. Kecemasan ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu kecemasan berat sebentar dan lama.

    Kecemasan berat sebentar dapat menyebabkan traumatis bagi seseorang yang mengalaminya jika menghadapi situasi yang sama sebelumnya.

    Sedangkan kecemasan berat lama bisa merusak kepribadian individu, semakin lama berlangsung akan semakin merusak kognisi individu tersebut, bahkan menyebabkan penyakit seperti darah tinggi,atau percepatan darah.
Gambar dibawah ini mengimplementasikan pengelompokkan diatas.
4 quadran cemas
4 kuadran Cemas
Gambar diatas hanyalah persepsi kami terhadap rasa cemas dalam ranah pendidikan sekolah. How about you?

So mengapa cemas itu muncul?


Mengapa cemas itu muncul dalam diri kita, apakah karena kita merasa senang, dapat hadiah, dapat uang banyak atau kebalikannya karena kehilangan sesuatu dan lain sebagainya, Zakiyah Darajat (Kholil Lur Rochman, 2010:167) mengemukakan beberapa penyebab timbulnya kecemasan yaitu:

Rasa cemas yang timbul akibat adanya bahaya yang mengancam dirinya, kecemasan ini lebih dekat dengan rasa takut, karena sumbernya terlihat jelas dalam fikiran.

Cemas karena merasa berdosa atau bersalah, karena melakukan hal-hal yang berlawanan dengan keyakinan atau hati nurani.

Kecemasan yang berupa penyakit dan terlihat dalam beberapa bentuk. Kecemasan ini disebabkan oleh hal yang tidak jelas dan tidak berhubungan dengan apapun yang terkadang disertai dengan rasa takut yang mempengaruhi keseluruhan kpribadiannya.

Beberapa contoh kejadian berikut sebagai bentuk penegasan mengapa cemas itu muncul, ketika kita lupa untuk mengerjakan tugas yang diberikan guru atau dosen, dipagi hari dalam perjalanan hati kita begitu bercengkrama, “aduh gimana nih, gk ngerjain tugas tar bakalan kena omelan, diberdirikan, atau di olok-olok ma yang lain” perasaan cemas yang berkecamuk ini sebagai respon karena adanya sesuatu yang akan mengancam dirinya.

Tiga hal yang perlu kamu garis bawahi.


Cemas merupakan hasil dari pemikiran terhadap masa depan kamu yang diakibatkan oleh hal yang kamu buat saat ini. Hal ini berarti sangat bergatung pada "PIKIRANMU."

Ketika kamu merasa cemas, berarti kamu memikirkan beberapa kemungkinan yang terjadi setelah kamu menjalani aktifitas "saat ini." Memikirkan hal tersebut membutuhkan waktu dan energi tersendiri saat berpikir sehingga menurunkan tingkat produktifitas kamu. Silakan pikirkan kemungkinan yang terjadi namun juga pikirkan hal yang harus dilakukan saat kemungkinan itu terjadi.

And see, another post from us:
We wish you enjoy :)
Thank's :)

Referensi
Kartini Kartono 2006. Psikologi Wanita 1, Mengenal Gadis Remaja&Wanita Dewasa. Bandung: Mkamur Maju >>Dapatkan Bukunya
Kholil Lur Rochman, 2010. Kesehatan Mental. Purwokerto: Fajar Media Press
Nevid, J.S Rathus, S.A &Green, B. 2003. Psikologi Abnormal Jilid 1. Jakarta: Erlangga
Fitri Fauziah & Julianty Widuri, 2007. Psikologi Abnormal Klinis Dewasa. Jakarta: UI Press

2 comments

mungkin ini penyebab beberapa temanku (pas sekolah dulu) selalu sakit menjelang tes semester

Balas January 9, 2017 at 12:28 AM

Wahh daya tahan tubuhnya melemah ya mbak.

Balas January 9, 2017 at 5:39 AM