Wednesday, March 22, 2017

6 Alasan Mengapa HP atau Smartphone menjadi Benda yang paling Favorit

Tulisan ini terinspirasi oleh seseorang yang mencoba mencari tahu "alasan HP menjadi benda yang paling favorit" dalam pencarian di sebuah mesin pencari (Google.)

Perlu kamu ketahui, setiap pengelola website dapat mengetahui keyword apa saja yang menjadikan keyword tersebut masuk dalam salah salah satu postingan di website mereka.

Maksudnya, kami memiliki postingan Gangguan sulit mengatakan tidak dan kemudian seseorang melakukan pencarian di google dengan keyword "sulit mengatan tidak." Jika postingan kami ada di halaman pertama google. Maka keyword tersebut akan terekam juga oleh kami.

Namun hari itu [20 Maret 2017] seseorang menggunakan keyword "alasan HP menjadi benda yang paling favorit" yang kemudian merujuk pada tulisan kami "Mengapa kita merindukan orang lain." Cukup heran, mengapa seperti kurang sambung antara post yang disuguhkan oleh google dengan keyword yang orang tersebut cari.

Kami pun melakukan pengecekan terhadap keyword tersebut, kemudian diketahui ternyata keyword yang orang itu gunakan sangat mirip dengan salah satu kalimat dalam tulisan kami. Mencoba memenuhi keingintahuan orang tersebut, sehingga kami cukup tertantang untuk menulis ini.

Fenomena Harimu, 6 Alasan mengapa HP atau Smartphone menjadi Benda yang paling Favorit.

Mobile phone
Image: Mobile Phone [pixabay]
Walaupun kami tidak memiliki data seperti survey ketertarikan orang terhadap HP sehingga menjadikannya favorit, sepertinya dengan banyaknya benda tersebut yang sering kita jumpai setiap hari sudah dirasa cukup tepat untuk menggunakan kata "favorit" itu sendiri pada judul kami. First !

#1 Memudahkan komunikasi jarak jauh


Fungsi utama HP sebagai media atau sarana memudahkan komunikasi bagi mereka yang terpisah jarak dan tidak dapat saling tatap muka. Hal ini tentu memberikan kesempatan kepada dua orang manusia untuk saling menyampaikan pesan masing-masing tanpa harus bertemu langsung dengan orangnya.

Berawal dari HP pertama yang cukup besar dan berat hingga saat ini yang kecil dan ringan, orang melihat fungsi utama dalam penggunaan HP yaitu sebagai sarana kemudahan komunikasi (mendekatkan yang jauh yang tentunya dapat menjadi media penawar rindu.)

Coba tanyakan kepada seseorang yang akan membeli HP untuk pertama kalinya "Mengapa kamu membeli HP?" kami rasa besar kemungkinan ia akan menjawab "biar komunikasinya gampang."

#2 Praktis dan mudah


Kemudian fasilitas tambahan  seperti kalkulator, kalender, pengingat waktu, stopwatch, dan lain-lain. Hal ini tentunya akan membuat orang merasa lebih praktis ketika memiliki HP berbarengan dengan kemudahan dalam pengaksesan layanan tambahan tersebut.

Ingatkah kamu HP dengan layar monokrom? ya, pada point 2 ini HP itulah yang kami maksud sebelum kepada HP atau smartphone yang banyak dari kita miliki saat ini.


#3 Hiburan praktis


Kemajuan teknologi yang semakin cepat membuat para produsen HP berlomba-lomba untuk memenangkan hati para konsumen. Perilaku konsumen yang mendorong HP menjadi benda yang lebih dari hanya memiliki fungsi kemudahan komunikasi, menjadi media hiburan pengisi waktu luang.

Hiburan akan musik, dapat merekam momen seperti foto dan video, dan games. Perjalanan ditemani musik, mengabadikan momen bersama teman, serta mengisi waktu menunggu dengan bermain game.

Coba kamu bayangkan dan bandingkan saat HP hanya sampai pada poin 1 diatas dengan poin ke-3 ini. Mana yang lebih sering terlihat dilingkungan sosial?
Smile please
Image: Smile please [pixabay]
"Memang benar bahwa saat in dunia terbuka untuk bisnis, tetapi tugas perama Anda tetaplah bisnis kemanusiaan."
- Dale Carnegie -

#4 Kemudahan informasi [internet]


Internet menjadi familiar yang diikuti dengan menjamur nya juga smartphone. Ketidaktahuan manusia menjadi lebih sedikit daripada sebelumnya, maksud kami keingintahuan manusia terhadap suatu hal menjadi lebih mudah terpenuhi.

Hanya dengan sebuah balok tipis yang tidak lebih besar dari kantong kemeja, orang dapat mengetahui hal yang mereka inginkan (walaupun terkadang tidak semuanya.)

Orang menjadi tidak hanya sekedar mengetahui informasi yang baku seperti berita atau pendidikan, bahkan seseorang setidaknya lebih mengetahui apa yang dilakukan atau dipikirkan oleh temannya. Maksud kami, sosial media membuat HP menjadi lebih adiktif. Bukan karena HP yang membuat orang menjadi kecanduan tapi selipan media sosial pada HP itu yang membuatnya sedikit lebih adiktif.

Pernahkah kamu mendengar istilah dopamine? Neurotransmitter pada otak yang membantu otak untuk mengatur rasa senang. Dopamine dapat membuatmu lebih adiktif seperti kecanduan terhadap informasi. Informasi baru, dibawakan dengan bahasa yang ringan, dan disampaikan oleh orang yang memiliki hubungan yang tidak begitu jauh dengan kita—apalagi kalau bukan medsos?

Keingintahuan yang terpenuhi merupakan salah satu dari emosi kebahagiaan, kamu dapat mengetahui lebih lanjut tentang kebahagiaan di "ciri dan 8 perasaan yang termasuk emosi kebahagiaan."

#5 "Semua" orang melakukan itu


Setiap orang memiliki kepentingan berbeda yang tentuya kebutuhan akan sesuatu untuk memenuhi hal tersebut sangat beragamHP atau smartphone semakin melebarkan fungsinya.

Kebutuhan akan komunikasi (pesan suara dan text), kebutuhan olahraga (stopwatch), pengisi waktu luang (games, musik, sosmed dan video), edukasi (internet), waktu (jam dan kalender), dan sebagainya.

Begitu banyaknya fungsi smartphone menjadikan kesan "praktis dan mudah" semakin kuat. Tambah lagi, semakin banyak orang yang melakukan hal tersebut maka semakin mudah pengaruh mereka terhadap kita.

Tindakan orang lain, memengaruhi kita untuk melakukaan sesuatu hal entah itu mengikuti yang orang itu lakukan atau reaksi yang lain. Lebih jauh, point 5 ini telah kami singgung pada:


"Mengikuti? siapa yang mengawali?" Jika kamu baca dari point 1 diatas, orang hanya berawal dari kebutuhan akan kemudahan komunikasi. Artinya para pendahulu kita telah melakukan tersebut namun tidak sesering kita saat ini.

#6 Kebiasaan


"Sebagian besar kebiasaan orang telah berlangsung sedemikian lama sehingga mereka tak lagi mampu memperhatikan penyebabnya"
- Charles Duhigg -

Aktifitas yang dilakukan terus menerus dapat menjadi kebiasaan tersendiri untuk orang itu, mereka menjadi tidak memliki alasan untuk melakukan tersebut. Yang mereka tau, itulah yang biasa dilakukan.

Membuka smartphone, "geser-geser" tap sosmed dan kemudian scrolldown. Kami mengamati fenomena ini dan bahkan kami sendiri menjadi objek pengamatan ini. Ketika menunggu, bosan = buka smartphone => buka sosmed. Dan tulisan ini juga mengingatkan kami untuk lebih sadar diri terhadap tingkah laku kami.

Jika kebiasaan yang tak terkontrol ini terbawa hingga berkeluarga nanti, mungkin generasi setelah kita menggantikan alasan pada point 1 diatas dengan "1# Karena orang tua kita melakukan itu."

Referensi:
Carnegie,  Dale. 2015. How To Win Friend & Influence People. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama >>Dapatkan bukunya
Duhigg, Charles. 2006. The Power Of Habit. Duke University
Weinschenk, Susan. 2010. 47 Mind-Blowing Psychological Facts You Shouls Know About Yourself. Businessinder. Diakses 21 Maret 2017