Thursday, March 2, 2017

Pernah Berbohong? Tiga Strategi Berbohong yang Sering dilakukan Banyak Orang

Radi, seorang mahasiswa tingkat 2 telah tiba di kampung halamannya setelah melewati perjalanan panjang yang menghabiskan waktu 4 jam dari Kota Bandung  menuju Tasik. Sesampainya dirumah, yang dilihatnya  adalah sesosok ibu yang seperti baru saja terlepas dari rasa cemas setelah melihat dirinya.

Sedikit tergesa-gesa sang ibu menghampiri anaknya,

"Kamu tak apa-apa nak?" berbalut rasa khawatir sang ibu
"Kok nanya gitu bu?"
"Perasaan ibu nggk enak tadi, takut terjadi apa-apa sama kamu."
"Nggk ko bu, buktinya sekarang Radi disini. hehe.."

Sedikit terkejut dengan pernyataan sang ibu. Yang tentunya sedikit perasaan senang karena dikhawatirkan, juga firasat ibunya yang begitu kuat terhadap anaknya. Radi menyembunyikan hal buruk yang telah terjadi padanya dalam sepanjang perjalanan tersebutRadi terjatuh dari motor.

Fenomena Harimu, Tiga strategi berbohong yang sering dilakukan banyak orang.
Image: Lies [pixabay]
Tulisan ini tidak bermaksud memberitahu kepadamu "bagaimana caranya untuk berbohong."

Bahkan seorang tua pernah berkata kepada kami, "seseorang mengatakan kepadaku bahwa aku harus belajar berbohong, walaupun sebenarnya berbohong dapat saja terjadi tanpa aku pelajari."

Post ini dipublikasikan dengan tujuan memberikan wawasan kepadamu bahwasannya orang yang berbohong selalu berada dalam 3 kategori berikut. Dan tidak semua berbohong merupakan hal yang tidak baik, bahkan ada beberapa kebohongan yang diperbolehkan untuk menghindari rasa sakit hati pada orang lain"white lies."

Orang lebih mungkin berbohong kepada anda jika ia percaya bahwa ia akan baik-baik saja dengan kebohongan itu.
- Houston Philip et al. (2013) -

Strategi 1# Lies of commission "bertentangan dengan fakta."


Jika seseorang menceritakan kepada orang lain suatu hal yang bertentangan dengan fakta, maka hal tersebut masuk kedalam "lies of commisiion." Saat kamu merasa pusing namun kamu mengatakan baik-baik saja, atau seseorang mengatakan bahwa uangnya hilang dalam perjalanan namun yang sebenarnya adalah uang itu dipakainya untuk memenuhi kebutuhannya.

Strategi pertama adalah kebohongan mutlak, berbicara hal yang bertolak belakang dengan fakta yang terjadi.

Strategi 2# Lies of omission "fakta yang disembunyikan."


Strategi yang lain adalah ketika kamu tidak menyampaikan keseluruhan hal yang telah terjadi (seperti cerita paragraf pertama diatas.) Seseorang menceritakan pengalamannya pergi ke Sumatra karena tugas, tapi tidak menceritakan sebagian harinya disana untuk berlibur mengunjungi tempat wisaata.

Tidak semua hal yang telah terjadi pada dirinya diceritakan kepada orang lain maupun kepada orang menanyakan hal tersebut kepadanya. Dia yang melakukan strategi ini begitu selektif terhadap apa yang disampaikan.


Ketika kebenaran tidak berpihak kepadanya orang secara psikologis cenderung menanggapi dengan informasi yang menurutnya nyaman untuk disampaikan.
- Houston Philip et al. (2013) -

Strategi 3# Lies of influence "mempengaruhi persepsi."


Strategi ini digunakan seseorang untuk memengaruhi mereka bahwasannya "seseorang seperti dia tidak mungkin berbohong." Biasanya dia menggunakan opini publik sebagai senjata untuk memengaruhi orang lain.

Pernyataan 1# "Aku sudah bekerja disini selama 10 tahun, mana mungkin aku mengkhianati atasan ku, merugikan perusahaan ini demi kepentinganku sendiri."

Pernyataan 2# "Kamu kan tahu aku tidak bisa mengendarai sepeda motor, untuk apa aku mengambil motormu?"

Pernyataan 3# "Bukankah kamu mengenalku sudah sejak lama? aku temanmu, mana mungkin seorang teman yang sudah berteman lama melakukan hal seperti itu."

Seseorang menggunakan kebaikannya yang dilakukan sejak lama untuk memengaruhi orang lain bahwa dia tidak terlibat dalam hal tersebut karena dia adalah orang yang telah melakukan hal baik. Beberapa orang menambahkan opini publik seperti menggunakan pepatah, "seorang induk singa yang tidak mungkin memakan anaknya."

Maksud kami, dikabarkan beberapa permasalahan keluarga belakangan ini dapat menyebabkan hilangnya nyawa salah seorang anggota keluarga. Seorang ibu yang seharusnya melindungi anak, justru bertentangan dengan kata "melindungi" itu sendiri.

Apapun bisa saja terjadi. Bahkan dalam salah satu tulisan kami memaparkan bahwasannya ada pesan moral yang dapat kamu peroleh dari rasa takut seperti fobia. See: Pesan Moral yang dapat Kamu ambil dari Cherophobia


Ketika fakta-fakta tidak berpihak kepada mereka, orang harus mengatakan sesuatu untuk membuat anda yakin dan yang paling baik untuk mereka katakan adalah sesuatu yang benar atau sesuatu yang tidak dapat dibantah.
- Houston Philip et al. (2013) -

Kebohongan putih atau "white lies" yang kami singgung dalam tulisan ini, dapat kamu ketahui lebih lanjut dalam Fenomena Membohongi Diri Sendiri untuk Kelompok.

Enjoy :)

Referensi:
Edwards, Vanessa Van. 2014. Different Types of Lies. ScienceOfPeople. Diakses: 1 Maret 2017
Houston, Philip, Mike Floyd, Susan Carnicerd dan Don Tennant. 2013. Spy The Lie. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

loading...