Thursday, June 1, 2017

4 Penyebab Umum Mengapa Orang Sulit Tidur

Setelah beraktivitas seharian, manusia butuh tidur untuk melepas lelah, baik lelah jasmani maupun mental. Dengan tidur, kebugaran jasmani dan kesehatan mental manusia akan didapatkan kembali.

Dalam teori ‘Hierarki Kebutuhan Maslow’ yang diungkapkan oleh Abraham Maslow, tidur merupakan salah satu kebutuhan paling dasar bagi manusia yaitu kebutuhan fisiologis dimana merupakan kebutuhan untuk mempertahankan hidup secara fisik .

Dan tidur adalah kebutuhan fisik selain kebutuhan akan makanan, minuman, tempat berteduh, seks dan oksigen. Kebutuhan fisiologis ini juga menempati prioritas yang tertinggi diantara kebutuhan lainnya, sehingga tidur merupakan kebutuhan yang mau tidak mau harus dipenuhi.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, tidur berarti,
“Keadaan berhenti (mengaso) badan dan kesadarannya (biasanya dengan memejamkan mata); atau mengistirahatkan badan dan kesadarannya.”

Dua tipe utama tidur yakni Non Rapid Eye Movement (NREM) Sleep dan Rapid Eye Movement (REM) Sleep, masing-masing dibutuhkan untuk mengistirahatkan fisik dan mental. Tidur tipe NREM biasanya memakan waktu sekitar 40 menit setelah kita mulai tidur, kemudian kita memasuki tidur tipe REM yang penting untuk memulihkan fungsi mental dan emosi kita.

Sayangnya, tidak semua orang memiliki kualitas tidur yang baik setiap harinya. Manusia seringkali mengalami gangguan tidur yang membuatnya sulit tidur sehingga fisik dan mentalnya tidak beristirahat secara sempurna.

"Sleep deprivation is a serious medical risk, but few people are aware of that,"
 - Joyce Walsleben, PhD, profesor kedokteran di NYU School of Medicine -
(Kurang tidur adalah risiko medis yang serius, namun hanya sedikit orang yang menyadarinya.)

Seseorang yang mengalami gangguan sulit tidur artinya ia tidak dapat memenuhi kebutuhan tidurnya, baik secara kuantitas maupun kualitas atau biasa kita kenal dengan istilah insomnia. Insomnia bukanlah penyakit, hanya sebuah kelainan tidur.

Insomnia
Image: Insomnia [pixabay]
Insomnia dapat disebabkan oleh kondisi kejiwaan dan medis, kebiasaan tidur yang tidak sehat, zat spesifik, dan / atau faktor biologis tertentu. Dilansir dari National Sleep Foundation, berikut fenomenaharimu jabarkan alasan orang sulit tidur:

Sulit tidur #1 Penyebab Medis


Ada banyak kondisi medis (beberapa adalah kondisi medis ringan dan lainnya yang lebih serius) yang bisa mengakibatkan insomnia. Dalam beberapa kasus, kondisi medis itu sendiri menyebabkan insomnia, sedangkan pada kasus lain, gejala kondisinya menimbulkan ketidaknyamanan yang bisa menyulitkan seseorang untuk tidur.

Contoh kondisi medis yang bisa menyebabkan insomnia adalah radang sendi, asma, sakit kronis serta nyeri punggung bawah. Obat-obatan yang dikonsumsi, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, juga dapat menyebabkan insomnia.

Sulit tidur #2 Penyebab Kejiwaan


Insomnia bisa disebabkan oleh kondisi kejiwaan seperti depresi. Insomnia itu sendiri dapat membawa perubahan dalam mood, serta pergeseran hormon dan fisiologi yang dapat menyebabkan masalah psikiatri dan insomnia pada saat bersamaan.

Masalah tidur dapat mewakili gejala depresi, dan risiko insomnia berat jauh lebih tinggi pada pasien dengan gangguan depresi mayor. Studi menunjukkan bahwa insomnia juga bisa memicu atau memperburuk depresi.

Penting untuk diketahui bahwa gejala depresi (seperti energi yang rendah, kehilangan minat atau motivasi, perasaan sedih atau putus asa) dan insomnia bisa saling terkait dan bisa memperburuk keadaan. Kabar baiknya adalah keduanya dapat diobati terlepas dari mana yang lebih dulu.

Sulit tidur #3 Penyebab Kecemasan


Kebanyakan orang dewasa memiliki beberapa masalah sulit tidur karena mereka merasa khawatir atau gugup, tapi untuk beberapa itu adalah pola yang mengganggu tidur secara teratur. Gejala kegelisahan yang bisa menyebabkan insomnia antara lain:
  • Ketegangan
  • Terjebak dalam pikiran tentang kejadian masa lalu
  • [Cemas] Terlalu mengkhawatirkan kejadian masa depan
  • Merasa terbebani oleh tanggung jawab
Tidak sulit untuk melihat mengapa gejala kecemasan umum ini bisa menyulitkan tidur. Kegelisahan dapat dikaitkan dengan insomnia awitan (masalah tidur), atau insomnia perawatan (terbangun di malam hari dan tidak bisa kembali tidur). Bagaimanapun, ketenangan dan ketidakaktifan malam sering membawa pada pikiran yang penuh tekanan atau bahkan ketakutan yang membuat seseorang terjaga.

Special information for you:

Sulit tidur #4 Penyebab Gaya Hidup 


Insomnia dapat dipicu oleh perilaku dan pola tidur. Gaya hidup dan kebiasaan tidur yang tidak sehat dapat membuat insomnia sendiri (tanpa masalah kejiwaan atau medis yang mendasarinya), atau bisa membuat insomnia disebabkan oleh masalah lain yang lebih buruk.

Contoh bagaimana gaya hidup dan kebiasaan tidur yang spesifik dapat menyebabkan insomnia sebagai berikut:

  • Tasya bekerja di rumah di malam hari. Hal ini bisa membuat Tasya sulit untuk melepas lelah, dan ini juga bisa membuat Tasya merasa asyik saat mengantuk. Cahaya dari komputer Tasya juga bisa membuat otak Tasya lebih waspada.

  • Rifki tidur siang hingga sore hari. Tidur siang sebentar (20 menit) memang membantu menyegarkan orang untuk kembali beraktifitas, namun jika berjam-jam lamanya bahkan dari siang hingga sore hari hal ini akan menyulitkan untuk tertidur di malam hari. Umumnya waktu seseorang dapat tidur kembali setelah ia bangun hingga segar kembali adalah minimal 7 jam.

Beberapa kasus insomnia sementara (jangka pendek) dapat dengan mudah berubah menjadi masalah jangka panjang. Misalnya, katakanlah seseorang tidak bisa tidur selama satu atau dua malam setelah menerima kabar buruk.

Dalam kasus ini, jika orang tersebut mulai menerapkan kebiasaan tidur yang tidak sehat seperti bangun di tengah malam untuk bekerja, atau minum alkohol sebelum tidur untuk memberi kompensasi, insomnia dapat berlanjut dan berpotensi berubah menjadi masalah yang lebih serius.

Referensi:
Aden R. Menjalani Pola dan Gaya Hidup Sehat. 2010. Yogyakarta: Hanggar Kreator.Rodale Inc.
The Editor of Prevention. Your Top 10 Reasons Why You Can't Sleep. 2017. Prevention. Diakses: 28 Mei 2017
National Sleep Foundation. What Causes Insomnia? 2017. Sleepfoundation. Diakses: 28 Mei 2017

4 comments

Mas, kalau aku gimana ya? klo ramadan bgini jujur aku takut tidur, takut kesiangan nyiapin sahur, kasihan penguni rumah klo pada enggak sahur, alhasil, aku sengaja tidur di kursi aja, setengah terjaga gitu... supaya enggak bablas, ini apa semacam gangguan kejiwaan, kurang percaya diri untyuk mampu bangun tepat waktu? hehehe

Sepertinya cemasnya mbak mengubah perilaku tidur mbak. Apa sebelumnya kalau tidur dikasur sering telat bangun? Hmm, setidaknya mbak melakukan ini karena mbak merasa bertanggung jawab terhadap penghuni rumah hehe. Mungkin untuk jam tidurnya bisa dimajukan mbak, penggunaan alarm, dan sugesti diri keinginan yang kuat untuk "bangun pukul 2:00", misalnya afirmasi.

seingatku kalau tidur mapan yang bener, di kasur, mau bangun pukul dua malam itu susaahhh, walupun sudah pakai alarm...hehehe...

Wah berat juga ya mbak, ngerubah kebiasaan yang biasanya bangun subuh jadi jam 2 malem. Mungkin untuk bulan puasa berikutnya satu bulan sebelumnya harus dilatih untuk bangun mempersiapkan sahur (jam 2) hehe soalnya hal ini ada kaitannya sama irama circadian mbak. terus penggunaan nada alarm yang konsisten dan lebih lembut mungkin lebih efektif hehe