Monday, July 3, 2017

4 Tahap Agar Tidak Terlalu Sayang

Setiap orang yang pernah berpasangan atau memiliki hubungan dekat pernah mendapati konflik yang terkadang dapat membuat mereka lepas hubungan. Dimulai dari saling mengenal, saling menyukai, saling sayang dan kemudian beberapa pasangan kembali terpisah.

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, semua orang mengetahui hal tersebut. Ada perpisahan yang disepakati oleh kedua pihak atau lebih juga ada pula perpisahan yang diputuskan oleh salah satu pihak.

Perasaan yang diputuskan oleh salah satu pihak biasanya menyisakan emosi amarah, sedih, bahkan takut. Ia masih bergantung secara emosional, mudahnya ia masih menyayangi orang tersebut, masih mencintai, masih ingin melewati masa-masa menyenangkan, atau ingin kembali kepada masa menyenangkan.

Ia merindukan orang itu, jika ia sedih hingga berlarut maka ia depresi. Bagi kamu yang terlanjur sayang kepada orang lain dan ingin menjadi seseorang yang tidak selalu bergantung secara emosional terhadap "dia." you must read this article!

Fenomena Harimu, 4 Tahap Agar Tidak Terlalu Sayang

4 Tahap agar tidak terlalu sayang
image: Kesendirian [pixabay]

Tahap 1# Ekspresikan Perasaan


Kamu harus mengekspresikan perasaanmu. Kamu dapat bercerita dengan sahabatmu tentang masalahmu, menangis jika itu diperlukan, yang intinya adalah rasa sakit tersebut tidak untuk dipendam. Perasaan yang terpendam akan lebih terasa melegakan ketika hal tersebut diekpresikan.

Sehingga hal pertama yang sebaiknya kamu lakukan ketika merasa sedih adalah mengekspresikan kepada hal yang dapat membuat kamu menjadi tidak begitu merasa terbebani. Tidak membuatmu menjadi lebih down, yang membuatmu menjadi lebih semangat untuk kedepannya.

Oleh karena itu, perlunya sahabat baik, teman baik, keluarga atau siapapun orang yang dapat mendengar ekspresimu. Lebih baik kamu berada disekeliling orang-orang yang dapat men-support kamu, atau setidaknya ada seseorang

Kamu juga dapat mengekspresikannya melalui shalat, membaca Al-Qur'an, berdzikir atau meditasi hingga hatimu menjadi lebih tenang.

Tahap 2# Lihat Sekeliling!


Setelah kamu mengekspresikan sebagian atau [bahkan lebih baik] seluruh perasaanmu, maka kurang lebih kamu akan merasa lelah. Kamu butuh istirahat dan memang perlu untuk diistirahatkan walaupun bagi sebagian orang itu sulit.

Setelah itu sibukkan dirimu, ubah persepsimu atas kasih sayang yang kamu miliki. Apakah kamu akan terus merasa murung dan mengabaikan orang-orang yang menyayangi kamu seperti halnya orang tua, sahabat, atau saudara kandung hanya karena satu orang?

Hal ini bukan berarti kamu harus mengabaikan orang yang telah menyakitimu, silaturahmi harus tetap berjalan walaupun itu sulit. Yang akan kamu fokuskan adalah kemurungan pada dirimu. Saat kamu murung, atau depresi, maka kamu telah mengorbankan harapan orang-orang yang menyayangi kamu untuk melihatmu bahagia.

Kamu yang biasanya menjadi penyegar emosional orang-orang yang menyayangimu, kemudian mereka kehilangan penyegar tersebut. Mereka yang menyayangimu tidak ingin melihatmu murung. Kamu dapat mengekspresikan kesedihanmu, namun jika kesedihanmu itu berlanjut hal itu hanya membuat orang lain disekitarmu merasa seperti kehilanganmu.

Lihat sekelilingmu!
  • Mengapa kamu harus terlahir?
  • Apa tujuan hidupmu?
  • Apa yang diharapkan orang tuamu atas kamu?
  • Apa yang diharapkan orang-orang yang saat ini menyayangimu atas kamu?
  • Apakah kamu akan tetap seperti ini sampai akhir atau berusaha "bersinar" hingga akhirmu?
Your choice

Tahap 3# Sibuk dan Fokus!


Sibukkan dirimu, biarkan kesibukannmu mengambil alih apa yang otak kamu pikirkan. Kamu harus tenggelam dalam aktifasmu. Sebisa mungkin mendapatkan flow. Hal ini berguna mencegah kamu untuk kembali memikirkan orang tersebut yang tentunya mencegah kamu galau.

Rasa sakit "tidak disebabkan oleh rasa sakit itu sendiri namun disebabkan oleh peniliaian anda atasnya, dan anda puny akekuatan untuk dibangkitkan pada setiap saat."
- Marcus Aurelius -

Akan lebih baik jika kesibukanmu dapat menghasilkan reward seperti apresiasi dari keluarga, teman-teman, banyak orang, materi, atau peningkatan popularitas. Reward yang seperti itu dapat membuat orang seperti merasa "ketagihan."

Dan tetaplah rendah hati, hal ini dapat meningkatkan peluang bertemu dengan seseorang yang akan menikah denganmu. More Kindness, more attractive and keep strong.

Reward seperti itu dapat berguna menjaga konsistensi atas aktifitas yang kamu lakukan. Sangat jarang orang [bahkan kami pun belum pernah] yang dapat begitu konsisten melakukan sesuatu yang padahal hal yang ia lakukan tidak menghasilkan reward sama sekali.

Jika ia begitu konsisten terhadap sesuatu, ia memiliki pandangan jauh tersendiri bahwasannya dengan aktiftasnya yang ia geluti akan menghasilkan reward yang begitu besar [yang terkadang banyak sebagian orang yang melihatnya seperti aktifitas sia-sia.]

Agar Tidak Terlalu Sayang 4# Percaya


Percaya bahwa seseorang telah dipersiapkan untuk bersanding denganmu. Kamu perlu tampil menarik yang berarti tidak berarti penampilan fisik namun juga penyikapanmu terhadap lingkungan sekitarmu. Kindness is attractive. Kebaikan adalah daya tarik. Ya, siapa orang yang tidak ingin memiliki teman atau kenalan yang begitu baik padanya?

"Jodoh enggak kemana," jadi let it flow. Kemurunganmu hanya akan membuatmu jauh dari kata menarik. Pasrahkan jodoh hanya kepada Allah. Lakukan sebisa mungkin untuk kebaikan kamu dan lngkunganmu. More kindness, more attractive and keep strong.

Overall, cara pandangmu menyikapi lingkungan akan memengaruhi perasaanmu. Sebagian besar hal yang kita rasakan bukankah berasal dari apa yang kita alat indra kita tangkap?


Orang tidak akan cukup kuat untuk berdiri sendiri atau percaya bahwa dirinya tidak akan terpengaruh oleh lingkungan sekitarnya. Karena manusia adalah makhluk sosial, berkelompok, dan emosional.

Referensi:
Goleman, Daniel. 2007. Social Intelligence. Jakarta: Pt Gramedia Pustaka Utama

2 comments

eeeaaaaa #aku tak bisa komen sebab sedikit baper bacanya #halah

Balas July 4, 2017 at 8:56 PM