Tuesday, July 11, 2017

7 Kebiasaan Efektif Karya Stephen Covey Membuatmu Meyikapi Keadaan Menjadi Lebih Dewasa

Setiap manusia memiliki jumlah waktu yang sama dalam sehari yakni 24 jam, juga memiliki jumlah hari yang sama yakni 7 hari dalam seminggu. Tapi, tidak setiap manusia bisa menggunakan waktunya secara efektif.

Kata ‘efektif’ sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah,

1 ada efeknya (akibatnya, pengaruhnya, kesannya);   2 dapat membawa hasil; berhasil guna (usaha, tindakan).”

Dalam hal ini, menggunakan waktu secara efektif dapat diartikan menggunakan waktu yang dimiliki agar memberikan hasil yang sesuai dengan apa yang diharapkan. Keefektifan waktu yang digunakan salah satunya dipengaruhi oleh kebiasaan yang dilakukan.

Gabungan dari kebiasaan-kebiasaan ini akan membentuk karakter seseorang yang akan berpengaruh terhadap keberhasilannya. Jika ingin berhasil dalam bidang apapun, manusia harus menerapkan kebiasaan-kebiasaan efektif, yaitu dengan cara merubah kebiasaan (meninggalkan kebiasaan buruk dan mempertahankan kebiasaan baik).

We are what we repeatedly do, success is not an action but a habit.
 - Aristotle -

(Kita adalah apa yang kita lakukan berulang kali, keberhasilan bukanlah tindakan tapi  kebiasaan.)

Berikut Fenomena Harimu paparkan 7 kebiasaan manusia efektif yang dilansir dari unggahan Youtube ‘The 7 Habits of Highly Effective People by Stephen Covey - Animated Book Review

Produktifitas tempat kerja
Image: Workplace [Pixabay]

Kebiasaan Efektif 1# Jadilah Proaktif


Menjadi proaktif artinya menyadari dan fokus pada apa yang bisa kita kendalikan sehingga dapat merasakan dampaknya secara langsung pada diri kita sendiri. Kebalikan dari proaktif adalah reaktif, yaitu selalu fokus pada hal-hal yang tidak dapat mereka kendalikan, orang-orang reaktif lebih sering mengeluh daripada mengubah kondisi tersebut dengan cara mencari solusinya.

Pada kasus kemacetan misalnya, orang yang reaktif lebih suka mengeluhkan jalanan yang macet, bahkan menyalahkan pengguna jalan lain ataupun pemerintah. Padahal, yang dilakukan tersebut tidak akan mengubah apapun.

Justru sebaliknya, orang proaktif tidak suka mengeluh apalagi menyalahkan orang lain atau pemerintah, ia fokus untuk mencari solusi dari adanya kemacetan. Misalnya dengan cara berangkat lebih pagi agar tidak terjebak kemacetan atau memilih untuk menggunakan kendaraan umum dan berjalan kaki sehingga bisa membantu mengurangi kemacetan. Atau bila memungkinkan, memberikan solusi pada pemerintah.

Intinya, orang proaktif cenderung fokus pada apa yang bisa mereka kendalikan.

Kebiasaan Efektif 2# Merujuk pada Tujuan Akhir


Segala sesuatu dalam kehidupan kita dibuat dua kali yakni pikiran dan fisik. Kita menciptakannya pertama-tama dalam pikiran kemudian mengerjakannya secara fisik. Pikiran adalah bagian dari kepemimpinan pribadi, pengendalian dari kehidupan yang kita miliki.

Sebagai contoh, jika orang lain bertanya kepadamu, "Apa hal terpenting bagimu?" Jawaban paling umum yang akan kita katakan adalah mengenai kesejahteraandan hubungan kita dengan keluarga. Kita tidak akan pernah mengatakan, “menonton televisi”, bukan? Namun berapa banyak dari kita yang menghabiskan lebih banyak waktu untuk menonton televisi daripada merencanakan masa depan, pergi berolahraga secara teratur atau menumbuhkan lingkungan keluarga yang sehat?

Bagaimana sebenarnya kita mengalokasikan waktu kita ternyata tidak sesuai dengan apa yang kita pikirkan dan katakan tadi. Tidak sinkron dari apa yang diucapkan, apa yang diangankan, apa yang diimpikan atau rencanakan dengan aktifitas yang dilakukan.

Hal yang bisa kita lakukan adalah mengembangkan pernyataan misi, filosofi atau paham pribadi. Ini akan membantumu fokus pada apa yang kamu inginkan yaitu ‘menjadi’ (karakter), ‘mengerjakan’ (kontribusi dan pencapaian) dan pada nilai-nilai dan prinsip-prinsip atas dasar keadaan dan apa yang dikerjakan olehmu.

Pernyataan misi pribadi memberikan kita suatu pusat tumpuan yang tidak berubah. Sehingga dapat menjadi kendali ketika terjadi ketidaksesuaian antara pikiran dan fisik kita.

Kebiasaan Efektif 3# Dahulukan yang Utama


Mendahulukan yang utama berarti melakukan manajemen waktu, dimana merupakan keahlian penting untuk manajemen pribadi. Inti sari manajemen waktu adalah mengelola dan melaksanakan prioritas. Salah satu tahapan dalam metode manajemen waktu yang telah dikembangkan adalah:

  1. Catatan dan checklist (untuk mengenali berbagai kebutuhan);
  2. Kalendar dan buku agenda (untuk menjadwalkan acara dan aktivitas); 
  3. Memprioritaskan, memperjelas nilai-nilai (untuk menyatukan perencanaan harian dengan sasaran);
  4. Mendisiplinkan diri -atas ketiga hal tersebut.

Kebiasaan Efektif 4# Berpikir Menang-Menang


Berhentilah memikirkan segalanya sebagai permainan menang-kalah. Bagimu untuk menang, orang lain tidak harus kalah. Berpikir menang-menang adalah cara berpikir yang berusaha mencapai keuntungan dan didasarkan pada sikap saling menguntungkan antara semua pihak yang bersangkutan.

Dalam kehidupan bekerja maupun keluarga, para anggotanya berpikir secara saling tergantung –dengan istilah “kita”, bukannya “aku”. Berpikir menang/menang mendorong penyelesaian konflik dan membantu masing-masing individu untuk mencari solusi-solusi yang sama-sama menguntungkan. Seperti halnya win-win solution.

Jabat tangan
Image: Handshake [pexels]

Kebiasaan Efektif 5# Berusaha untuk Mengerti, Baru Minta Dimengerti


Ketika orang lain bicara, kita selalu ‘mendengar’ pada satu dari empat level: mengabaikan, pura-pura, mendengar dengan selektif, atau mendengar dengan penuh perhatian. Kita harus menggunakan yang kelima (bentuk tertinggi dari mendengar) yaitu mendengar dengan empati.

Mendengar dengan empati adalah mendengar dengan seksama untuk mengetahui kerangka referensi dan perasaan orang lain. Kamu mesti mendengar dengan telinga, mata dan hatimu. Karena manusia sangat membutuhkan daya tahan psikologis - untuk dimengerti, diteguhkan, disahkan dan dihargai, sebelum menjadi daya tahan fisik.

Jika kamu memfokuskan untuk mengerti, kamu bisa saja terpengaruh, dan ini adalah kunci untuk mempengaruhi orang lain. Semakin banyak menghargai orang lain, mereka akan menghargai kamu semakin banyak juga.

Kebiasaan Efektif 6# Wujudkan Sinergi


Sinergi adalah soal menghasilkan alternatif ketiga –bukan caraku, bukan caramu, melainkan cara ketiga yang lebih baik ketimbang cara kita masing-masing. Memanfaatkan perbedaan-perbedaan yang ada dalam mengatasi masalah serta memanfaatkan  peluang.

Tim atau keluarga yang sinergis adalah yang dapat memanfaatkan kekuatan masing-masing individu sehingga secara keseluruhannya hasilnya lebih besar, mereka kejar kerjasama yang kreatif, jika didimensikan dalam matematika, maka seperti ini:
  • Bersinergi (1 + 1 = 3 atau lebih)
  • Sikap saling merugikan (1 + 1 = 1/2)
  • Tidak puas dengan kompromi (1 + 1 = 1 ½)
  • Sekedar kerja bersama (1 + 1 = 2)
Sebagai contoh, seorang penjual baso dan seorang penjual minuman yang awalnya bedagang masing-masing suatu hari memutuskan bersinergi untuk berjualan di depan sekolah swasta. Dengan bersinergi, penjual baso tidak perlu mengeluarkan modal tambahan dan menggaji tenaga baru untuk mengadakan minuman bagi para pelanggan yang membeli basonya. Sebaliknya, penjual minuman mendapatkan keuntungan juga yakni pelanggan penjual baso otomatis akan membeli minumannya ketika membeli baso.

Kebiasaan Efektif 7# Asah Gergajimu!


Kebiasaan yang ketujuh ini berkaitan dengan keseimbangan pembaharuan diri sehingga kebiasaan baik lainnya bisa tumbuh dan berkembang. Cobalah kamu datang kepada seseorang yang bekerja di perkayuan untuk menggergaji pohon. Mereka sedang bekerja dengan sangat lelah bejam-jam. Ajaklah agar mereka berhenti sejenak untuk mengasah gergaji. Mereka akan menjawab, “Saya tidak punya waktu untuk menajamkan gergaji, saya sedang sibuk menggergaji!”

Padahal, mengambil waktu untuk mengasah gergaji. kamu bisa bekerja lebih cepat dan tanpa kesulitan.  Dengan melakukan pembaharuan diri, artinya memperbaharui empat dimensi dari sifat alamimu - fisik, spiritual, mental dan sosial/emosional.

kebiasaan efektif ke-7 ini telah kami paparkan juga pada artikel Biarkan Dirimu Memulai Sesuatu.

Kebiasaan 1, 2 dan 3 adalah sesuatu yang berhubungan dengan diri pribadi (internal). Kebiasaan ini wujud kemenangan pribadi yang diperlukan untuk berkembangnya karakter pribadi.

Kebiasaan 4, 5 dan 6 adalah wujud kemenangan publik, kebiasaan ini juga berupa kerjasama dan komunikasi yang baik.

Kebiasaan ke 7 adalah pembaharuan diri dalam bentuk: spiritual, mental, fisik dan sosial/emosional, yang semuanya memerlukan perawatan dan pertumbuhan.

Ingin tahu lebih dalam karya stephen covey ini? Dapatkan bukunya dengan mengklik link dibawah ini:

Referensi:
FightMediocry. 2015. The 7 Habits of Highly Effective People by Stephen Covey - Animated Book Review. Youtube. Diakses: 8 Juli 2016
Rahardjo, Sumargi. 2008. Ringkasan Padat 7 Habits of Highly Effective People. MGI /Personal-Enhanced Public Project.
Badan Pusat Statistik. Pdf: Tujuh (7) Kebiasaan Manusia Yang Sangat Efektif. pusdiklat. Diakses: 6 Juli 2017

2 comments

Akujuga baca buku ini dan berusaha semaksimal mungkin untuk mempraktikkan 7 kebiasaan efekltif itu. Belum bisa maksimal, sih. Tapi setidaknya ada peningkatan daripada sebelumnya.

Balas July 12, 2017 at 11:12 PM

Ya mbak, tinggal kitanya menyesuaikan diri dengan kondisi kita hehe

Balas July 13, 2017 at 5:38 PM

loading...