Friday, July 28, 2017

[Barnum Effect] Alasan Mengapa Kamu Sebaiknya Tidak Mempercayai Ramalan Zodiak

Pernahkah kamu membaca sebuah ramalan yang berkaitan dengan zodiakmu, lalu kamu merasa bahwa apa yang dikatakan ramalan tersebut sangat sesuai dengan apa yang sedang kamu alami?

Atau kamu membaca pernyataan tentang kepribadian golongan darahmu, kemudian kamu merasa bahwa pernyataan tersebut benar-benar sesuai (atau setidaknya hampir sesuai) dengan dirimu?

Jika jawabanmu adalah ‘ya’, artinya tanpa sadar sebenarnya kamu telah percaya pada sebuah ‘manipulasi’ psikologis yang disebut dengan istilah barnum effect’ (efek barnum) atau ‘forer effect’ (efek forer).

Efek barnum adalah manipulasi psikologis dimana variabel-variabel psikologis yang sebenarnya berlaku untuk semua orang, diperlihatkan seolah-olah berlaku khusus pada pribadi atau kondisi tertentu.

Seperti ramalan zodiak, shio, golongan darah, dan kepribadian berdasarkan tanda yang ada pada tubuh kita. Pada kenyataannya, efek barnum tersebut hanyalah kecenderungan orang-orang yang mengatakan ramalan kepribadian mereka tepat, padahal ramalan tersebut tidak spesifik dan dapat diterapkan ke semua orang.

Image: Horoscop [Pixabay]

Efek Barnum pada Ramalan


Berikut dua contoh ramalan:
  • Keuangan zodiak Aries:
    Kamu akan mengalami pengeluaran yang lebih boros di bulan Juli ini, jadi lakukan penghematan dan alokasikan keuangan kamu secara lebih disiplin.
     
  • Asmara zodiak Taurus :
    Ujian cinta akan mendatangimu. Cobalah untuk melihat sisi positifnya daripada sisi negatifnya dari perjalanan cintamu.
Bagi yang berzodiak Aries, sebagian besar mungkin akan meyakini pernyataan diatas, merasa bahwa pernyataan tersebut sangat tepat diterapkan pada diri mereka. Padahal, pernyataan tersebut dapat diterapkan pada semua orang, bukan hanya pada mereka yang berzodiak Aries.

Mereka yang berzodiak Taurus mengatakan bahwa pernyataan zodiak akan benar-benar terjadi pada dirinya. Padahal, pernyataan tersebut bersifat umum, ujian cinta bisa datang kapan saja dan solusi yang ditawarkan, bukan hanya spesifik untuk mereka yang berzodiak Taurus.

Efek Barnum ini awalnya merupakan pernyataan seorang pembawa acara sirkus terkenal bernama Phineas Taylor Barnum, ia memiliki formula untuk menjelaskan keberhasilannya,

Always have a litte something for everybody
 – Phineas Taylor Barnum –
 (Selalu ada sesuatu yang kecil untuk semua orang.)

Untuk mengamati efek barnum, bacalah semua 12 horoskop harian yang ditemukan di surat kabar selama beberapa hari. Kamu akan menemukan bahwa ramalan untuk zodiak lain sesuai dengan apa yang sedang kamu alami atau mengambarkan tentang hubungan pertemananmu sendiri.

Coba berikan temanmu horoskop yang salah pada suatu waktu. Temanmu mungkin masih cukup terkesan dengan keakuratan horoskop tersebut.

Observasi sederhana inilah yang menjelaskan mengapa banyak praktik ilmiah seperti astrologi, pembacaan telapak tangan, dan peramalan begitu populer. Prediksi yang ditawarkan oleh praktik semacam itu biasanya dinyatakan dalam istilah umum sehingga mereka dapat menawarkan sesuatu untuk siapa pun, seperti formula yang dikatakan P.T Barnum.

Formula yang digunakan sehingga kamu merasa "sesuai"


Kemudian formula tersebut dibuktikan melalui demonstrasi berupa tes kepribadian seorang psikolog Amerika, Bertram R. Forer kepada murid-muridnya namun mengabaikan jawaban mereka lalu memberi evaluasi pada setiap siswa secara tertutup, mereka tidak tahu bahwa evaluasi yang diberikan Forer kepada mereka semuanya sama.

Dia meminta mereka untuk mengevaluasi dengan rentang nilai 0-5 untuk setiap pernyataan, dengan ‘5’ yang berarti penerima merasa bahwa evaluasi tersebut merupakan penilaian yang ‘bagus’ dan ‘4’ yang berarti penilaiannya ‘baik’. Hasil evaluasi rata-rata kelas adalah 4,26. Itu terjadi pada tahun 1948.

Tes tersebut telah diulang ratusan kali pada mahasiswa psikologi dan rata-rata hasilnya masih sekitar 4,2 dari 5, atau 84% akurat. Berikut fenomenaharimu paparkan evaluasi atas demontrasi tersebut, cobalah memberikan nilai dengan rentang nilai 0-5 untuk setiap pernyataan dibawah ini.

1. You have a need for other people to like and admire you, and yet you tend to be critical of yourself.
(Kamu ingin disukai dan dikagumi orang lain, tapi pada saat yang sama kamu juga cenderung kritis terhadap dirimu)

Ketika orang lain yang menyukai dan mengagumimu mengatakan sesuatu yang baik tentangmu, seringkali kamu bertanya pada diri sendiri, “Layakkah saya mendapat pujian itu?” Jika kamu merasa ‘tidak layak’, artinya kamu terjebak dalam kritis diri yang sangat kuat
 
2. While you have some personality weaknesses you are generally able to compensate for them.
(Meski kamu memililiki sisi kepribadian yang lemah, tapi kamu biasanya berhasil untuk mengkompensasinya)

Misalnya, kelemahanmu adalah bahwa kamu pemalu, tidak berani mengajak berbicara orang lain lebih dulu. Tapi suatu hari kamu mulai berusaha untuk mengatasi kelemahanmu tersebut dengan cara mengajak orang asing mengobrol di tempat wisata yang kamu kunjungi. Setelah itu kamu memberikan apresiasi (kompensasi) berupa pujian pada dirimu sendiri atas keberanianmu dalam mengatasi kelemahan tersebut.  

3. You have considerable unused capacity that you have not turned to your advantage.
(Kamu merasa memiliki kapasitas terpendam yang sebenarnya belum kamu manfaatkan)

4. Disciplined and self-controlled on the outside, you tend to be worrisome and insecure on the inside.
(Dari luar kamu terlihat sebagai seseorang yang berdisiplin dan percaya diri, namun di dalam, kamu cenderung merasa was-was dan tidak percaya diri)

5. At times you have serious doubts as to whether you have made the right decision or done the right thing.
(Terkadang kamu merasa sangat ragu apakah kamu sudah membuat keputusan yang benar atau sekedar bertindak benar)

Misalnya kamu mendapatkan tawaran beasiswa kuliah di luar negeri dengan jurusan yang tidak begitu kamu minati, akhirnya kamu melepaskan kesempatan tersebut dan lebih memilih untuk kuliah di dalam negeri dengan jurusan yang sangat sesuai dengan yang kamu minati. Namun suatu saat kamu merasa ragu, apakah keputusan yang kamu ambil tersebut adalah keputusan terbaik.

6. You prefer a certain amount of change and variety and become dissatisfied when hemmed in by restrictions and limitations.
(Kamu lebih memilih sesuatu yang berbeda dan variatif, dan akan merasa gusar dengan kekangan dan pembatasan)

7. You also pride yourself as an independent thinker; and do not accept others' statements without satisfactory proof.
(Kamu merasa bangga menjadi seorang pemikir independen dan tidak menerima pernyataan orang lain tanpa alasan yang memuaskan)

8. But you have found it unwise to be too frank in revealing yourself to others.
(Kamu juga merasa tidak bijaksana untuk berterus terang dalam mengungkapkan diri terhadap orang lain)

9. At times you are extroverted, affable, and sociable, while at other times you are introverted, wary, and reserved.
(Terkadang kamu adalah seorang ekstrover, ramah dan sosial, ada pula kalanya kamu menjadi introver, tertutup, waspada dan pendiam)

10. Some of your aspirations tend to be rather unrealistic.
(Terkadang apa yang kamu inginkan tidak begitu realistis).

Bagaimana rata-rata nilaimu? Apakah setelah kamu membaca evaluasi tersebut, kamu merasa bahwa itu  sangat tepat untuk dirimu? Ya, itu karena pernyataan di atas adalah pernyataan yang dapat diimplementasikan ke semua orang.

Adapun bagi orang yang memercayai hal ini karena ikut-ikutan, ada baiknya kamu mengetahui hal ini:
Enjoy :)

Referensi:
PsikologiID dan Olive. Who Am I? Psychopedia Version: Istilah-Istilah Psikologi untuk Lebih Paham Diri Sendiri. 2015. Jakarta: Lintas Kata.
Dennis Coon. Psychology: A Modular Approach to Mind and Behavior. 2006. Belmont: Vicki Knight.
Carroll, Robert. The Skeptic’s Dictionary: Forer Effect. 2015. http://skepdic.com. Diakses: 18 Juli 2017

loading...