Monday, August 28, 2017

[Prokrastinasi] Mengapa Orang Suka Menunda Pekerjaan

Pernahkah kamu menunda-nunda melaksanakan sesuatu? Menunda tugas kuliah atau pekerjaan kantor, misalnya. Bagi sebagian orang, penundaan mungkin dianggap sebagai hal yang sepele. Namun kenyataannya hal tersebut dapat menimbulkan stres dan kegelisahan yang luar biasa bagi si penunda, bahkan dapat merugikan orang lain.
Mengapa orang suka menunda
Dalam ilmu psikologi, penundaan dikenal dengan istilah ‘prokrastinasi’. Seseorang yang suka menunda-nunda disebut ‘prokrastinator’. Menurut Wendelien van Eerde, seorang profesor bisnis dan ekonomi dengan fokus pada perilaku organisasi di Universitas Amsterdam, prokrastinasi merupakan,

Delaying of a task that was originally planned despite expecting to be worse off for the delay.
- Wendelien van Eerde

(Penundaan tugas yang semula direncanakan meski diperkirakan akan menjadi lebih buruk untuk ditunda.) - Wendelien van Eerde

Alasan mengapa orang melakukan prokrastinasi cukup sederhana, yaitu memberikan hadiah instan dalam bentuk bantuan langsung (penundaan) dari stres yang dialami. Dengan kata lain, dengan tidak memulai tugas yang menurutmu menegangkan, kamu merasa lega meski hanya sementara.



Rasa lega tersebut tetap saja terasa sangat nyata dan memuaskan. Prokrastinasi dapat menimbulkan rasa bersalah pada diri sendiri, hingga mengakibatkan hilangnya motivasi dan produktiftas.

Mengapa orang suka menunda (melakukan prokrastinasi)?


Berikut Fenomena Harimu paparkan penyebab sederhana dan kompleks dari prokrastinasi dilansir dari jurnal ‘Understanding Procrastination’ dari Academic Skills Center (ASC) di California Polytechnic State University, Penyebab Sederhana Prokrastinasi :
  1. Tugas terasa sulit
    Tugas yang harus kita kerjakan sepertinya sulit dilakukan. Karena secara alami kita cenderung menghindari hal-hal yang sulit bagi kita.

  2. Tugas hanya menghabiskan waktu
    Kita memandang bahwa mengerjakan tugas akan memakan banyak waktu. Sehingga kita menggunakan waktu yang panjang untuk mengerjakan hal lain –yang sebenarnya tidak begitu penting. Dengan kata lain, mengerjakan tugas hanya di waktu-waktu singkat kita di akhir deadline.
     
  3. Kurangnya pengetahuan atau keterampilan
    Setiap manusia tidak ada yang mau membuat kesalahan, jadi kita cenderung menunggu sampai kita belajar bagaimana melakukannya sebelum memulai.
     
  4. Ketakutan
    Jika kita melakukan kesalahan, kita takut kalau semua orang akan tahu bagaimana kita mengacaukan pekerjaan tertentu.

Penyebab kompleks prokrastinas


1. Perfeksionisme

Perfeksionisme berkaitan dengan harapan atau standar yang tidak realistis. Semuanya harus berjalan dengan sangat benar. Seorang perfeksionis cenderung lebih banyak mengkritik dan lebih sedikit memuji.

Pernahkah kamu harus melakukan sesuatu yang lain sebelum mengerjakan tugas tersebut? Seperti untuk mencapai kesempurnaan dalam hasil tugas, kamu harus mendapatkan kondisi yang benar-benar mendukung hal tersebut walaupun sebenarnya tidak terlalu berpengaruh besar.

Hal ini akan menciptakan tingkat ketidakpuasan dan frustrasi yang tinggi karena jarang terjadi sesuatu yang benar-benar dapat diterima untuk pertama kalinya. Perasaan terbebani akan membuat frustasi dalam proses pengerjaan tugas. Seorang perfeksionis seringnya berkata,

”Saya harus mendapatkan nilai A.”
“Saya harus melakukan semuanya dengan benar untuk pertama kalinya, saya butuh banyak hal yang mendukung itu.”
"Jika saya tidak bisa melakukannya dengan benar, jangan lakukan sama sekali."

2. Kemarahan / Permusuhan

Jika kita tidak bahagia dengan seseorang, kita akan sering menahan usaha terbaik kita. Misalnya, jika kamu marah dengan seorang profesormu di kampus, kamu cenderung menunda memulai sebuah proyek. Tetapi hal tersebut justru membuat kamu ‘kalah’ dan berada di ‘kelas’ yang rendah.

3. Tugas membuat frustasi

Tugas dan keadaan membuatmu mudah frustasi. kamu merasa bahwa situasimu sangat tidak tertahankan dan sangat tidak adil. Frustrasi ini ditandai oleh rengekan dan keluhan dengan ungkapan-ungkapan seperti, "Ini tidak adil," "Ini terlalu sulit," dan "Tidak ada orang lain yang harus melakukannya,".

Akhirnya kamu merasa perlu untuk menunda tugas tersebut sampai kamu merasa lebih baik. Namun masalahnya, kamu justru merasa lebih frustrasi keesokan harinya.

4. Percaya diri yang rendah

Hal ini terjadi ketika kita merasa ragu akan kemampuan dan keterampilan untuk sukses. Seseorang yang biasa membiarkan dirinya jatuh cenderung tidak percaya diri bahkan ketika dia berhasil, menganggap bahwa keberhasilan tersebut adalah ‘keberuntungan yang sia-sia belaka’. Selain itu, dia mungkin juga merasa sulit untuk menerima pujian atas pekerjaan yang dilakukan. Jika ada yang memuji,

"Wow, kamu melakukannya dengan baik pada ujian!"

Seseorang dengan kepercayadirian yang rendah malah berkata,

"Oh, saya hanya beruntung, saya benar-benar tidak tahu semuanya dengan baik.".

Apa yang orang peroleh dari dampak melakukan prokrastinasi


Penundaan mempengaruhi setiap aspek kehidupan kita. Berikut adalah beberapa pengalaman orang yang menunda-nunda,

  1. Dampak secara fisik: Tegang; Tekanan darah naik; Sulit tidur; Kelelahan; Muak; Gelisah; Sakit kepala; dan Nyeri otot.
     
  2. Dampak secara mental: Mengkritisi diri sendiri; Penghargaan diri rendah; Kepercayaan diri rendah; Pikiran ‘macet’; Pemberontakan.
     
  3. Dampak secara emosional: Frustrasi; Cepat marah; Gelisah; Takut; Kuatir; Depresi; Rasa tidak berdaya; dan iri pada orang lain yang mendapatkan hal-hal kecil
     
  4. Dampak pada karir: Berkurangnya efektivitas dalam pengambilan keputusan; Mengurangi kontribusi terhadap kerja tim; Kemungkinan kecelakaan dan kesalahan meningkat; Kehilangan peluang berkarir; dan menurunnya kreativitas
     
  5. Hubungan: Hubungan menjadi penuh dengan ketegangan, omelan dan frustasi; Suka menyalahkan dan menuduh; Kurang mencintai dan memberi, Orang yang menunda-nunda mungkin begitu asyik sehingga mereka mengisolasi diri mereka sendiri, sehingga kurang menyadari orang lain.
     
  6. Kualitas hidup: Kreativitas berkurang; Kekosongan spiritual; Rasa humor menjadi berkurang; Perspektif hilang; Kemampuan untuk memvisualisasikan masa depan yang positif berkurang; Rasa 'hidup berlalu begitu saja’, pertumbuhan dan harapan keduanya terhenti

Referensi:
Thakkar, Neal. Why Procrastinate: An Investigation of the Root Causes behind Procrastination.  Lethbridge Undergraduate Research Journal. 2009. Volume 4 Number 2. huleth
The Effects of Procrastinating. 2011. htmovercomingprocrastination
Academic Skills Center California Polytechnic State University. Understanding Procrastination. Calpoly.

1 comments:

hihihi ....lalu aku merenungkan diriku sendiri usai baca ini

Balas August 28, 2017 at 7:55 PM

loading...