Sunday, September 10, 2017

[Contempt] Ciri-ciri Komunikasi Merendahkan Orang Lain

Dalam berkomunikasi, ekspresi diperlukan salah satunya untuk menunjukkan emosi, atau sebaliknya untuk memahami emosi yang dirasakan oleh lawan bicara. Ekspresi merupakan pengungkapan atau proses menyatakan maksud, gagasan dan sebagainya baik secara verbal maupun nonverbal.

Salah satu bentuk ekspresi nonverbal adalah ekspresi wajah. Dikutip dari laman ScienceofPeople, wajah adalah indikator terbaik dari emosi seseorang. Ekspresi wajah singkat dan tidak disengaja yang terlihat di wajah manusia adalah sesuai dengan emosi yang dialami.

Berbicara mengenai ekspresi wajah, apakah kamu pernah merasa ‘dijatuhkan’ oleh orang yang merendahkanmu? Baik karena ia merendahkanmu secara langsung maupun hanya terlihat dari ekspresi wajahnya. Jane Bintz, seorang anggota profesional AAMFT (Association Marriage and Family Therapists) di Amerika mengatakan bahwa,

Being contemptuous is to put someone down, to think ‘I’m better than you’. Contempt is extremely emotionally abusive in relationships.  It can end your relationship the quickest.“ – Jane Bintz

(Meremehkan adalah menjatuhkan seseorang, berpikir bahwa ‘Saya lebih baik dari kamu’. Meremehkan adalah emosi berlebihan yang kasar dalam suatu hubungan, hal tersebut membuat hubunganmu paling cepat berakhir.)

Sikap meremehkan ini memang dapat berakibat fatal. John Gottman, seorang peneliti pernikahan, dalam empat dekade penelitiannya, menemukan bahwa contempt adalah penyebab no 1 perceraian dalam rumah tangga.

Merendahkan (contempt) ini merupakan 1 dari 7 micro expression karena hanya berlangsung antara 1/15 dan 1/25 detik. Belajar membaca ekspresi wajah salah satunya contempt, sangat membantu untuk memahami orang-orang dalam kehidupan kita.

Learning how to decode the face is like having a super power: The face is the window into the soul–if you know how to read it. The good news is we can already tell a lot about someone by their face.” –Vanessa van Edwards

(Belajar bagaimana membaca kode wajah adalah seperti memiliki kekuatan super:
Wajah adalah jendela ke dalam jiwa–jika kamu tahu bagaimana membacanya. Kabar baiknya adalah kita sudah bisa bercerita banyak tentang seseorang dengan wajah mereka.)

Bagaimana cara mereka merendahkan orang lain


Indikasi merendahkan yang terlihat dari ekspresi wajah diantaranya adalah mata yang berputar (eye rolls) ke atas, ini hampir selalu diartikan sebagai merendahkan. Bibir atas yang diangkat di salah satu ujung sisi juga menunjukkan adanya perasaan "lebih baik" dari orang lain.

Eye roll contempt
Image: Eye roll contempt [pixabay]
Kemudian bagaimana mereka merendahkan orang lain melalui kata-katanya? Berikut 4 indikasi merendahkan orang lain yang paling sering ditemukan dalam kehidupan banyak orang.

Contempt #1 Sindiran


Sindiran merupakan salah satu indikasi dari sikap merendahkan. Sindiran dalam suatu percakapan seringnya didahului dengan tawa yang mengejek lawan bicara atau komentar yang mengejek mengenai sesuatu yang dikatakan oleh lawan bicara.

Sindiran seringkali didahului oleh kata-kata yang berlawanan sehingga sindiran ini baru terasa ketika yang disindir paham apa maksud perkataan tersebut.

Contoh perkataan sindiran:

  • “Bicaramu sopan sekali. Apa kamu tidak disekolahkan?”
  • “Kalau menyanyi suaramu bagus ya, kayak kaleng rombeng!”
  • “Emm, jarak lima meter saja wangimu sudah tercium. Sudah berapa hari kau tidak mandi?”
  • “Ini baru siswa teladan, setiap hari datang siang pulang malam.”

Contempt #2 Olok-olok


Ketika seseorang mengolok-olok, ia mengulang perkataan lawan bicara dengan cara bicara yang persis, atau meniru emosi lawan bicara secara berlebihan. Hal ini dilakukan agar lawan bicara terlihat konyol atau bodoh.

Diani: "Kalian bantu bersih-bersih kelas juga dong!"
Tora: "Iya bentar lagi tanggung"
Diani: "Ih dari tadi bilangnya entar terus, cepetan atu ih"
Andro: "cepetan atuhh iiiihh~, bentar atuh lah.."
Tora: "hahaha, cempreng banget loe dro"
Diani: "huh'..(kesal)"

Selain contoh diatas, meniru cara tertawa orang lain bertujuan untuk membuat lawan bicara terlihat aneh juga termasuk kedalam kategori ini.

Olok-olok juga biasanya menggunakan ‘nama panggilan’ (name-calling) yang tidak disukai oleh orang yang diolok-olok seperti ‘Si Gila’, ‘Si Gendut’, ‘Si Bodoh’ dan sebagainya.

Contempt #3 Hinaan


Hinaan adalah bentuk merendahkan secara langsung dan terus terang. Hinaan menunjukkan ketidaksenangan terhadap lawan bicara secara verbal yang sifatnya ‘kejam’ karena dinyatakan secara jelas. Seseorang yang mendapat hinaan dapat dipastikan langsung merasa sakit hati.
Contoh perkataan hinaan:

  • “Dasar otak udang! Disuruh melakukan pekerjaan yang sangat mudah seperti ini saja kau tidak bisa. Lalu apa yang kau bisa?”
  • “Dasar pemalas! Bagaimana hidupmu akan berubah, kalau kau hanya bermain game saja. Pergi dan jangan kembali sebelum kau sukses.”

Contempt #4 Merendahkan dengan Humor


Seringkali, seseorang yang merendahkan lawan bicara menggunakan humor, meskipun dibumbui dengan candaan, tetap saja tujuannya adalah untuk merendahkan baik berupa sindiran, olok-olok atau hinaan.

Dengan menyampaikan pesan semacam ‘lelucon’. Humor ini awalnya seringkali membuat bingung lawan bicara. Seseorang yang merendahkan itu bisa saja tertawa terbahak-bahak yang menyebabkan lawan bicara juga reflek tertawa sebentar.

Bagi yang mudah tersinggung dengan humor ini, justru seringkali dianggap bahwa ia tidak punya selera humor. Apalagi jika dilontarkan pada seseorang yang tidak dekat dengan kita. Contoh perkataan merendahkan dengan humor:

 “Putih benar wajahmu, sampai bisa disendoki bedaknya.”
Ketika lawan bicara marah, biasanya yang membuat humor akan berkata,
 “Hei, ini hanya lelucon saja, saya hanya bercanda, ada apa, tidak bisakah kamu bercanda?"

That's all 4 ciri komunikasi contempt yang dapat merusak hubungan antara orang lain. Sama halnya dengan stonewalling yang dapat merusak interaksi orang lain, namun contempt memiliki nilai yang jauh lebih rendah dibandingkan stonewalling (with infographic SPAFF code). Dan nilai contempt adalah yang terendah dibandingkan code SPAFF yang lain.

Referensi:
Science of People. Guide to Reading Microexpressions. 2013. scienceofpeople
Center for Change. 4 Mistakes Couples Make That Destroy Their Relationship. 2016. centerforchangewb
The Specific Affect Coding System (SPAFF) (PDF Download Available). Available from: researchgate
Lisitsa, Ellie. The Four Horsemen: Contempt. 2013. gottman

loading...