Tuesday, October 31, 2017

Bagaimana Efek Zeigarnik Memengaruhimu dalam Menyelesaikan Tugas?

Masih ingatkah kamu dengan ‘prokrastinasi’? Dimana kamu menunda-nunda pekerjaan yang harusnya segera kamu selesaikan.

Saat ada tugas kuliah, karena belum selesai, tugas tersebut seolah menari-nari di pikiran kita. Karena kita menunda mengerjakannya, pikiran kita rasanya dipenuhi oleh tugas tersebut. Bahkan sampai kamu bangun pagi di hari esok, pikiranmu masih saja dipenuhi oleh tugas itu.

Faktanya, ketika kita belum menyelesaikan suatu pekerjaan, pikiran kita diam-diam mendesak kita untuk menyelesaikan apa yang telah kita mulai. Kita cenderung mengingat sesuatu yang belum kita selesaikan. Dalam psikologi, hal tersebut disebut dengan ‘Zeirganic Effect’.

The Zeigarnik Effect is the tendency to experience intrusive thoughts about an objective that was once pursued and left incomplete.
– Roy Baumeister and Brad J. Bushman.


(Efek Zeigarnik adalah kecenderungan mengalami gangguan pikiran tentang tujuan yang pernah dikejar dan dibiarkan tidak lengkap.) –Roy Baumeister and Brad J. Bushman dalam buku mereka, Social Psychology and Human Nature.

Bagaimana menurut peniliti mengenai Efek Zeigarnik


Efek zeigarnik dinamai menurut pencetusnya, Bluma Wulfovna Zeigarnik, ia merupakan psikiater Rusia dan psikolog. Tahun 1920, Zeirganik duduk minum teh di sebuah kafe Austria bersama supervisornya.

Mereka mengamati perilaku pelayan dan pelanggan kafe sampai akhirnya memperhatikan sebuah gejala yang sangat menarik.

Ketika ada seorang pelanggan yang meminta tagihannya, pelayan dengan mudah mampu mengingat makanan dan minuman yang dipesan si pelanggan tersebut. Namun ketika si pelanggan tersebut sudah membayar tagihan dan bertanya kembali mengenai tagihannya, pelayan tersebut terlihat berusaha keras mengingat apa saja pesanan si pelanggan tadi.

Dari pengamatannya, Zeigarnik berpendapat bahwa setelah pelanggan membayar, daftar pesanan pelanggan seolah dihapus begitu saja dari memori si pelayan.


Untuk menguji pemikirannya, ia menuju laboratorium lalu meminta beberapa orang mengerjakan tugas sederhana seperti mengatur meja konter atau menyusun mainan dalam kotak. Ditengah tugas yang sedang mereka kerjakan, Zeirganik meminta para partisipan berhenti. Setelah beberapa lama, ia meminta para partisipan menjelaskan tugas-tugas tersebut.

Sama seperti hasil pengamatannya pada pelayan kafe, Ia menemukan bahwa tugas-tugas yang belum selesai lebih mudah diingat oleh partisipan, artinya, suatu tugas atau pekerjaan yang belum selesai, seolah menari-nari di pikiran seseorang, tertanam dalam benaknya.

Pada tahun 1963, psikolog asal Inggris, John Baddeley, melakukan percobaan di mana para peserta diminta untuk memecahkan satu set anagram dalam waktu yang telah ditetapkan. Jika mereka tidak mampu menyelesaikan anagram pada waktunya, mereka akan diberi klu.

Ketika dia meminta peserta untuk mengingat kembali klu yang diberikan, dia menemukan bahwa peserta lebih cenderung mengingat anagram yang tidak mereka selesaikan daripada yang telah mereka selesaikan.

Seperti apa efek zeigarnik pada keseharianmu?


Efek zeirganik digunakan di berbagai bidang, mulai dari produksi hingga pemasaran dan periklanan. Efek zeirganik banyak kita temui di kehidupan sehari-hari.

Contoh, saat kamu meonton televisi, misalnya, efek Zeigarnik digunakan di acara televisi tersebut agar kita menonton episode berikutnya. ‘Bersambung’, ‘episode selanjutnya’ adalah contoh pemanfaatan dari zeigarnik efek, yang kemudian membuat penonton jadi teringat dan membuatnya ingin menonton lagi dikemudian hari.

Episode selanjutnya sengaja diberikan suatu adegan yang belum lengkap, hal tersebut membuat penonton penasaran sehingga pikirannya diisi oleh keingintahuan tentang episode selanjutnya.

Contoh lagi, pemasar dan pengiklan sering menggunakannya untuk menaikkan tarif pembukaan email. Menurut pakar pemasaran bisnis, Issamar Ginzberg, Efek Zeigarnik inilah yang membuat orang membaca judul berita atau judul artikel untuk meningkatkan kemungkinan sebuah email dibuka dan dibaca.

Kamu juga dapat melihat Efek Zeigarnik di akhir email, saat pemasar mengatakan sesuatu seperti, "Jangan lupa baca email besok untuk mendapatkan tips berikutnya,”

Bagaimana Efek Zeigarnik terjadi?


Ketika kita mulai melakukan kegiatan apa pun, pikiran kita terbuka namun mengalami semacam kegelisahan jiwa. Begitu kegiatan itu selesai, pikiran kita pun seolah mengembuskan napas lega, dan semuanya terlupakan, hilang dari pikiran kita.

Seseorang lebih mengingat tugas yang belum selesai dibanding tugas yang sudah selesai. Begitu suatu tugas selesai, kita berhenti memikirkannya. Namun jika disela tugas lain dan dibiarkan tidak rampung, tugas tersebut aktif mengisi pikiran kita. Itulah sebabnya prokrastinasi berdampak buruk.


Efek Zeigarnik berperan penting dalam kesehatan mental seseorang. Tugas yang tidak lengkap atau belum selesai, terutama yang memiliki konsekuensi negatif, sering kali mengganggu pikiran dan membuat tekanan.

Pikiran ini bisa mengurangi tidur, meningkatkan kecemasan, dan mempengaruhi emosional seseorang. Sebaliknya, jika efek zeigarnik dilihat dari sudut pandang yang positif maka dapat meningkatkan kesejahteraan mental dengan memotivasi seseorang untuk menyelesaikan tugas, mengembangkan kebiasaan yang lebih baik, dan mengatasi masalah yang masih ada.

Penyelesaian tugas yang berhasil akan memberikan rasa puas sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dan harga diri. Perkembangan kerja produktif dan kebiasaan belajar juga dapat berkontribusi pada perasaan kedewasaan dan pertumbuhan diri.


Referensi:
Grant, Adam. Originals “Tabrak Aturan”, Jadilah Pemenang. 2016. Jakarta: Mizan Publika.
Lvovych. Mariia How Marketers Utilize the Zeigarnik Effect to Increase Conversions. 2015. frontiersin
Wiseman, Richard. 59 Detik yang Membuat Anda Menjadi Lebih Kreatif, Lebih Meyakinkan, Lebih Menarik, dan Lebih Bahagia. 2014. Jakarta: Penerbit Gemilang.

loading...