Saturday, November 11, 2017

Review Buku: Emotional Intelligence (Kecerdasan Emosional) oleh Daniel Goleman

Buku pertama yang kami sarankan bagi kamu yang ingin mengetahui kecerdasan emosional. Daniel Goleman dalam buku Emotional Intelligence ini menitik beratkan pentingnya kecerdasan emosinal dibandingkan dengan kecerdasan intelektual.

Ini seperti, pernahkah kamu memiliki teman yang sangat pintar namun tidak lebih berhasil dari mereka yang kepintarannya biasa saja? seperti kata orang bijak "latihan dapat mengalahkan bakat." Ya, kurang lebih bisa digambarkan seperti itu.

Seperti yang disampaikan pada halaman 45:
"Kecerdasan akademis praktis tidak menawakan persiapan untuk mengahadap gejolak—atau kesepatan—yang ditimbulkan oleh kesulitan-kesulian hidup."


Point-point yang disampaikan buku ini dapat dengan mudah dipahami oleh pembaca. Tidak seperti layaknya buku sekolah. Buku ini menyajikan cerita atau contoh fenomena yang akan membantu kamu memahami point penting yang ingin disampaikan oleh penulis.

Sehingga kamu akan sangat mudah memahaminya, tambah lagi isi buku ini memiliki peluang yang dapat menjelaskan fenomena keseharianmu. Kamu akan menemukan:

  • Bagaimana emosi dapat menentukan arah gerakmu (perilaku.)
  • Apa yang terjadi pada otak jika kita merasa "ini" dan "itu."
  • Bagaimana emosi anak berkembang dan dapat menuntunnya ke arah kesuksesan.
  • Pentingnya menanggapi emosi dan perilaku orang lain secara tepat.
  • Bagaimana sebaiknya seorang pimpinan dalam memahami pesan tersembunyi bawahan.
  • Seperti apa orang-orang yang dingin.
  • Pengetahuan lebih dalam mengenai amarah, rasa takut, kesedihan.
  • Bagaimana peran emosi terhadap perkawinan (menanggapi perselisihan, dan komunikasi.)
  • Bagaimana Peran emosi terhadap produktifitas dan bagaimana orang dapat begitu produktif.
  • Bagaimana mengatasi stress.

Bagi kamu yang kurang familiar dengan istilah bilogis, mungkin kamu harus menyiapkan kuota internet untuk browsing istilah asing tersebut. Pada buku ini hanya dijelaskan sekilas dari istilah-istilah itu seperti hippocampus, amigdala, dan bagian-bagian otak lainnya serta hormon.

Walaupun demikian, kamu masih bisa mendapatkan perspektif baru mengenai emosi dikarenakan buku ini menggunakan jalan cerita, kisah dan contoh untuk penyampaian maksudnya. So, don't worry...

Dalam penyusunan bukunya, Daniel Goleman dibantu peneliti lain untuk aspek lainnya seperti kaitannya emosi dengan produktifitas, perkawinan, anak, bahkan kepemimpinan. Seperti Howard Gardner, Diane Tice, Paul Ekman,  Joseph Le Doux, Paul Kaufman dan para ahli lainnya.

Salah satu bagian menarik dalam buku ini adalah gagasan yang dikemukakan oleh Mihalyi Csikszenmithalyi, ahli psikologi dari University of Chicago mengenai FLOW.

Jika kamu menemukan istilah ini dan memahaminya lebih jauh, kamu akan melihat sebuah hal yang menyenangkan tidak hanya sekedar materi yang mewah atau mengunjungi tempat-tempat populer. Kamu akan menyadari bahwa dengan sibukpun, kamu dapat merasakan kesenangannya.

Berikut kutipan yang disampaikan oleh Csikszentmihalyi, halaman 126:

"Tampakanya orang berkonsentrasi paling baik apabila tuntutan yang ditunujukan kepada mereka sedikit lebih besar daripada biasanya, dan mereka mampu memberi lebih daripada yang biasa. Apabila tuntutan terlampau ringan, orang menjadi bosan. Apabila tuntutan berat untuk ditangani, mereka cemas. Flow terjadi dalam zona amat tipis antara kebosanan dan kecemasan."

Begitu banyak point penting yang perlu kamu garis bawahi, disarankan kamu mencatatnya.

Buku ini tidak menjelaskan emosi mengenai mikro ekspresi seperti komunikasi verbal atau non verbal kecuali sedikit. Walaupun buku ini melibatkan Paul Ekman dalam penulisannya. Namun pemaparan secara teknis tentang emosi yang diekspresikan melalui wajah tidak dipaparkan dalam buku ini.

Tambah lagi, buku ini tidak menyinggung aspek kecerdasan spiritual, walaupun kecerdasan spiritual sangat erat kaitannya dengan kecerdasan emosional. Buku ini hanya menunjukkan sudut pandang mengenai penjelasan emosi itu sendiri dan tidak memberikan cara untuk meningkatkan kecerdasan emosional.

Walaupun demikian, kamu masih bisa mendapatkan perspektif baru yang tentunya mempengaruhi kamu juga untuk berperilaku.

Bisa dikatakan, buku ini hanya memaparkan konsep dasar mengenai emosi pada berbagai aspek. Namun hal ini sudah lebih dari cukup untuk acuan dasar pemahaman lebih lanjut mengenaik berbagai macam aspek lainnya.

Dan tentunya, buku ini sangat baik dibaca untuk semua kalangan terutama para orang tua, mereka yang beranjak akan menikah atau mereka yang meniti karir bahkan berbisnis.

Emotional Intelligence (Kecerdasan Emosional) Oleh Daniel Goleman
Image: Buku Emotional Intelligence (Kecerdasan Emosional) Oleh Daniel Goleman

Pesan Buku
Via Belbuk


Artikel FH yang menggunakan referensi buku ini:

Referensi:
Goleman, daniel. 1996. Emotional Intelligence. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka.

loading...