Monday, August 13, 2018

Mengapa Kita Berfikir Orang Lain Lebih Sukses?

Di era digital ini, adakah diantara kamu yang tidak memiliki satupun akun di media sosial? Entah itu Facebook, Twitter, Path, atau Instagram. Hampir setiap dari kita pasti memilikinya.

Apa yang kamu rasakan ketika melihat pencapaian teman-temanmu yang mereka bagikan di lini masa media sosial? Mungkin banyak dari kita yang merasakan emosi positif seperti ikut bahagia, terinspirasi serta menjadikannya sebuah motivasi.

Namun pernahkah kamu sekaligus merasakan emosi negatif seperti rendah diri? Kamu jadi membandingkan kehidupan orang lain dengan kehidupanmu. 

Seperti saat kamu melihat unggahan teman-temanmu di media sosial mengenai kesuksesan mereka dalam karir, perjalanan mereka keliling dunia kebahagiaan mereka dalam percintaan, sedangkan sampai saat ini kamu belum meraihnya, apakah kamu pernah berfikir bahwa teman-temanmu jauh lebih sukses daripada dirimu?

Donnalynn Civello, seorang pelatih intuisi kehidupan di Amerika, berbicara  dengan kliennya mengenai fenomena tersebut,

Klien    : “Facebook membuat saya merasa sangat sedih tentang hidup saya. Saya  pikir saya melakukannya dengan baik, lalu saya melihat semua hal menakjubkan yang dilakukan orang lain, saya jadi berpikir, 'Tuhan, saya seorang pecundang', ”

Donna    : “Mengapa kamu membandingkan dirimu dengan orang lain? Kamu tidak menjalani hidup mereka, kamu menjalani hidupmu.”

Klien    : “Saya tahu, tetapi hal itu tidak banyak membantu, saya tetap membandingkan diri saya dengan mereka ketika melihat semua kesuksesan mereka. Itu membuat saya gelisah."

Mengapa kita bisa berpfikir seperti itu?


Dirangkum dari berbagai sumber, inilah alasan mengapa media sosial seringkali membuat kita berfikir kalau orang lain lebih sukses daripada diri kita,


#1. Keinginan Membandingkan (Teori Perbandingan Sosial)

Dalam teori ini, perbandingan sosial menjadi bagian alami dan penting bagi manusia. Meski kita tahu kalau menggunakan media sosial dapat membuat kita tidak nyaman, gelisah atau tertekan, kita masih saja melihat-lihat unggahan orang lain seperti di facebook atau instagram, kita penasaran apakah orang-orang telah meraih sesuatu yang kita harapkan untuk kita raih pula. Ada keinginan dalam diri manusia untuk mengukur kemajuan, membandingkan kesuksesan dirinya dengan yang lain.


Thomas Mussweiler, seorang profesor perilaku organisasi di London Business School menyatakan bahwa mengaitkan informasi tentang orang lain dengan diri kita adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari,

"Inevitably, we relate information about others to ourselves,"

Pada dasarnya, hal ini merupakan cara yang sehat untuk mengukur kemajuan kita dalam kehidupan, menjadi motivasi bagi diri untuk lebih maju lagi. Tapi sayangnya akan menjadi masalah ketika kita membandingkan ‘versi diri kita’ dengan ‘versi orang lain’ yang dianggap jauh lebih sempurna, jauh lebih sukses daripada diri kita.

Yang merugikan adalah membuat perbandingan yang terlalu jauh jangkauannya, misalnya seorang akuntan yang membandingkan pencapaian dirinya dengan pencapaian seorang CEO.


#2. Melihat Apa yang Memang Ingin diperlihatkan Orang Lain

Media sosial digunakan sebagai platform agar kita tetap terhubung dengan orang-orang yang dekat dan yang jauh, seperti dengan keluarga dan teman. Mengunggah sesuatu mulai dari apa yang sedang kita rasakan sampai pada akhinnya menjadi platform untuk berbagi momen yang paling berarti, luar biasa dan unik.

Hal tersebut bukan hanya didorong oleh keinginan untuk ‘disukai’ tapi juga karena kita berfikir orang-orang akan mencari akun kita seperti mantan pacar, rekan kerja baru ataupun teman lama.

Orang lain lebih sukses
Image: like on social media [pixabay]

Kita ingin membuat mereka semua menjadi terkesan. Tentu kita tidak akan mengunggah sesuatu yang memperlihatkan kekurangan atau kemunduran yang kita alami dalam hidup, bukan?

Apa yang diunggah oleh seseorang, itulah yang ia ingin perlihatkan kepada teman-temannya di media sosial. Ini berhubungan dengan sifat dasar manusia sebagai makhluk sosial yang membutuhkan pengakuan (Teori Hierarki Kebutuhan Manusia).


Mengingat media sosial fungsinya memang sebagai tempat untuk berbagi informasi. Tidak heran kalau media sosial dijadikan tempat untuk pamer atau menunjukkan pencapaian yang selama ini telah diraih.

Ketika kamu melihat kesuksesan yang diraih orang lain di media sosial, kamu berisiko membandingkan kehidupanmu yang tampaknya dangkal dengan orang-orang yang hidupnya tampaknya mengagumkan, yang dapat membuat kita merasa rendah diri.



#3. Ketidakstabilan Diri

Seberapa berpengaruhnya media sosial bukan dari berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk itu, namun bagaimana kita menggunakannya secara bijak.

"Ketika kami menggunakan media sosial hanya untuk melihat postingan orang lain secara pasif, kebahagiaan kami menurun," kata Emma Seppaelae, penulis buku The Happines Track: How To Apply The Science of Happiness to Accelerate Your Success.

Menurutnya, hal tersebut membuat kita lupa untuk menikmati hidup. Tetapi jika kita menggunakannya untuk berkontribusi, berbagi, dan berinteraksi maka dapat memiliki efek sebaliknya.


Referensi:
Civello, Donnalynn. 3 Ways to Conquer Social Media Envy and Manifest Your Own Success. 2017. observer
Friedlander, Jamie. Why Social Media Is Ruining Your Self-Esteem—and How to Stop It. 2016. success
Rebecca Webber, 2017. The Comparison Trap. psychologytoday


Penulis FH Widya
Penulis konten: Widya
"Introvert. Belajar memahami dengan menjadi pendengar. Belajar mengerti dengan menjadi pembaca. Belajar berbagi dengan menjadi penulis."
 

Wednesday, August 8, 2018

Kriteria Suami Idaman Para Wanita, Seperti Apa?

Mendapatkan pasangan hidup yang ideal merupakan keinginan setiap wanita. Tentu keinginan setiap wanita berbeda-beda dalam menentukan seperti apa sosok ‘suami idaman’ mereka. Namun apakah suami idaman wanita hanya diukur dari kemapanan dan ketampanan seperti streotip yang selama ini berlaku dalam masyarakat?
Suami idaman wanita
Image: Wedding [pixabay]
Berikut fenomena harimu merangkum hasil survey mengenai suami idaman wanita, yang dikutip dari laman Sunday Express.

#1 Memiliki sense of humor


Berada dalam urutan pertama, kriteria ini mendapatkan polling sebesar 52 persen.

Sense of humor adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan humor sebagai cara menyelesaikan masalah, keterampilan menciptakan humor, serta kemampuan menghargai atau menanggapi humor. Secara psikologis, humor dapat menolong individu saat menghadapi kesukaran.

Pria yang memiliki sense of humor yang baik pantas saja menjadi kriteria suami idaman, ia dianggap mampu diandalkan untuk mencairkan suasana dalam berbagai situasi. Ia adalah kualitas manusia yang sangat berharga untuk membantu memahami ketidaksesuaian, termasuk ketika terjadi konflik dalam hubungan cintanya.

“Like a welcome summer rain, humor may suddenly cleanse and cool the earth, the air and you.”
- Langston Hughes, American Poet
(Seperti hujan musim panas yang menyambut, humor dapat tiba-tiba membersihkan dan mendinginkan bumi, udara, dan Anda.) - Langston Hughes. Penyair asal Amerika.

#2 Pendengar yang baik


Mendengar merupakan salah satu dari empat jenis dasar komunikasi. Berdasarkan fakta, seseorang cukup banyak menghabiskan waktu belajar untuk membaca, menulis, dan berbicara. Akan tetapi, jarang atau bahkan tidak sama sekali mereka belajar bagaimana cara mendengar yang baik.

Kodrat wanita sebagai makhluk yang cenderung lebih banyak berbicara dari pria, membuatnya menginginkan sosok suami yang bisa menjadi pendengar yang baik untuknya. Kriteria ini mendapatkan polling sebesar 49 persen yang  menempati urutan kedua sebagai suami idaman.


#3 Menunjukkan kedekatan dengan keluarga di depan publik


Wanita menyukai pria yang berani menunjukkan kedekatan dengan keluarganya di depan publik, terutama dengan Ibunya.

Menurut Dr. William Pollack, seorang professor psikologi dari Universitas Havard, pria yang dekat dengan ibunya tidak akan enggan untuk membantu pekerjaan rumah tangga seperti memasak, membersihkan dan mengganti popok bayi tanpa mengernyitkan mata.

Disamping itu, wanita suka diperlakukan istimewa di depan umum, jika dengan keluarganya saja pria tidak malu menunjukkan kedekatan dengan keluarganya, mengapa tidak kepada wanita sebagai pasangan hidupnya nanti?

#4 Memiliki kecerdasan teknologi


Seiring dengan perkembangan zaman, setiap tahunnya kita disuguhkan dengan penemuan-penemuan teknologi terbaru. Sebagai manusia yang berakal, kita dituntut untuk melek teknologi.

Pria dengan kecerdasan teknologi, cenderung dapat meningkatkan kompetensi dan produktivitasnya, mereka dianggap lebih kreatif dan inovatif. Hal tersebut berpengaruh terhadap karir dan relasi sosialnya.


Wanita mengidamkan sosok suami seperti itu karena mau tidak mau, perkembangan teknologi banyak mengubah aspek dalam kehidupan.

Tentu wanita tidak mau kerepotan membersamai pria yang gagap teknologi karena tidak bersifat terbuka terhadap perkembangan zaman, bukan? Kriteria ini mendapatkan polling sebesar 39 persen.

#5 Memiliki pesona atau daya tarik tersendiri


Manusia, baik pria atau wanita memiliki ‘charm’ atau daya tarik tersendiri. Dikutip dari laman Dosen Psikologi, psikologi dalam cinta menyatakan meskipun pasangan memiliki kekurangan namun pasti ada 1 saja kelebihan yang membuat pasangannya merasa jatuh cinta. 

Pria yang memiliki daya tarik, membuat wanita menanggap pria tersebut benar-benar suami idaman yang diinginkannya, dimana ia berbeda dengan pria yang lain.  Misalnya, pria yang memiliki suara lebih dalam lebih dianggap menarik atau berkesan bagi wanita daripada pria yang memiliki suara yang tinggi.

Pada dasarnya, wanita butuh sosok suami dengan kelebihan yang bisa dibanggakan. Karakteristik ini mendapatkan polling sebesar 40 persen.

#6 Berpenampilan menarik


Tidak bisa dipungkiri, penampilan fisik menjadi hal penting yang dipertimbangkan wanita dalam memilih pasangan hidup. Hal ini berkaitan dengan yang dinamakan ‘Halo Effect’ dimana manusia cenderung melihat seseorang yang berpenampilan menarik sebagai sosok yang baik-baik.


Dengan kata lain, penampilan pria yang menarik, sedikit banyak menimbulkan persepsi dari orang lain dalam menentukan sifat yang lebih spesifik, seperti luwes dalam bergaul, baik hati, disenangi banyak orang. Karena itulah pria berpenampilan menarik mendapatkan polling sebesar 34 persen.

Bagaimana, sebagai wanita, apakah kriteria suami idaman diatas juga merupakan yang kamu tetapkan dalam mencari sosok suami? Atau jika kamu laki-laki, apakah kriteria suami idaman tersebut sudah melekat dalam dalam dirimu?

Nyatanya, jika merujuk pada survey tersebut, kemapanan dan ketampanan bukanlah kriteria utama suami idaman bagi para wanita. Namun, setiap wanita memiliki criteria suami idaman menurut versinya masing-masing.


Referensi:
Sunday Express. 2016. Is This YOUR Idea of The Perfect Man? Ideal Partner Revealed in New Survey. Express
Hughes, Langston. Brainy Quote.
Fahri. 2013. etheses
Pratiwi, Rahayu. 5 Kelebihan Bila Anak Laki-laki Dekat Dengan Ibunya. theasianparent
Anindyajati, Maharsi. Mereduksi "Halo Effect" dan "Devil Effect". ppm-manajemen
Dosen Psikologi, 13 Fakta Psikologi Tentang Jatuh Cinta. 2017. Dosenpsikologi

Penulis FH Widya
Penulis konten: Widya
"Introvert. Belajar memahami dengan menjadi pendengar. Belajar mengerti dengan menjadi pembaca. Belajar berbagi dengan menjadi penulis."

Tuesday, July 31, 2018

Pernah Merasakan Dejavu? Ini Penyebab dan Penjelasannya

Pernahkah kamu mengalami dejavu? Keadaan dimana kamu merasa familiar dengan keadaan disekitarmu, seolah-olah kamu pernah mengalami kejadian yang sama persis seperti di masa lalu. Menurut Brown, sekitar dua pertiga penduduk memiliki setidaknya satu pengalaman dejavu dalam hidup mereka. Mungkin, kamu salah dari mereka yang pernah mengalaminya, bahkan tidak hanya sekali.

“Déjà vu involves a strong feeling that an experience is familiar, despite sensing or knowing that it never happened before. Most people have experienced déjà vu at some point in their life, but it occurs infrequently, perhaps once or twice a year at most.”
- Krishna KumariChalla, Founder, Science Communication Network at Sci-Art Lab

(Dejavu melibatkan perasaan yang kuat sebuah pengalaman familiar, meskipun merasakan atau mengetahui bahwa pengalaman itu tidak pernah terjadi sebelumnya. Kebanyakan orang pernah mengalami dejavu dalam kehidupan mereka, tetapi jarang, mungkin sekali, atau paling banyak dua kali dalam setahun)

Kata dejavu berasal dari bahasa Prancis yang berarti ‘already seen’ (telah melihat atau telah menyaksikan). Pencetus kata ‘déjà vu’ pertama kali pada tahun 1876 adalah Emile Boirac, seorang psikolog berkebangsaan Prancis.

Ia menuliskan istilah tersebut dalam bukunya yang berjudul ‘L'Avenir des Sciences Psichyques’. Dejavu merupakan sebuah fenomena di mana seseorang mengalami fantasi seolah-olah ia sudah pernah melihat pada masa lampau suatu peristiwa yang sedang dialaminya pada hari ini.

Seorang psikoterapis dari Indonesia, Indra Majid, memaparkan bahwa dejavu merupakan gejala gangguan mental pada memori atau daya ingat. Menurutnya, dejavu masuk kedalam kategori paramnesia, yakni suatu ingatan palsu. Ketika merasakan dejavu, individu mengalami ingatan palsu terhadap pengalaman baru, merasa sangat mengenali sistuasi baru yang sesungguhnya belum pernah dikenalnya.

Berikut penyebab orang mendapatkan fenomena dejavu

Kali ini, fenomenaharimu akan membantu kamu memahami mengapa seseorang bisa mengalami dejavu.

#1. Gangguan Akses Memori

Hal ini dicetuskan oleh seorang psikolog terkemuka, Sigmund Freud. Ia menyimpulkan bahwa fenomena dejavu terjadi akibat adanya gangguan akses memori pada otak manusia, yakni terjadinya lompatan memori alam pikiran bawah sadar ke wilayah alam pikiran sadar manusia.

Manusia memiliki alam pikiran bawah sadar yang komposisinya lebih dominan dibandingkan dengan alam pikiran sadar. Setiap sesuatu yang dirasakan manusia baik oleh indera penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa dan pengecap, terekam ke dalam memori jangka panjang manusia yang terletak di wilayah alam bawah sadar. Informasi tersebut tidak secara sadar diingat oleh manusia.


Gangguan mengakses memori pada pikiran manusia tersebut menyebabkan terjadinya lompatan-lompatan memori dari alam bawah sadar ke alam pikiran sadar manusia. Pada saat itulah manusia merasa kalau peristiwa atau keadaan yang sedang dialami, sudah pernah ia alami sebelumnya.

#2. Perhatian terpecah

Ketika perhatian seseorang terfokus pada informasi yang dianggapnya lebih penting, ia cenderung mengabaikan informasi lain yang didapat oleh panca indera sehingga perhatiannya terpecah. Ketika ia sudah tidak begitu fokus pada informasi yang tadinya dianggap lebih penting, maka semua informasi yang sebelumnya terabaikan oleh pikiran sadar, mulai direkam dan disimpan pada pikiran bawah sadar.

Semua informasi mengenai sesekeliling yang tersimpan akan ‘terpanggil keluar’ sehingga sesorang merasa lebih familiar. Dalam teori yang dipaparkan oleh Aalan Brown ini, disimpulkan bahwa dejavu tidak berhubungan dengan kejadian dimasa lalu dalam rentang waktu yang lama, tetapi informasi tersebut adalah informasi baru yang tepanggil keluar, yaitu ketika pikiran seseorang sedang rileks.

#3. Proses Ganda

Robert Efron menganalisa bahwa fenomena dejavu tidak hanya sebatas pada pikiran bawah sadar, tetapi lebih mendalam pada analisis fungsi otak manusia. Informasi yang masuk ke otak melewati lebih dari satu jalur (jalur ganda). Lobus temporal (salah satu dari empat lobus dalam otak) yang terletak pada otak sebelah kiri bertanggung jawab menyaring informasi yang masuk.

Informasi yang masuk pertama langsung diproses oleh lobus temporal, sedangkan informasi kedua yang masuk akan tertunda karena berputar melewati otak sebelah kanan lebih dulu. Jika tertundanya lebih lama dari waktu normalnya, otak akan mencatat informasi yang salah dengan menganggapnya sebagai informasi peristiwa dimasa lalu yang telah pernah terjadi sebelumnya.

Sesaat sebelum mengalami dejavu

Kamu dan temanmu berdiskusi di sebuah restoran tentang masalah yang rumit. Pikiran kalian fokus pada permasalahan diskusi, tanpa disadari, sejak mulai masuk restoran, kalian mulai merekam keadaan restoran. Namun karena manusia memiliki alam pikiran bawah sadar yang komposisinya lebih dominan dibandingkan dengan alam pikiran sadar, keadaan restoran hanya terekam dalam pikiran bawah sadar kalian. Ditambah dengan adanya penundaan pada proses ganda penerimaan informasi.

Dejavu
Image: Deja Vu [Pixabay]

Saat berhenti diskusi dan mulai merasa rileks sambil menyantap makanan, tiba-tiba kalian merasakan sensasi seolah-olah keadaan di restoran sekarang ini sudah pernah dialami sebelumnya. Pada saat itu, terjadi lompatan-lompatan dari memori bawah sadar ke wilayah pikiran sadar (teori gangguan akses memori). Kalian merasakan dejavu dari peristiwa yang kalian kira memang pernah terjadi dimasa lalu yang padahal, itu adalah kilasan informasi yang direkam panca indera kalian beberapa menit lalu.

Pikiran sadar kalian hanya tidak menyadarinya karena terfokus pada diskusi tadi yang dianggap lebih penting. Informasi tentang keadaan di restoran ‘terpanggil keluar’ karena kamu dan temanmu telah merasa rileks, seperti teori yang dipaparkan dalam perhatian terpecah.

Dikutip dari DiVa Portal, fenomena dejavu ini tampaknya sedikit lebih sering terjadi pada sore dan malam hari. Dejavu merupakan kebalikan dari Jamais Vu, dimana individu merasa asing terhadap sisuasi yang justru pernah dikenalnya.

Referensi:
Fikri, Mumtazul. 2014. Psikologi Belajar Berbasis Pedagogis. Banda Aceh: Nourhas Publishing
KumariChalla, Krishna. Is deja vu phenomenon is real or an imagination it has nothing concerned with reality?. Quora
Majid, Indra. Gejala Gangguan Psikologis: Memahami Ciri Gangguan Mental Pada Manusia. psikoterapis
Redgård, Rickard. Scientific Theories on the Déjà Vu Phenomenon. School of Humanities and Informatics. University of Skövde, Sweden. [diva-portal]

Penulis FH Widya
Penulis konten: Widya
"Introvert. Belajar memahami dengan menjadi pendengar. Belajar mengerti dengan menjadi pembaca. Belajar berbagi dengan menjadi penulis."

Monday, July 30, 2018

Ingin sukses? Mulai aja dulu, mulailah dari diri sendiri

Banyak yang bermimpi menjadi sukses dan dapat mengubah dunia, tetapi bingung bagaimana harus memulai, bukan? Jack Ma menyarankan untuk memulainya dari diri sendiri. Menanamkan kebaikan pada diri sendiri dan membiasakannya.

“If want to change the world, we change ourself. Change ourselves is more important and easier.”
- Jack Ma -
(Bila ingin mengubah dunia, ubahlah diri sendiri. Mengubah diri sendiri itu lebih penting dan lebih mudah)

Langkah pertama yang harus diambil adalah mengenali diri sendiri. Setiap orang memiliki peran dan potensinya masing-masing. Dirimu adalah aset terbaik yang dimiliki oleh dunia. Warren Buffet mengatakan bahwa kebanyakan orang hanya memanfaat sedikit potensinya untuk hidup.

“You are your own biggest asset by far. I mean you have got all kinds potential.”
- Warren Buffet -
 (Kamu adalah aset terbaik. Maksudku, kamu sudah memiliki banyak potensi)

Recommended post: Setiap Orang adalah Ahli

Warren Buffet berpesan bahwa investasi terbaik adalah menginvestasikan potensi terbaik yang ada pada diri sendiri. Pupuk potensi dengan senantiasa belajar dan jangan menyerah. Setiap pilihan yang kamu ambil, jalani dengan baik. Lakukan secepat dan seakurat mungkin. Apa yang kamu lakukan hari ini, menentukan apa yang terjadi di 5 hingga 10 tahun ke depan, atau mungkin keseluruhan hidupmu.


Pilihan yang harus segera diambil itu adalah passion dan wujudkan dalam bentuk impian. Warren Buffet mengatakan bahwa passion adalah sesuatu yang membuatmu bersemangat setiap kamu bangun tidur. Passion bukan soal uang dan jabatan dalam suatu organisasi, melainkan sesuatu yang membuatmu semangat dan bahagia karena sudah melakukannya dengan baik. Hal itu memicu untuk terus melakukannya dengan lebih baik lagi.

Passion atau gairah hidup tak bisa ditentukan oleh orang lain. Siapapun dapat memilih passionnya dan harus mempertanggungjawabkannya. Orang lain boleh berkomentar buruk mengenai passion yang kamu ambil, tetapi komentar buruk itu tak lantas membuatmu tidak memperjuangkan passion tersebut.

Sukses tepat sasaran
Image: Arrows [pixabay]

Hidupmu bukanlah milik orang lain, ambil keputusan, pilih potensi terbaik, dan kembangkanlah menjadi passion. Kehadiran passion ini akan membantumu untuk melangkah ke tangga kesuksesan yang lebih tinggi. Orang lain layaknya semesta yang akan membantumu dengan caranya masing-masing. Ada yang membantu dengan ikut aktif dan memberi semangat. Ada juga yang menjatuhkan untuk membangunkanmu agar dapat berlari lebih cepat menuju kesuksesan.

Selanjutnya, tanamkan rasa cinta dalam mewujudkan passionmu. 'Love what you do' atau cintai yang kamu kerjakan. Hal ini akan membuatmu senang menjalani proses yang ada. Seberat apapun itu. Pikiranmu akan menggerakkanmu untuk terus bergerak meski tubuh sudah lelah. Tanpa sadar kamu akan terus tersenyum saat menjalani semua proses itu.


Selanjutnya, buatlah visi untuk mewujudkan impian. Visi laiknya jalan yang harus kau tempuh menuju tujuan akhir bernama impian. Visi dibuat dengan konkret dan dilaksanakan dengan kedisiplinan yang tinggi.

Seiring waktu berjalan, perjuangan menuju impian akan dihadang oleh kegagalan. Setiap kegagalan yang datang setelah berusaha keras dijadikan sebuah pelajaran. Hal itu berarti cara tersebut bukan jalan menuju kesuksesan. Jangan menyerah.

Laiknya bayi yang berjalan selangkah demi selangkah. Meraih impian dan kesuksesan juga sama seperti itu. Jangan takut dan terus melangkah maju karena kesuksesan bukan kecelakaan yang tiba-tiba terjadi. Impian dan kesuksesan diraih dengan kedisiplinan menjalankan visi yang sudah dirancang. Tak peduli pada berapa kali pun kegagalan menghadang. Keberuntungan akan hadir setelah berusaha keras dan kesuksesan yang diraih harus tetap dipertahankan.

“There is never lack of opportunity. If you don’t think there is an opportunity. There haven’t found it. Its not the opportunity, its you” 
- Mark Cuban -
(Tidak pernah ada kekurangan kesempatan. Jika kamu merasa tidak ada peluang. Kamu tidak akan menemukannya. Ini bukan soal kesempatan, ini tentang kamu)

Arnold Schwarzenegger memiliki cita-cita menjadi binaragawan yang mendunia. Ia rajin berolahraga untuk membetuk otot tubuhnya. Setiap kali merasa lelah, ia mencoba tetap tersenyum. Seharian berolahraga dengan wajah ceria membuatnya semangat dan merasa satu langkah lebih dekat menuju impiannya.

Arnold Schwarzenegger menghias dinding kamarnya dengan poster tokoh-tokoh sukses yang dikaguminya. Setiap kali ingin tidur, ia menatap poster itu dan membulatkan tekadnya untuk berusaha lebih keras di esok hari. Setiap kali bangun tidur, ia kembali menatap poster itu dan bertekad untuk berusaha lebih keras di hari itu. Ia terus memotivasi dirinya dari waktu ke waktu.

Akhirnya, Arnold Schwarzenegger terpilih menjadi Mr. Universe dan Mr. Olimpia. Tak hanya itu, ia juga berhasil memulai karirnya menjadi bintang film. Tak butuh lama, ia menjadi bintang hollywood yang terkenal hingga saat ini.

Kisah kesuksesan Arnold Schwarzenegger ini bisa menjadi teladan. Begitu pun kisah tokoh-tokoh sukses lainnya. Mereka berjuang keras dalam diamnya dan saat sukses mereka akan membagikan kisah perjuangannya sebagai bentuk syukur atas apa yang telah mereka raih.

Apapun passion yang sedang diperjuangkan, semoga tulisan sederhana ini bisa memberi sedikit suntikan semangat. Jangan menyerah dan pastikan api semangatmu terus membara. Keep fighting!



Referensi :
________. 2014. Arnold Schwarzenegger. Biography.
Advice, Video. 2017. THE MOST SUCCESSFUL PEOPLE IN THE WORLD GIVE ADVICE AGAIN - NEW Motivational Video 2017. Youtube


Penulis FH Ulfah
Penulis konten: Ulfah
"Everyday is barokah day"

Thursday, March 15, 2018

Bagaimana Ekspresi Jijik Bisa Menyelematkanmu dari Dampak yang Buruk?

Setiap manusia memiliki perasaan dan ekspresi yang sangat banyak dan juga sangatlah beragam. Senang, susah, sedih, kecewa, malas, takut dan juga jijik. Ekspresi jijik pada sesuatu sangtlah wajar dimiliki manusia.

Orang yang tidak memiliki rasa jijik terhadap sesuatu bisa jadi orang tersebut malah menjadi orang yang jorok dan juga menjijikkan di mata orang lain.

“Orang yang merasa jijik terhadap sesuatu tanpa menyadarinya. Itu mempengaruhi hidup kita dalam begitu banyak cara yang halus, dan sangat penting bahwa kita memahami betapa luar biasanya pengaruh itu,“
Valerie Curtis

Tingkat kejijikan dari setiap orang yang berbeda-beda tergantung dari kebiasaan yang dilakukan. Sedari itu sudah sewajarnya jika kita mengetahui mengapa orang memiliki perasaan jijik sedini mungkin, agar kita bisa memaklumi terhadap orang lain.

6 hal yang sering membuat orang merasa jijik


Berdasarkan penelitian Dr. Valerie Curtis dari London School of Hygiene and Tropical Medicine tahun 1990-an, 6 hal yang biasanya membuat orang merasa jijik meliputi:
  1. Hal-hal yang dikeluarkan oleh tubuh, seperti feses, muntah, keringat, ludah, darah, nanah, air mani, lendir, ingus, dan lainnya.
  2. Bagian tubuh, seperti luka, mayat.
  3. Makanan busuk, terutama daging dan ikan busuk.
  4. Sampah
  5. Beberapa makhluk hidup, seperti lalat, belatung, kutu, cacing, tikus
  6. Orang yang sakit, terkontaminasi
Rasa jijik sebenarnya adalah perilaku yang berasal dari reaktif tubuh kita yang bersifat untuk mencegah  sesuatu keburukan yang akan terjadi di dalam tubuh kita.

Orang yang merasa jijik biasanya akan menunjukkan ekspresi mengkerutkan wajah pada bagian tengah, panca indra mereka mengisyaratkan adanya "racun", sehingga reaksi yang timbul adalah memuntahkan aroma atau sesuatu dari mulut.

Ekspresi Jijik
Image: Ekspresi jijik (10) [pixabay]

Perasaan jijik tersebut juga sebenarnya sangat baik bagi kesehatan tubuh kita, karena akan mencegah timbulnya penyakit yang lebih parah yang bisa saja disebabkan oleh kuman.

Bagaimana merasa jijik dapat menjaga kesehatan tubuh?


Penyebab mengapa orang memiliki perasaan jijik tentunya sudah tidak perlu di pertanyakan lagi namun ternyata dibalik perasaan jijik terkandung beberapa manfaat bagi kesehatan tubuh kita di antaranya :

1. Merasa jijik akan memperingatkan bahwa kita menelan sesuatu yang tidak sesuai dengan tubuh kita

Ketika kita makan dan kemudian menelan sesuatu yang ternyata di dalamnya tidak sesuai dengan tubuh kita, maka dalam tubuh kita akan muncul reaksi mual. Hal ini akan terjadi dengan sendirinya akibat tidak baik bagi tubuh kita.

Contohnya ketika kita memakan sesuatu yang notabene ternyata kita tidak suka dengan jenis makanan tersebut karena memang menjijikkan. Meski dengan mata yang ditutup, maka ketika kita memakannya maka tubuh tidak mau menerima dan merasakan mual secara langsung.

2. Jijik akan mengingatkan kita pada sesuatu yang bisa jadi berbahaya

Rasa jijik juga terkadang dikarenakan adanya sesuatu yang berbahaya dan akan membawa sebuah penyakit tertentu. Hal ini di contohkan ketika kita jijik terhadap darah maupun hal-hal yang lainya. Padahal yang demikian tersebut bisa saja mengakibatkan tumbuhnya sebuah penyakit akibat adanya sebuah virus tertentu yang menular.

3. Rasa jijik mengajarkan untuk bijaksana terhadap tubuh kita sendiri

Ketika kita mengalami perasaan yang jijik terkadang hal itu adalah sebuah tanda bahwasanya sedang terjadi sesuatu yang tidak beres dalam lingkungan kita. Hal ini terkadang di tandai dengan adanya reaksi fisik yang nantinya akan mengingatkan kita terhadap sesuatu yang tidak baik akan terjadi.

Biasanya sebagai sebuah antisipasi dari hasil refleksi kita akan menyadari mengapa kita merasakan jijik tersebut. Dan pada akhirnya kita akan lebih bijaksana dalam menyikapi hal yang terjadi dalam tubuh kita.

4. Rasa jijik dapat menjadi motivator kuat untuk perubahan positif dalam diri kita

Suatu ketika, ketika kita menemukan sesuatu yang kita anggap jijik dan akan membuat kita merasa mual, maka reaksi yang biasanya terjadi dalam tubuh kita adalah merasakan muntah. Dan setelah itu dengan terpaksa maupun tidak kita akan menyingkirkan hal yang menjijikkan tersebut. Dengan begitu dengan adanya rasa jijik maka kita akan melakukan sebuah perubahan yang dirasa cukup kelihatan hasilnya.

Jika dalam kebiasaan kita terlalu jorok dan sembarangan, dengan adanya rasa jijik maka kita akan berfikir bagaimana cara untuk menjadikan lingkungan di sekitar kita menjadi lebih bersih sehingga aman untuk digunakan.

“Jijik adalah sebuah organ – seperti mata dan telinga. Itu punya kegunaan, itu eksis untuk sebuah alasan," kemudian dia (Valerie Curtis) menambahkan ”Seperti kaki yang membuat anda bergerak dari A ke B, rasa jijik mengatakan kepada anda hal-hal apa yang aman untuk disentuh dan mana yang seharusnya tidak boleh disentuh.”

Demikian beberapa hal yang berkaitan dengan mengapa orang memiliki perasaan jijik semoga bisa menambah wawasan bagi kita semua.

Referensi:

Referensi:
Veratamala, Arinda. 2017. Ini yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Merasa Jijik. Hellosehat[dot]com
____. 2013. Saintis: Rasa Jijik Mengontrol Manusia. dw[dot]com

Penulis FH WardiPenulis konten: Wardi
"Teruslah bergerak, berisitirahatlah setelah lelah. Jangan mendahulukan istirahat sebelum lelah"
loading...