Sunday, February 11, 2018

Kondisi Seperti Apa dan Mengapa Orang Memiliki Emosi Amarah?

Sudah lazim bagi setiap orang ketika memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Baik itu pendiam, penyabar, kalem, ramah, supel, ataupun gampang marah. Karakter tersebut akan sangat berpengaruh terhadap beberapa kondisi kesehatan masing-masing personal.

Namun belakangan ini banyak pertanyaan yang muncul mengenai mengapa orang memiliki perasaan amarah. Padahal sejatinya perasaan amarah tersebut sudah dalam diri  setiap manusia. Tinggal bagaimana kita mengatur perasaan tersebut.

Anybody can become angry — that is easy, but to be angry with the right person and to the right degree and at the right time and for the right purpose, and in the right way — that is not within everybody’s power and is not easy.” — Aristotle

Emosi amarah
Image: Anger Boy [pixabay]
(Setiap orang dapat marah — itu mudah, namun marah kepada orang yang tepat dan kadar yang tepat, pada waktu yang tepat, tujuan yang yang tepat, dan dengan cara yang tepat — itu bukan kesanggupan semua orang dan itu tidak mudah.)

Mengapa orang memiliki emosi amarah? 

Emosi amarah muncul ketika stimulus "rintangan" telah diterima oleh orang tersebut. Kemudian stimulus tersebut diindikasikan sebagai "musuh", respon yang muncul berupa "menyerang" dan dengan maksud tujuan akhirnya adalah menghancurkan atau menyelesaikan "rintangan" tersebut.

Setiap emosi yang dimiliki oleh manusia juga salah satunya bertujuan untuk mempertahankan diri, berkembang biak atau mengembangkan diri. Emosi yang tidak hanya dimiliki oleh manusia juga hewan sehingga emosi ini berkaitan dengan otak reptilian pada manusia (food, sex, and danger).

Food untuk mengembangkan diri, sex untuk berkembang biak, dan danger untuk mempertahankan diri. Sekarang bayangkan jika salah satu dari yang disebutkan diatas tidak dimiliki oleh manusia.

Tanpa makan kita tidak akan berkembang atau mati lemas, tanpa berhubungan intim maka tidak ada generasi penerus atau punah, tanpa mengerti isyarat bahaya kita akan lebih mudah mati terbunuh.

Mengapa orang memiliki emosi marah
Image: Tabel Stimulus Amarah

Menurut para ahli pengalaman empirik yang menyebabkan amarah tersebut seperti:

1. Orang Yang Berkuasa

Ketika seseorang merasa berkuasa, maka akan ada kecenderungan untuk merasa jika dirinyalah yang paling benar dan akan selalu cenderung menyalahkan orang lain ketika terjadi kesalahan.  Hal ini juga akan terjadi sikap yang selalu meremehkan orang lain.

Jika ke 2 hal itu ada pada diri seseorang maka yang terjadi akan terbentuk sikap egois pada dirinya. Rasa amarahpun akan timbul jika terjadi sebuah singgungan terhadap orang di sekitarnya.

2. Perasaan Dendam

Perasaan dendam adalah perasaan sakit hati yang masih tersimpan dalam diri seseorang. Setiap kali seseorang teringat pada kejadian yang tidak di inginkan kala itu, maka akan muncul rasa dendam dan akan berakibat pada rasa marah pada seseorang tersebut.

3. Ketika Kita Direndahkan atau Tidak Dianggap

Sebagian orang tidak menyadari bahwasanya sejelek apapun seseorang, bukan berarti hal itu menjadi sarana untuk merendahkan orang, bahkan itu bukan sarana untuk menjelek-jelekkan orang.  Karena ketika itu terjadi, maka akan tumbuh rasa merah pada diri seseorang tersebut.

4. Sengaja Dibuat Marah

Kondisi ini biasanya terjadi ketika seseorang memang sengaja dihasut. Bagaimana agar seseorang ini terjadi marah. Meski sebenarnya buka tipe pemarah, namun ketika di hasut bisa jadi emosinya akan ikut terpancing. Kondisi ini bisa saja dibutuhkan seperti menggertak seseorang yang ia anggap berbahaya.

5. Momentum tertentu

Sesungguhnya ada momen tertentu yang menyebabkan seseorang marah. Hal itu sangatlah wajar. Di antara momen tersebut adalah dalam kondisi lapar, kecewa, sakit, tegang dan lain sebagainya.

Dampak bagi mereka yang sering marah


Selain penyebab marah pada diri seseorang tentunya ada beberapa dampak yang diakibatkan marah di antaranya:

1. Penyakit Stroke

Sudah diketahui jika penyakit struk  adalah penyakit yang terjadi dalam pembuluh darah otak di mana pasokan darah yang menuju otak sedang mengalami gangguan. Hal ini biasa ditandai dengan kematian pada jaringan otak akibat adanya penyempitan pada pembuluh darah tersebut.

Kurang lebih ada dua faktor yang menyebabkan penyakit ini terjadi yaitu faktor medis dan juga faktor resiko perilaku. Secara medis stroke diakibatkan karena adanya hipertensi serta kolesterol yang tinggi terhadap diri seseorang.

Sedangkan secara perilaku hal itu diakibatkan karena adanya pola perilaku yang tidak sehat. Mual dari pola makan yang tidak baik, sering mengkonsumsi alkohol dan juga kurangnya berolahraga.

Ketika memiliki suasana hati yang kurang nyaman, maka biasanya akan timbul sifat pemarah. Dan jika hal itu sering terjadi maka hal itu akan bisa menyebabkan seseorang terkena penyakit stroke.

2. Penyakit Serangan Jantung

Ketika seseorang mengalami Suasana hati yang buruk maka hal itu akan mengganggu sirkulasi otak.  Luapan emosi yang terjadi akibat marah akan dapat menyebabkan kurangnya sistem imun yang ada dalam tubuh kita  segingga akan mudah terkena resiko serangan jantung.

Ketika seseorang dalam kondisi marah, maka jantung juga akan ikut berdetak lebih kencang, darah dipompa menuju bagian yang diperlukan untuk meningkatkan fungsinya seperti wajah yang dapat membuat penglihatan dan pengindraan kita lebih tajam, atau tangan yang dikepal siap bertarung atau kaki yang siap mengejar. Dan apabila hal ini terjadi terus menerus maka tubuh kita juga akan ikut rusak.

3.  Penyakit Depresi

Seseorang yang sering mengalami marah , maka akan cenderung memiliki emosi negatif. Terlalu sering memiliki aura negatif juga tentunya akan merusak tubuh kita. Yang paling bahaya ketika seseorang mengalami marah adalah datangnya sifat depresi.

Depresi tidak hanya menyerang tubuh kita belaka, namun juga akan mempengaruhi pola perilaku kita.  Mulanya akan seperti biasa saja, namun jika sudah sering terjadi maka perilaku kitapun akan mulai sedikit berbeda dengan biasanya. Bahkan seseorang bisa juga akan memiliki kriteria yang tidak enak untuk dilihat orang seperti kurang bergairah, hilang energi, sedih dan juga cemas.


Referensi:
Mills, Michael. 2012. A 'Periodic Table' of Human Psychological Adaptations. PsychologyToday. Diakses: 18 April 2015

loading...