Sunday, September 9, 2018

Shiny Object Syndrom: Salah Satu Penyebab Usaha Maksimal Namun Tidak Kunjung Sukses

Pernahkah kamu mengalami ‘Shiny Object Syndrome' (SOS)?

"apa'an tuh?"

Tanda bahwa kamu terkena Shiny Object Syndrome adalah jika kamu memiliki daftar ide tetapi tidak ada yang kamu eksekusi, ketika kamu cenderung mengejar sesuatu yang baru daripada tetap fokus pada apa yang sedang kamu kerjakan, terus-menerus merencakan tujuan baru tetapi tidak pernah bisa berkomitmen menyelesaikannya sampai akhir. Kamu sering melompat dari satu tujuan ke tujuan berikutnya daripada bertahan dengan apa yang kamu kerjakan sampai selesai.

Misalnya, kamu sebagai seseorang yang bercita-cita menulis sebuah buku, kamu mempunyai ide untuk menulis novel fiksi bergenre horor. Kamu membuat konsep lalu mulai menulis, namun ditengah perjalananmu merangkai cerita, kamu merasa kesulitan. Lalu kamu merasa perlu mengganti genre cerita. Tidak lama, kamu membuat konsep baru, mulai membuat cerita bergenre romance dengan alasan bahwa novel bergenre romance sangat laris di pasaran. Lagi-lagi, ditengah perjalanan menulis cerita tersebut, kamu berfikir bahwa ada yang salah dengan keputusanmu, merasa tidak bisa menyelesaikan novel. Kamu lalu berubah pikiran, mempunyai ide untuk membuat cerita bergenre lain lagi, fantasy, misalnya. Sampai pada akhirnya, tidak ada satu novelpun yang berhasil kamu tulis.

Atau, kamu yang bercita-cita menjadi pengusaha, Shiny Object Syndrom membuatmu tidak pernah fokus mengembangkan satu bidang usaha yang telah kamu mulai jalankan. Berkali-kali berganti mulai dari bidang fashion, kuliner, kosmetik, sampai biro perjalanan. Terlalu banyak ide produk dan jasa ‘menyilaukan’ yang ingin kamu geluti. Hasilnya, tidak ada satupun usahamu yang bertahan hingga bertahun-tahun. Ide-ide bisnis baru yang lebih menyilaukan, lebih booming di dunia maya, dengan mudah mengalihkan perhatianmu. Terlalu banyak opsi yang ‘berkeliaran’ dipikiranmu.

Ciri-ciri kalo kamu terkena shiny object syndrom


Dirangkum dari personalexcellence.co, pada intinya, masalah dengan Shiny Object Syndrome adalah adanya gangguan. Selalu tertarik pada ide, cara dan tujuan baru. Meninggalkan tugas-tugas penting dalam proses meraih tujuan yang lebih dulu ditetapkan. Ketika kamu terus-menerus terganggu, beberapa masalah yang terjadi adalah,

Pertama, kamu tidak pernah menyelesaikan sesuatu. Itu karena kamu selalu mencari sesuatu yang baru, daripada menyelesaikan rencanamu saat ini.

Kedua, kamu menghabiskan terlalu banyak waktu pada ide, cara dan tujuan baru, yang 95% adalah informasi yang membuat tidak fokus, daripada mengeksekusi langkah-langkah yang telah disusun pada tujuan yang lebih dulu ditetapkan.

Ketiga, kamu menjadi ‘master of none’. Itu karena kamu tidak menggunakan waktumu untuk menjadi seorang ahli dalam suatu hal. Kamu menghabiskan terlalu banyak waktu untuk hanya menjadi seorang ‘pemula’, selalu saja mempelajari dasar-dasar dari hal-hal yang dianggap lebih menakjuban, mengagumkan dan menjanjikan. Tidak pernah beranjak dari seorang pemula menjadi menengah, apalagi seorang expert.

gagal
Image: fail [pixabay]

Ingin mengatasi shiny object sindrom? simak 4 tips berikut ini


1. Yang Baru Tidak Selalu Lebih Baik
Pahamilah bahwa sesuatu yang baru, tidak selalu berarti lebih baik. Namun, untuk mengatasi Shiny Object Syndrom, bukan tentang mengabaikan setiap hal baru. Di dunia saat ini, penting untuk tetap mengetahui tren dan pembaruan. Namun, ketika semua yang kamu lakukan adalah hanya mengikuti tren, kamu hanya membuang-buang waktu, yang seharusnya kamu gunakan untuk menyelesaikan sesuatu yang sudah kamu mulai lebih dulu. Howard Washington Thurman, penulis, filsuf, teolog, dan pendidik menyatakan dalam kutipannya,

Don’t ask what the world needs. Ask what makes you come alive, and go do it. Because what the world needs is people who have come alive.”

“Jangan bertanya apa yang dunia butuhkan. Tanyakan apa yang membuat hidupmu menjadi lebih hidup, dan lakukanlah. Karena apa yang dibutuhkan dunia adalah orang-orang yang hidupnya menjadi lebih hidup (dengan tujuannya).”

2. Belajar dari Proses Orang Lain
Ada banyak ide yang menyilaukan di dunia online seperti munculnya deretan StartUp baru, produk baru, dan layanan baru. Tapi lihatlah perjalanan mereka yang lebih dulu melakukannya. Meskipun orang-orang mungkin menyombongkan betapa hebatnya produk atau layanan yang mereka ciptakan, tidak semuanya harus kamu ciptakan juga.

Meskipun sebuah startup dapat menjanjikan kepada dunia tentang apa yang dapat dilakukan oleh produk dan jasa mereka, dalam prosesnya bisa jadi memunculkan masalah-masalah baru, bisa jadi tidak bertahan lama. Pelajari proses yang dilalui orang lain, tidak semua cara yang mereka pakai itu harus kamu tiru.

3. Menilai Kecocokan Hal Baru dengan Tujuanmu
Sebelum beralih ke ide atau cara baru, nilailah kecocokannya dengan tujuan dalam pekerjaan, usaha dan kehidupanmu. Jangan ikuti apa yang dilakukan orang lain hanya karena itu hal ter-booming sekarang, karena belum tentu bisa bertahan lama. Bertanyalah pada diri sendiri,

-    Apakah hal baru tersebut yang benar-benar saya butuhkan dan masuk dalam prioritas hidup saya?
-    Apakah itu akan menambah nilai pada pekerjaan, usaha dan hidup saya?
-    Apakah dampak positif dan negatifnya jika saya menetapkan dan menjalani hal baru tersebut?

4. Meminimalisir Sumber Gangguan
Cara terbaik untuk mengelola gangguan dari hal-hal yang menyilaukan, bukan sekedar menerapkan disiplin, tetapi dengan mengelola sumber-sumber gangguan. Ketika kamu terus dibanjiri email berlangganan tentang penawaran bisnis baru, apalagi tidak relevan dengan tujuan dan prioritasmu. Hal itu mengganggu kefokusan dan mengacaukan pikiran. Terlalu banyak sumber informasi yang masuk, terlalu banyak yang dipikirkan, terlalu banyak ‘beban’.

Di media sosial, salah satu yang bisa kamu lakukan adalah menyaring akun-akun yang kamu ikuti. Hanya ikuti akun-akun yang memberikanmu banyak informasi relevan dengan bidang yang kamu tekuni, minimalisir kenggotaanmu di grup facebook, whatsapp, atau line.

Namun, perlu kamu garis bawahi, hal-hal baru yang menyilaukan tidak selalu buruk dan mengganggu fokusmu. Kita harus tetap terbuka pada perubahan dan pembaruan. Tapi, jangan lupa untuk menelaah lebih jauh, apakah hal baru tersebut adalah sebuah peluang yang perlu kita ambil, atau hanya hal menyilaukan yang menipu?

Investasikan sebagian besar waktu kita untuk mencapai tujuan, menyaring hal-hal baru yang relevan dengan tujuan kita. Buatlah rencana dan tujuan, fokus, lalu berkomitmenlah untuk mencapainya, menyelesaikan dengan baik apa yang telah kita mulai.


Referensi:
Chua, Celestine. The Shiny Object Syndrome: How to Stay Focused and Stop Getting Distracted. personalexcellence
Why Shiny Object Syndrome Is Sometimes a Good Thing. problogger


Penulis FH Widya
Penulis konten: Widya
"Introvert. Belajar memahami dengan menjadi pendengar. Belajar mengerti dengan menjadi pembaca. Belajar berbagi dengan menjadi penulis."

loading...