Friday, September 21, 2018

Yang Sebaiknya Kamu Lakukan Ketika Orang Tuamu Tidak Mendukung Imipanmu

Setiap dari kita pasti mempunyai impian bukan? Dalam mewujudkannya, selain membutuhkan motivasi diri dan keyakinan yang kuat, dukungan dari orang-orang terdekat sangatlah penting. Tapi, bagaimana jadinya kalau orang tuamu, sebagai orang terdekat justru menentangnya?

Mereka tidak menyetujui, tidak mendukung bahkan cenderung mengintervensi tanpa ada kompromi. Mereka punya rencana lebih bagus tentang masa depanmu yang harus kamu ikuti. Emosi kita cenderung lebih rumit ketika melibatkan keluarga. Kamu mungkin memiliki pandangan sebelumnya bahwa keluarga harus selalu melindungi, mendukung, dan mendorongmu. Ketika keluarga tidak se-ideal yang kamu harapkan, kamu merasa terluka.

Stop domino
Image: Stop [Pixabay}

Misalnya, kamu punya impian menjadi seniman, langkah yang mau kamu ambil adalah kuliah di fakultas seni, tapi orang tuamu tidak setuju, mereka justru ingin kamu kuliah di fakultas lain. Orang tua mu menentang rencanamu tersebut.

Atau misalnya kamu yang punya cita-cita menjadi pengusaha, setelah lulus kuliah kamu memutuskan untuk tidak bekerja dan memilih untuk merintis usaha. Namun orang tuamu justru ingin kamu menjadi PNS atau pegawai BUMN. Orang tuamu tidak mendukung jalur yang kamu mau, sama sekali. Nah, apa sih yang sebaiknya kamu lakukan jika hal semacam itu kamu alami?

Berikut fenomena harimu merangkum beberapa hal yang sebaiknya kamu lakukan ketika orangtuamu tidak mendukung impianmu, bersumber dari personalexcellence.co,

Pahami Kekhawatiran Orang Tua


Tanyakan pada dirimu sendiri, “Mengapa orang tua menolak rencana dan impianmu?” Pola pikir yang sangat umum dikalangan orang tua di Asia adalah mereka merasa khawatir bahwa sebuah jalan hidup yang dipilih tidak potensial di masa depan, khawatir sebuah karir tidak akan menghasilkan pendapatan yang baik dan stabil. Mengapa itu penting? Karena stabilitas keuangan memang penting.

Banyak hal dalam hidup (pilihan tempat tinggal, kehidupan sehari-hari, dan pilihan hidup) bergantung pada uang. Mungkin tidak sepenuhnya benar. Kemungkinan besar, mereka melihat, mendengar dari orang tua lain atau dari berita.kalau masalah-masalah yang timbul dalam kehidupan itu karena faktor ketidakstabilan keuangan.

Bicaralah Pada Orang Tua


Bicaralah pada mereka, jika belum ada hasil, coba lagi. Memahami kekhawatiran orang tuamu adalah langkah pertama yang penting untuk ‘menjembatani’ perbedaan pandangan tersebut. Terapkan tips ini,

Jangan terkesan menuduh seperti berkata, “Kalian selalu tidak setuju dengan semua yang saya lakukan!” atau “Pikiran kalian begitu tertutup!” Namun, Bertanyalah, ”Bisakah kalian menjelaskan kenapa tidak setuju?” Dengarkan penjelasan mereka dengan baik.

Hilangkan kekhawatiran mereka. Jelaskan secara detail rencana-rencanamu agar mereka tahu bahwa kamu memilihnya bukan karena iseng namun kamu sudah memikirkannya dengan matang. Jelaskan bagaimana cara menjaga keuangan agar tetap stabil, apa rencana cadangan jika rencanamu tidak berhasil.

Berikan mereka pandangan baru bahwa kamu tumbuh di zaman yang berbeda dari mereka. Misalnya tentang mereka yang tumbuh di dunia dimana tidak ada komputer dan internet, tidak mempelajari bahasa internasional, dimana keduanya membuat setiap generasi mempunyai perilaku dan pola pikir yang berbeda. Jelaskan bahwa sebuah karir bukan sekedar keuangan yang stabil, tapi ada hal lain seperti kepuasan dan kebahagiaan pribadi.

Beri tahu kalau rencanamu tidak menakutkan, tunjukkan pada mereka contoh orang-orang yang mengejar jalur yang serupa dan berhasil (jika perlu kumpulkan kliping koran, print out dari situs berita).

Sedikit bicara, banyak aksi


Semua yang sudah kamu bicarakan kepada orangtuamu, tidak ada gunanya jika  tidak ada hasil. Jika kamu sudah mencoba berbicara namun mereka tidak mendengarkan, optimalkan usahamu untuk mencapai impian.

“At a stage in life, you learn to talk less. That is, let your works do the talking. Hence, work hard in silence. The evidence will be clear for all to see.”
–    Oscar Bimpong: Media Persona, Inspirational Speaker and an Entrepreneur.


(Pada suatu tahap dalam hidup, kamu belajar untuk mengurangi bicara. Artinya, biarkan aksimu yang bicara. Oleh karena itu, bekerja keraslah dalam keheningan. Pembuktian akan jelas bagi semua orang untuk dilihat.

Biarkan hasil yang menunjukkan pada mereka bahwa jalan yang kamu pilih itu tepat. Gunakan setiap luka yang kamu terima sebagai ‘amunisi’ untuk memacu diri sendiri, agar mencapai hasil yang lebih besar. Tunjukkan pada mereka bahwa kamu pantas mendapatkan kepercayaan dari mereka.

Perlihatkan Pencapaian-Pencapaian Kecilmu


Orang tuamu tidak akan tahu pencapaian dari rencana yang telah kamu mulai kecuali kamu memperlihatkannya. Setiap kamu berhasil mencapai sesuatu meskipun kecil, tunjukkan saja. Misalnya kamu yang merintis usaha, ketika kamu berhasil menjual produk, mendapatkan respon yang baik dari konsumen, mendapatkan tawaran kerjasama dari orang lain, atau kamu diwawancarai oleh sebuah media karena kerja kerasmu, beri tahu mereka. Ketika mereka mengetahui pencapaianmu, mereka tidak perlu mengkhawatirkan rencana dan impianmu lagi.

Libatkan Mereka


Tunjukkan pada mereka mengenai hal-hal yang kamu pelajari, libatkan mereka dalam prosesnya. Orang tua cenderung menolak apa yang mereka tidak tahu, ketika mereka mengetahui lebih banyak tentang jalan yang kamu lalui untuk mencapai impian, mereka akan paham bahwa impianmu tidak menakutkan. Bahkan mereka tidak akan lagi memaksakan kehendak, menjadi lebih memahami dan mendukung impianmu.

Tunjukkan Perkembangan Hidupmu


Tunjukkan pada orangtuamu kalau kamu dapat memenuhi kebutuhan meskipun mengikuti jalur yang berbeda dengan mereka. Hal terakhir yang bisa kamu lakukan untuk menunjukkan hal baik dari jalur yang kamu pilih adalah bahwa kamu masih hidup, hari demi hari, meskipun melakukan apa yang berbahaya dan menakutkan bagi mereka.

Akan lebih baik lagi jika hidupmu semakin berkembang, bahagia setiap hari, bertanggung jawab atas hidupmu, sehingga rencana-rencanamu akan menjadi semakin jelas untuk dicapai, membawamu pada perubahan yang positif. Hal tersebut menunjukkan kalau kamu adalah telah dewasa dan bijak, bisa melakukan segalanya dengan baik tanpa intervensi mereka.

Dari semua tips diatas, ingatlah bahwa orangtuamu menyayangimu. Jika mereka tidak sayang, mereka tidak akan peduli dengan risiko berbahaya dari rencana-rencana dalam impianmu. Jadi, jangan membenci mereka.

Semua usaha yang kamu lakukan untuk membuat pikiran mereka terbuka tentu butuh waktu. Namun ketika mereka melihat kesuksesan di jalur yang kamu jalani, kamu bahagia. puas melakukannya finansialmu mulai stabil, mereka akan sadar kalau kamu bukan lagi seorang anak kecil yang selalu butuh campur tangan mereka. Saat itulah mereka mulai lepas tangan dan memberi kamu ruang untuk tumbuh menjadi dirimu sendiri.



Referensi:
Carver, Melissa. What to Do When Your Family Doesn’t Support Your Goals. Chopra
Chua, Celestine. What to Do When Your Parent Doesn’t Support Yur Goals. PersonnalExcellence
goodreads


Penulis FH Widya
Penulis konten: Widya
"Introvert. Belajar memahami dengan menjadi pendengar. Belajar mengerti dengan menjadi pembaca. Belajar berbagi dengan menjadi penulis."

loading...