loading...

Friday, November 16, 2018

Harga Diri Rendah? Pahami Dahulu Mengapa Kita Perlu Harga Diri, Bukan Gengsi

Pernahkah kamu mendengar bahwa seringkali, seseorang merasa enggan melakukan sesuatu yang ‘katanya’ untuk mempertahankan harga dirinya? Misalnya, ada seorang senior yang tidak mau meminta maaf kepada juniornya. Atau seseorang yang rela melakukan sesuatu yang ‘katanya’ untuk mempertahankan harga dirinya. Seperti seorang laki-laki lanjut usia yang memilih menjadi pedagang kali lima daripada menjadi pengemis. Ya, tidak ada satupun manusia di dunia ini yang rela kalau harga dirinya dijatuhkan. Namun benarkah kedua kasus tersebut dilakukan karena harga diri? Atau jangan-jangan, hanya karena gengsi?

Ditinjau dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, gengsi dan harga diri memiliki makna yang berbeda,

gengsi/geng·si/ /g√©ngsi/ n 1 sanak keluarga (orang-orang yang masih ada hubungan keturunan); asal turunan: tidak ada -- nya yang tinggal di sini; ia terlalu membanggakan ketinggian -- nya; 2 kehormatan dan pengaruh; harga diri; martabat: tindakannya hanya untuk menjaga – nya

harga, kehormatan (diri): tahu akan -- dirinya; kesadaran akan berapa besar nilai yang diberikan kepada diri sendiri;


Hemat penulis, esensi gengsi berbeda dengan harga diri. Seseorang yang gengsi cenderung bertindak hanya untuk menjaga kebanggaan dirinya seperti kehormatan, pengaruh, dan martabat. Tindakannya juga dilakukan berdasarkan penilaian orang lain. Seperti kasus senior yang enggan minta maaf kepada junor tersebut. Senior merasa kedudukannya lebih tinggi, minta maaf kepada juniornya sekalipun mungkin Ia salah membuatnya takut diremehkan oleh orang lain. Atau, seorang lulusan sarjana yang enggan menjadi pedagang Bakso hanya karena merasa bahwa lulusan sarjana seharusnya bekerja sebagai pegawai kantoran. Ia takut dicemooh oleh teman-temannya.

Sedangkan, harga diri adalah keseluruhan pendapatmu tentang dirimu sendiri, mencakup bagaimana perasaan tentang kemampuan dan keterbatasanmu. Harga diri didasarkan pada kesadaran akan nilai yang seseorang berikan kepada dirinya sendiri.

Seperti kasus seorang laki-laki lanjut usia yang memilih untuk tetap bekerja tersebut. Ia merasa bahwa selama Ia masih mampu menghidupi dirinya sendiri, maka Ia lalukan daripada mengemis meminta belas kasihan orang lain. Tindakan seseorang yang mempunyai harga diri didasarkan pada nilai dirinya sendiri, bukan penilaian orang lain.

Pandangan diri
Image: Pandangan diri [Pixabay]

Seorang Ahli asal Kanada, Morris Rosenberg, mendefinisikan harga diri sebagai sikap seseorang terhadap diri sendiri. Sedangkan menurut Adler dan Stewart, harga diri dianggap sebagai ukuran seberapa banyak seseorang menilai, menyetujui, mengapresiasi, menghadiahi atau menyukai dirinya sendiri. Ketika memiliki harga diri yang tinggi, kamu merasa baik tentang diri sendiri dan melihat bahwa kamu layak mendapat respek dari orang lain. Ketika kamu memiliki harga diri yang rendah, kamu memberi sedikit nilai pada diri sendiri, kamu sangat mungkin terus-menerus khawatir bahwa kamu tidak cukup baik. Lalu, bagaimana karakteristik seseorang yang memiliki harga diri yang tinggi dan mengapa seseorang memilikinya?

Bagaimana karakteristik seseorang yang memiliki harga diri tinggi?


Dilansir dari situs Positive Psychology Program, seseorang dengan harga diri yang tinggi memiliki sikap sebagai berikut:

  1. Terbuka dengan Kritikan
    Seseorang dengan harga diri yang tinggi dapat menangani sebuah kritik tanpa tersinggung. Dengan pengetahuan yang ia pelajari dan kembangkan, ia sadar nilai dalam dirinya tidak tergantung pada pendapat orang lain. Ia juga cenderung mau mengakui kesalahan.
     
  2. Terbuka dengan Perasaan
    Orang-orang dengan harga diri yang tinggi mampu berkomunikasi dengan baik dengan orang lain. Mereka tidak takut untuk menunjukkan rasa ingin tahu mereka, mendiskusikan pengalaman, ide, dan peluang dengan lawan bicara mereka. Selain itu, mereka berusaha mengenal dan menerima berbagai macam emosi baik positif maupun negatif, mau mengungkapkan perasaan mereka seperti suka dan tidak suka terhadap sesuatu. Mereka juga merasa nyaman dengan memberi dan menerima pujian dari orang lain.
     
  3. Menikmati Hidup
    Aspek-aspek lucu dalam hidup dapat dinikmati oleh seseorang dengan harga diri yang tinggi. Mereka tidak tinggal di masa lalu, dengan kata lain fokus pada masa depannya. Mereka menikmati keseimbangan antara bekerja, bermain dan beristirahat.
     
  4. Ketegasan Diri Sendiri
    Ketegasan pada diri sendiri berarti menampilkan kesesuaian antara apa yang dilihat, didengar, dikatakan dan dilakukan. Orang-orang dengan harga diri yang tinggi bertindak tegas tanpa merasa bersalah. Mereka tidak menerima begitu saja upaya orang lain untuk memanipulasi dirinya. Mereka mampu menilai dan menerima orang lain dengan bijak, tanpa mencoba mengubahnya.

Contohnya, seorang siswa berprestasi telah gagal dalam ujian yang sangat sulit. Dia memiliki harga diri yang tinggi, dia mungkin akan menutupi faktor-faktor yang membuatnya gagal seperti tidak belajar cukup keras. Namun Ia tidak akan menyimpulkan bahwa dia bodoh dan menganggap dirinya akan gagal juga dalam semua tes yang akan datang.

Memiliki rasa harga diri yang tinggi juga sehat, membimbingnya untuk menerima kenyataan, berpikir kritis tentang mengapa ia gagal, dan pemecahan masalahnya bukan dengan mengasihani diri sendiri atau menyerah.

Apa peran harga diri seseorang dalam kehidupannya?


Teori Hirarki Kebutuhan Maslow
Gambar: Teori Hirarki Maslow

Menurut Teori Hierarki Kebutuhan yang dicetuskan oleh Abraham Maslow, Self-Esteem (Harga Diri) merupakan salah satu dari 7 tingkat kebutuhan dasar manusia. Harga diri dibutuhkan setelah manusia dapat memenuhi kebutuhan fisiologis, rasa aman, rasa memiliki dan kasih sayang. Dalam teori ini, kebutuhan harga diri lebih fokus pada ukuran penghargaan eksternal (dari luar), seperti rasa hormat, status, pengakuan, pencapaian, dan prestise. Ia menyatakan bahwa agar seseorang mencapai aktualisasi diri, kebutuhan mereka akan harga diri dan penghargaan dari orang lain harus terpenuhi.

Harga diri membantu seseorang memiliki ‘pondasi’ dalam hidup. Judgement kita terhadap diri sendiri akan berdampak setiap saat dan pada setiap keputusan yang diambil. Tanggapan kita terhadap setiap peristiwa, dalam menghadapi tantangan dibentuk sebagian oleh siapa dan apa yang kita pikirkan tentang diri kita, seberapa tinggi harga diri akan sangat berpengaruh pada keberlangsungan hidup dan kebahagiaan.

Itu sebabnya para ahli mengatakan harga diri memiliki nilai 'survival', membantu seseorang bertahan dan berkembang di dunia. Ibaratnya, harga diri ikut bersamamu kemana pun kamu pergi. Harga diri membantumu melakukan apa yang perlu dilakukan untuk mencapai apa yang  diinginkan Sederhananya, kita semua memiliki harga diri karena kita perlu berpikir bahwa diri kita itu baik, bahwa kita layak dan penting.

If we do not believe in ourselves — neither in our efficacy nor in our goodness (and lovability) — the world is a frightening place.

- Nathaniel Branden, A Writer.
(Jika kita tidak percaya pada diri kita - baik dalam keberhasilan kita maupun kebaikan kita (dan ketertarikan) - dunia adalah tempat yang menakutkan.)



Referensi:
Ackerman, Courtney dan Amba Brown. Self-Esteem in Psychology: a Definition, Examples, Books (+TED Talks). 2018. positivepsychologyprogram
Branden, Nathaniel. Our Urgent Need for Self-Esteem. nathanielbranden

Penulis FH Widya
Penulis konten: Widya
"Introvert. Belajar memahami dengan menjadi pendengar. Belajar mengerti dengan menjadi pembaca. Belajar berbagi dengan menjadi penulis."