loading...

Monday, December 3, 2018

Bingung Mencari Ide? Konsep Dasar Mendapatkan Ide Kreatif

Pernahkah kamu mendapatkan ide yang seketika membuat matamu terbuka dan kata "oh" terucap dari mulutmu? Momen eureka ini begitu menggembirakan, membuatmu senang karena menjadi harapan yang nantinya bisa menyelesaikan masalahmu atau meningkatkan kualitas hidupmu.

Ide terbentuk dari berbagai macam pengetahuan yang pernah dipelajari oleh si penggagas ide. Semakin banyak kamu mempelajari hal baru, kamu semakin berpeluang mendapatkan ide yang brilian.

Oleh karena itu, banyak dari kita yang menyarankan bahwa untuk mendapatkan ide maka kamu harus tenang, jalan-jalan, berkeliling, menonton film, membaca buku, atau mengunjungi pameran seni bahkan menghayal.

"Why is it I always get my best ideas while shaving?"
- Albert Einstein
(Mengapa saya selalu mendapatkan ide terbaik saat bercukur?, - Albert Einstein)

Dari aktifitas yang telah kamu lakukan, kamu akan mendapatkan data-data yang kemudian disortir oleh otakmu, sesuai kebutuhan penyelesaian masalah yang sedang kamu hadapi.

Data-data yang telah tersortir dan dianggap penting akan disusun, dipadukan, dicampur aduk sampai akhirnya ide tersebut terbentuk. Ide yang sudah terbentuk tidak berarti benar atau salah, sesuai atau melenceng dari penyelesaian masalah atau pencapaian yang sedang kamu raih.

Sebagai contoh, kamu memiliki impian menjadi seorang pengusaha sukses dengan produk yang bisa mengajak orang lain untuk lebih peduli terhadap isu lingkungan. Kemudian kamu mendapatkan ide yaitu membuat gelang yang dapat difungsikan menjadi kantung layaknya kantong kresek.

Sepintas mungkin hal tersebut terdengar aneh dan "bagaimana mungkin?", namun hal tersebut benar-benar terlah terjadi. Produksi berlangsung bersama teman-temanmu, sesi penjualan dilakukan dan selang beberapa minggu kamu baru menyadari bahwa minat pasar begitu rendah dan potensi produk yang kamu ciptakan juga rendah.


Kamu mendapatkan ide hanya sampai teknis bagaimana produk itu terbentuk tapi tidak melibatkan data potensi pasar dalam idemu. Akhirnya tujuan kamu menjadi pengusaha produk ramah lingkungan tertunda atau bahkan terhenti.

Tentu kita sering mendengar untuk menjadi sukses, kita akan menemui kegagalan bertubi-tubi. Aksi kemudian gagal, kita melakukan evaluasi kembali beraksi, akhirnya menemukan kemajuan dan selang beberapa waktu kemudian gagal kembali.

Saat kamu belajar untuk bangkit dari kegagalanmu, pembelajaran yang kamu lakukan adalah bertujuan mendapatkan data yang memantik ide baru yang akan kamu gunakan untuk keluar dari zona kegagalan saat ini. Ketika kamu berhasil, bersiaplah akan tiba pada zona kegagalan yang baru.

"Sejauh mana kamu berhasil menembus sekat sekat kegagalan itu?"

Dua kunci utama untuk mendapatkan ide adalah "data berupa bahan ide" dan "metode pengolahan data tersebut." Tentunya hal tersebut hanya dapat kamu peroleh dalam proses belajar.

Data disekitarmu begitu banyak, kamu melihat, mendengar, menghirup aromanya merupakan data. Namun bagaimana cara kamu menangkap data yang ada disekitarmu hanya dapat dilakukan ketika kamu telah belajar. Semakin jauh kamu belajar, semakin mudah kamu menangkap datanya.

Kemudahan menangkap data dikarenakan kamu tau cara pengolahan data tersebut walaupun hanya secara sebatas garis besar. Cara pengolahan data ini berpeluang lebih besar ketika kamu membaca buku, dikelilingi dengan orang-orang yang telah berpengalaman, atau mempelajari apapun disekitar kamu.

Awali dengan pertanyaan setidaknya untuk diri sendiri. Sebaiknya tidak memunculkan pertanyaan terus menerus sebelum setiap pertanyaan sebelumnya terjawab, hal itu hanya akan membebani pikiranmu dan jatuhnya, kamu akan mengeluhkan pusing.

Planning first before action, kemudian eksekusi, lakukan uji coba, disana kamu akan menemukan trial and error. Kami yakin banyak orang yang memiliki ide yang luar biasa, ide yang belum pernah dihadirkan sebelumnya. Tapi mengapa hal tersebut tidak direalisasikan?

Excuse,...
Desakan orang-orang terdekat?
Sulit meninggalkan yang digadang-gadang sebagai "kepastian"?
Modal materi dan ilmu?

Jika memang hal tersebut yang manjadikan alasan kamu no action, then setidaknya rencanakan sejelas-jelasnya. Time framming and mapping. Menekan harga ketika eksekusi ide dapat dilakukan riset atau survey terkait dengan ide yang akan dibangun. Apakah ide tersebut sesuai dengan khalayak yang dibutuhkan?

Ide, Rencana dan Aksi
Image. Ide, Rencana dan Aksi [Pixabay]

Orang yang sukses akan menemui kegagalan, begitupun sebaliknya. Tidak ada orang yang menjalani hidupnya lancar bak air yang mengalir didalam pipa paralon yang lurus dan panjang. Yang membedakan mereka yang terlihat sukses bagi kita dengan kesuksesan sementara adalah konsistensi mereka untuk terus belajar dan bertumbuh.

Recommended post:

Referensi:
Ide Saja Tidak Cukup, Butuh Kesiapan Lebih sebelum Menghadap ke Investor. dailysocial
Ditkoff, Mitch. 2010. 50 Awesome Quotes on the Power of Ideas. ideachampions

Penulis FH Rijal
Penulis konten: Rijal
"Anak teknik yang juga belajar psikologi, suka hal yang berkaitan dengan komputer, dan seorang ambivert."