loading...

Saturday, January 5, 2019

[Pratfall Effect] Berbuat Kesalahan Malah Dianggap Makin Menarik

Setujukah kamu bahwa tiap-tiap dari kita dipastikan pernah melakukan kesalahan, baik kesalahan yang kecil maupun besar, baik yang disengaja maupun tidak? Hemat penulis, tidak ada satu pun manusia yang sempurna di dunia ini, yakni manusia yang tak pernah melakukan kesalahan. Yang ada hanyalah seseorang yang ‘dianggap sempurna’ dimata orang lain, baik karena perilaku, karakter, talenta, kesempurnaan fisik maupun hal lain yang menjadikannya terlihat sempurna tanpa cela.

Tahukah kamu, terdapat sebuah fenomena dimana seseorang yang dianggap unggul atau sempurna dan disukai orang lain, akan lebih disukai lagi ketika Ia melakukan sebuah kesalahan, fenomena tersebut dikenal dengan istilah ‘Pratfall Effect’, kok bisa ya?

Image: Stairs fall [Pixabay]
Secara bahasa, kata ‘pratfall’ berarti kesalahan yang memalukan. Pratfall Effect dipelajari pertama kali oleh seorang Psikolog Sosial asal Amerika bernama Elliot Aronson pada tahun 1966. Ia bereksperimen dengan meminta 48 relawan pria yang dibagi 4 kelompok untuk mendengar rekaman wawancara dengan skenario yang berbeda. Pertama, orang unggul yang menjawab pertanyaan. Kedua, orang biasa yang menjawab pertanyaan. Ketiga, orang unggul yang melakukan suatu kesalahan saat menjawab pertanyaan. Keempat, orang biasa yang melakukan suatu kesalahan saat menjawab pertanyaan. Hasilnya, dari keempat skenario tersebut, orang yang diwawancara pada skenario ketiga dianggap lebih menarik dan berkesan dari pada yang lainnya, yaitu orang unggul yang melakukan kesalahan.

Dilansir dari Savage Facts, seringkali, seseorang yang terlihat sempurna dalam segala hal, dalam artian tidak pernah melakukan kesalahan, secara tidak langsung dapat mengintimidasi banyak orang. Orang-orang disekitarnya akan sedikit merasa ‘terancam’, tidak aman, membandingkan ketidaksempurnaan, kelemahan dan kesalahan-kesalahan dengan diri sendiri. Ketika seseorang yang dianggap ‘manusia super’ itu melakukan kesalahan, orang-orang jadi sadar bahwa Ia tetaplah manusia biasa sama seperti yang lainnya. Orang lain jadi tidak merasa enggan untuk berhubungan dengan orang tersebut.

Pratfall Fffect ini salah satunya terjadi pada seorang aktris film terkenal Jennifer Lawrance, pemeran Katniss Everdeen dalam film The Hunger Games ini dikenal sebagai selebriti hollywood papan atas. Dibalik anggapan kesempurnaan karena talenta dan kecantikannya, Ia juga dikenal karena kesalahannya seperti pernah terjatuh di karpet merah pada perhelatan Oscar 2013, juga cara bicaranya yang kurang hati-hati ketika diwawancara membuatnya lebih disukai. Sehingga Ia mendapat julukan sebagai selebriti yang paling ‘down-to-earth’ karena kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukannya itu.

Selain Jennifer Lawrance, siapa diantara kamu yang tidak kenal Isyana Sarasvati? Penyanyi dan penulis lagu asal Indonesia ini sempat mengalami insiden yang mungkin dianggap memalukan. Gadis yang dikenal karena kecantikan serta karyanya di dunia musik ini sempat tersandung kabel dan terjatuh diatas panggung saat menjadi tamu spesial di Konser Kahitna, Februari 2016 silam. Menariknya, setelah jatuh Ia secara spontan berpose anggun seperti tak terjadi apa-apa di depan penonton, bahkan Ia justru bercerita di akun instagram pribadinya tentang insiden tersebut. Hal tersebut membuat Isyana dibanjiri komentar-komentar positif dari para penggemarnya.

Eits... Karena adanya fenomena dimana melakukan kesalahan dapat membuat lebih disukai, bukan berarti kita jadi merasa ‘bebas’ untuk melakukan kesalahan, ya. Berikut Fenomena Harimu rangkum beberapa hal yang perlu kamu tahu tentang Pratfall Effect,
  1. Pastikan kalau kamu adalah orang ‘kompeten’
    Pratfall Effect ini berlaku sangat baik pada diri seseorang yang dianggap cerdas, kompeten, atau mempunyai kualifikasi tertentu di mata orang lain. Jika seseorang yang dianggap rata-rata, Pratfall Effect mungkin hanya akan berlaku sekali saja. Kesukaan orang lain terhadap orang rata-rata akan menurun setelah ia melakukan kesalahan yang sama berulang kali. Pada seseorang yang dianggap biasa saja (dibawah rata-rata), Ia lebih cenderung terkena dampak negatif dari kesalahannya.
     
  2. Tidak berlaku pada kesalahan yang disengaja
    Membuat suatu kesalahan memang tidak selalu membuatmu terlihat bodoh. Tetapi, jika kamu terfikir untuk sengaja melakukan kesalahan hanya karena ingin disukai, sebaiknya jangan lakukan. Karena akan terlihat sangat tidak natural dan kamu seperti hanya ingin mendapatkan simpati dari orang lain. Bisa jadi, orang lain justru akan menganggapmu tidak sekompeten yang mereka pikir sebelumnya.
     
  3. Akui kesalahan secara terbuka dan tersenyum
    Jika kamu terlanjur melakukan suatu kesalahan yang terdengar memalukan, tetaplah tenang. Tersenyumlah meski suasana hatimu mungkin sedang berantakan saat itu. Mengutip dari Savage Fact, sebuah senyum bersalah yang lucu dan dapat membuat orang lain tertawa setelah melakukan kesalahan adalah yang dibutuhkan seseorang untuk lebih disukai. Kamu juga bisa belajar dari cara Isyana bagaimana Ia berani mengakui kesalahannya secara terbuka. Sehingga yang ia dapatkan bukanlah komentar negatif tapi justru sebaliknya, dukungan positif dari para penggemarnya.

Pratfall Effect menjadi sesuatu yang ‘melegakan’ terutama bagi kaum Perfeksionis. Kepribadian mereka yang cenderung mendambakan kesempurnaan pada setiap hal yang mereka lakukan, akan mengurangi rasa tegang dan ketakutan mereka bahwa tidak apa-apa untuk sesekali melakukan kesalahan. Mengejar kesempurnaan adalah ilusi.

Perfection' is man's ultimate illusion. It simply doesn't exist in the universe.... If you are a perfectionist, you are guaranteed to be a loser in whatever you do.”
– David D. Burns

(Kesempurnaan adalah khayalan utama manusia. Ini sama sekali tidak ada di alam semesta. Jika kamu perfeksionis, kamu dijamin akan menjadi pecundang dalam apa pun yang kamu lakukan.)

Jangan pernah takut melakukan sesuatu hanya karena takut berbuat salah, takut apa yang kamu lakukan tidak sesempurna yang kamu ekspektasikan. Selama kesalahan itu sifatnya bukan kesalahan yang signifikan seperti terlambat masuk kantor, tidak memenuhi janji dengan orang lain atau kesalahan-kesalahan lain yang sifatnya justru dapat merusak kepercayaan orang lain padamu. Apalagi jika kamu sengaja melakukannya. Namun tetaplah berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan yang terbaik dalam hidupmu!


Referensi:
Ehit, Suvigya. The Pratfall Effect. savagefacts
Bernstein, Rebecca. 2017. Interesting Psychological Phenomena: The Pratfall Effect. brescia
brainyquote
azquotes

Penulis FH Widya
Penulis konten: Widya
"Introvert. Belajar memahami dengan menjadi pendengar. Belajar mengerti dengan menjadi pembaca. Belajar berbagi dengan menjadi penulis."