loading...

Saturday, February 16, 2019

Hal Yang Wajib Kamu Ketahui Mengenai Motivasi

Ketika kamu tertarik membaca tulisan ini, barangkali kamu sedang merasa ‘kekurangan’ motivasi ketika menjalani pekerjaan dan karirmu. Ya, tentunya itu bukan gejala yang aneh ditengah banyak sekali tuntutan yang mesti dikerjakan sekaligus dicapai dalam pekerjaan. Atau, siapa tahu apa yang kamu kerjakan dengan susah payah saat ini justru berlawanan dengan passionmu? Lalu mesti bagaimana, sedangkan setir sudah terlalu kaku untuk sekadar diputar, apalagi dibanting. Mau tak mau, seringkali memang kita mesti menyelesaikan apa yang kita kerjakan.

Rasanya tidak cuma kamu sendiri yang mengalami ini, kok. Tetapi, yang sukses diluaran sana bukanlah orang yang selalu memiliki nasib beruntung berada tepat di jalur yang dia inginkan, melainkan orang yang sejatinya bisa bertahan. Tidak jarang di beberapa pekerjaan yang berat dan menantang, masih ada orang yang melakukannya dengan sikap yang sangat baik dan bertanggungjawab. Bagaimana bisa? Kalau saya mengatakan itu dari motivasi tentu bukanlah sebuah rahasia. Nah, yang muncul dari permukaan saat ini adalah ‘apa sih rahasia dari motivasi?’ yang tentunya sering orang ingin kupas isinya daripada hanya sekedar arti kulitnya.

Rahasia Motivasi
Image: Rahasia Motivasi

Motivasi, sebagaimana definisi sebuah benda, akan mengalami pengaruh dari dalam maupun dari luar. Ibarat perangkat lunak, motivasi akan selalu bergantung kualitasnya pada faktor instrinsik dan ekstrinsik yang dialami dari perspektif manusia. Kalaulah bisa dikatakan, motivasi itu sudah tertanam secara alami pada diri manusia selama ia merasa harus merespon dorongan ‘suara hati’nya maupun tekanan dari lingkungan sekitarnya. Dua faktor yang niscaya ini tentu tak bisa seimbang sewaktu-waktu, sebagaimana bentuk keadaan tiap orang yang berbeda-beda. Toh, ada saja orang yang melakukan pekerjaannya dengan senang hati tanpa diminta karena ia menyenanginya, dan ada juga orang yang baru akan berjuang setelah ia merasa tertekan atas pengaruh lingkungan pekerjaannya.

Lalu, bagaimana bila kita sedang berada dalam sisi yang tidak menguntungkan? Taruhlah apa yang sedang kita kerjakan sekarang tidak didukung oleh dorongan intrinsik sedangkan faktor ekstrinsik menekan begitu besar. Oleh karena itu, kita lazim mengalami bentuk reward dan punishment dalam pekerjaan sebab tak semua orang dapat senantiasa bekerja dengan sepenuh hati. Sebuah penghargaan diberikan ketika pekerjaan itu selesai dengan baik, begitupun sebuah hukuman diberikan bila terjadi hal yang sebaliknya. Lalu, apakah itu adalah solusi terbaik untuk menjaga motivasi?

Dilansir dari TED Talks, ada sebuah eksperimen yang dilakukan oleh Sam Glucksberg, seorang professor psikologi dari Universitas Princeton yang menguji seberapa besar faktor reward dan punishment dapat memotivasi sekaligus meningkatkan kualitas pekerjaan. Cara yang ia lakukan yaitu membagi dua kelompok, yaitu kelompok pertama diarahkan untuk mengerjakan sesuatu tanpa hadiah maupun hukuman, sedangkan kelompok kedua diberikan penghargaan berupa uang 5 dolar bila menyelesaikannya dalam waktu cepat dan diantaranya yang paling cepat akan diberikan uang 20 dolar. Apa yang terjadi? Ternyata yang terjadi pada kelompok kedua mereka mengerjakannya 3,5 menit lebih lama daripada kelompok yang pertama.

Bagaimana mungkin kekuatan insentif ternyata memperlama pekerjaan? Pada pekerjaan yang sifatnya mekanistis/birokratif hal ini bisa sesekali bekerja, tetapi untuk pekerjaan yang membutuhkan nalar hal ini menjadikan hasilnya lebih buruk. Kenapa? Karena pekerjaan yang sifatnya mekanistis/birokratif cenderung memiliki solusi tetap sehingga fokus kita tertuju kesana. Tetapi, untuk pekerjaan yang membutuhkan nalar maka hadiah tersebut justru tidak membuat kita fokus dan mengabaikan solusi yang lebih luas.

Maka, kita tentu bertanya-tanya bila sebuah bentuk hadiah dan hukuman tak mampu untuk mengatrol motivasi, maka adakah cara lain? Viktor E Frankl, seorang psikolog kenamaan dari Austria menulis dalam bukunya Man’s Search For Meaning, bahwa cara yang jarang orang ketahui untuk meningkatkan motivasi yaitu dengan memberi makna pada setiap pekerjaan yang kita lakukan. Hal ini ia sebutkan dalam ajarannya yaitu logoterapi, yang diartikan sebagai pencarian menuju makna (will to meaning).

Tentu saja, setiap bagian pekerjaan yang kita lakukan di dunia ini akan menuntut pengorbanan, baik fisik maupun psikis. Tak jarang, ada perasaan menderita bila kita melakukan hal yang kita tidak senangi. Bila sudah sampai pada pertanyaan ‘untuk apa semua yang saya lakukan ini?’,menurut Frankl kita sudah menuju pada tahapan kehampaan eksistensial, dimana kita beranjak pada pemikiran supra-makna dan makin berkonflik dengan naluri kita untuk keluar dari penderitaan tersebut. Tak jarang, banyak orang yang berani keluar dari karir yang ia bertahun-tahun hanya untuk mencari sesuatu yang kurang di dalam hidupnya.

Hal ini disebut oleh Frankl sebagai fenomena noodinamika, dimana sewaktu-waktu dalam upaya pencarian makna hidup itu manusia mengalami ketegangan batin, dengan kata lain bisa dilihat pada naik turunnya motivasi dalam diri manusia. Tetapi menurut Frankl, hal itu merupakan sebuah hal normal dan merupakan prasyarat bagi tercapainya kesehatan mental. Maka, kita tak usah risau bahwa sewaktu-waktu motivasi kita terhambat di tengah jalan, sebagaimana itu adalah proses untuk kesehatan mental kita sendiri.

Beranjak dari situ, Frankl juga menulis bahwa untuk menemukan makna salah satu jalannya yaitu dengan menjalani penderitaan dengan berani. Bahwa apapun pekerjaan yang kita lakukan takkan dijalani dengan mudah, bahkan ketika jalan yang kita tuju sudah sesuai dengan yang kita inginkan. Kuncinya, adalah jalani saja walaupun berat sebab disitulah kita bisa menemukan makna dari apa yang kita kerjakan. Inilah dorongan intrinsik yang nantinya akan kembali menaikkan motivasi kita.

Sebuah contoh, ketika kamu sedang malas mengerjakan skripsi, maka cara terbaik untuk terus menjaga motivasi adalah menyadari bentuk tanggungjawabmu disana dan menjalani setiap langkahnya walau berat. Seringkali akan muncul ‘tenaga baru’ yang tak disangka-sangka bila sudah menjalani fase malasnya. Maka, untukmu yang sedang mengalami penurunan motivasi, cobalah untuk berpikir bahwa ini adalah proses yang akan membuatmu jadi lebih baik di masa depan. Pepatah mengatakan, takkan ada jalan pintas untuk sebuah pengalaman. Jadi, bagaimana kalau mulai sekarang atur mindsetmu untuk berjuang saja sepenuh hati? Semoga tak hanya hasil yang kamu dapatkan, melainkan makna besar dibalik itu yang akan menjadikan hidupmu lebih bernilai.
Tetap semangat ya!

“Perhatian utama manusia bukan untuk mencari kesenangan atau menghindari kesediahan, tetapi menemukan makna dalam hidupnya.”

-Viktor E Frankl.

Recommended post:

Referensi:
[1] Dan Pink, The Puzzle of Motivation. TED Talks. [ted]
[2] Frankl, Victor E. 2017. Man’s Search For Meaning. Mizan Media Utama : Bandung.

Penulis FH Widya Penulis konten: Fikri
"Otak bukanlah pengingat yang baik. Karenanya, menulislah."