loading...

Saturday, May 11, 2019

Sisi Postif dan Negatif dari Inflasi

Apakah kamu menyadari bahwa dari tahun ke tahun, harga barang-barang di Indonesia terus naik? Misalnya harga bahan makanan pokok seperti beras, sekitar tahun 2009 harga perkilogramnya kisaran Rp 6.000, tapi ditahun 2019 ini harganya sudah mencapai Rp 12.000/kg, jadi kalau kamu hanya punya uang Rp 6.000 ya hanya bisa membeli ½ kg beras. Tidak hanya bahan makanan pokok, harga permen yang biasa kamu beli diwarung juga ikut naik. Sekitar tahun 2009, dengan uang jajan Rp 1.000 kamu bisa mendapat 10 permen, tapi sekarang ini dengan uang jajan Rp 1.000 kamu hanya mendapat 6 permen. Hmm... semakin mahal ya! Dalam ilmu ekonomi, fenomena kenaikan harga disebut dengan inflasi. Istilah yang sudah tidak asing lagi, bukan?

Inflasi
Gambar: Inflasi [Pixabay]


Dalam buku seri kebanksentralan yang diterbitkan oleh Bank Indonesia, inflasi diartikan sebagai suatu kecenderungan meningkatnya harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus. ‘Kenaikan harga secara umum’ dan ‘terus-menerus’ adalah dua hal yang menjadi kunci untuk memahami inflasi. Jika kenaikan harga terjadi khusus pada suatu barang tertentu dalam artian tidak diikuti dengan kenaikan harga barang dan jasa lainnya, tidak bisa disebut inflasi. Begitu pula jika kenaikannya hanya terjadi karena faktor musiman misalnya menjelang hari lebaran, tidak disebut inflasi. Meskipun inflasi membuat segalanya lebih mahal, nyatanya inflasi juga mempunyai sisi positif, loh. Dan kamu perlu tahu sisi positif dan negatifnya karena inflasi secara langsung mempengaruhi hidupmu, agar kamu bisa lebih bijak dalam membuat keputusan keuangan yang lebih baik. Berikut sisi negatif dan positif inflasi dirangkum dari situs Go Banking Rates,

Sisi Negatif Inflasi


#1 Harga Barang dan Jasa Naik, Daya Beli Turun

Hampir semua harga naik karena inflasi, mulai dari makanan pokok, peralatan medis, BBM hingga harga sewa juga bisa naik. Artinya, setiap rupiah dapat membeli lebih sedikit barang dan jasa daripada sebelumnya. Kamu akan mengalami kesulitan keuangan ketika membayar biaya-biaya yang naik jika kamu tidak menerima kenaikan gaji, terutama selama hiperinflasi (tingkat inflasi sangat tinggi yang tidak terkendali). Tidak semua perusahaan menetapkan kebijakan untuk menaikkan upah ketika terjadi inflasi.

#2 Merugikan Kreditur

Bagi kreditur (orang yang memberi pinjaman), inflasi adalah hal yang merugikan. Nilai uang yang mereka terima lebih rendah daripada saat ia meminjamkan uangnya. Begitu juga bagi pemberi sewa misalnya pemilik kos-kosan, dengan uang sewa yang tetap, nilai uang sewa yang diterima akan lebih rendah daripada tahun-tahun sebelumnya kecuali ia menaikkan harga sewa.

#3 Terjadinya Penimbunan

Ketika inflasi, terutama selama terjadinya hiperinflasi orang-orang cenderung untuk menimbun barang. Karena mereka menganggap bahwa mungkin harga barang di hari esok akan jauh lebih tinggi, sehingga konsumen ingin membeli barang sebanyak-sebanyaknya sesuai dengan kemampuan hari ini, sebelum besok harganya naik. Penimbunan menyebabkan kekurangan barang-barang seperti kebutuhan rumah tangga. Kamu mungkin akan menemui kekosongan stok pada toko-toko lokal tempatmu membeli kebutuhan.

#4 Nilai Tabungan Semakin Rendah

Inflation is the crabgrass in your savings.
– Robert Orben
(Inflasi adalah hama dari tabunganmu.) –Robert Orben

Menyimpan uang dalam bentuk tabungan baik untuk jangka panjang dan jangka pendek memang relatif aman, resikonya kecil dibandingkan dengan berinvestasi. Namun ketika terjadi tingkat inflasi yang tinggi, tabungan kehilangan nilai setiap tahunnya, dan bisa jadi tingkat keuntungan tabunganmu dibawah tingkat inflasi sehingga daya belinya akan semakin rendah dimasa mendatang. Saat ini, tabungan haji sebesar 35,2 juta cukup untukmu pergi haji, namun 15 tahun mendatang, tidak ada yang tau mungkin biaya pergi haji akan menjadi dua kali lipat atau bahkan lebih. Jadi jika kamu telah memiliki tabungan sebesar jumlah tersebut di 15 tahun mendatang, kamu tetap belum bisa pergi haji jika hanya mengandalkan tabungan hajimu.

Sisi Positif Inflasi


#1 Kenaikan Upah

Ketika mendorong harga barang dan jasa lebih tinggi, inflasi berkorelasi positif dengan upah. Inflasi sering mendorong kenaikan upah karena perusahaan bersedia membayar lebih ketika ekonomi tumbuh dan biaya hidup karyawan meningkat. Sebuah perusahaan, selain menawarkan gaji yang lebih baik untuk karyawan baru, mereka juga harus memerhatikan kompensasi yang adil bagi karyawan yang telah lama bekerja untuk mempertahankan kinerja yang sudah mereka miliki. Mencari-cari pekerjaan baru ketika inflasi ataupun tetap bekerja di perusahaan lama, keduanya berpeluang untuk menaikkan upahmu asalkan kamu memiliki keterampilan kerja yang relevan dengan perkembangan ekonomi. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua perusahaan mempunyai kebijakan menaikkan upah karyawan saat terjadi inflasi.

#2 Menguntungkan Debitur

Berbanding terbalik dengan kreditur yang merugi, debitur (orang yang menerima hutang) adalah salah satu yang terkena dampak positif dengan adanya inflasi. Karena uang yang ia kembalikan mempunyai nilai yang lebih rendah dibandingkan saat ia meminjam.

#3 Menguntungkan Produsen

Apabila kenaikan biaya produksi lebih rendah daripada keuntungan yang didapatkan, inflasi menguntungkan bagi para produsen. Biasanya produsen akan terdorong untuk meningkatkan jumlah barang untuk diproduksi, sehingga penghasilan produsen pun meningkat. Apalagi jika barang yang diproduksi adalah kebutuhan pokok yang mau tidak mau tetap dikonsumsi oleh masyarakat meskipun harganya naik. Dalam jangka panjang, hal ini juga bisa mempeluas lapangan pekerjaan karena perusahaan membutuhkan lebih banyak karyawan untuk memproduksi barang dan jasa.

#4 Suku Bunga Investasi Naik

Saat kamu ingin menginvestasikan uangmu, hal utama yang kamu pertimbangkan adalah besarnya keuntungan, kan? Ketika terjadi inflasi, kamu bisa mendapatkan pengembalian uang yang lebih tinggi dalam portofolio investasimu. Inflasi menyebabkan suku bunga investasi naik, maka keuntungan yang kamu dapatkan pun naik. Itulah sebabnya jika kamu mempertimbangan potensi keuntungan dari uang yang kamu simpan untuk tujuan jangka panjang, investasi adalah tempat yang lebih menguntungkan daripada tabungan karena tidak tergerus oleh tingkat inflasi.

Nah, sekarang sudah tahu kan bahwa inflasi juga mempunyai sisi positif. Setiap orang merasakan dampak yang berbeda, sebagian bisa merasa diuntungkan, sebagian lainnya bisa juga dirugikan.

Rekomendasi:

Referensi:
Suseno dan Siti Aisyah. Inflasi. 2009. Pusat Pendidikan dan Studi Kebanksentralan (PPSK) Bank Indonesia.
Sarbour, Harita. 2017. 10 Effects of Inflation — and How to Protect Your Money Now. [gobankingrates]

Penulis konten: Widya
"Introvert. Belajar memahami dengan menjadi pendengar. Belajar mengerti dengan menjadi pembaca. Belajar berbagi dengan menjadi penulis."